LAPORAN PRAKTIKUM PERSEMAIAN

Artikel
LAPORAN PRAKTIKUM PERSEMAIAN
Kehutanan
80
30 Desember 2022
Kehutanan
Penulis
Marciana
2
posting

BAB I PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Persemaian merupakan tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih menjadi bibit atau semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari kegiatan penanaman hutan karena itu sangat penting dan kunci mencapai keberhasilan penanaman hutan. Persemain merupakan faktor penting untuk meraih kesuksesan di dalam beragam intervensi pembangunan kehutanan dan pertanian.

Persemaian memiliki beragam tujuan, mulai dari produksi biomassa secara komersial, rehabilitasi lahan dan konservasi hutan, hingga pengembangan kapasitas dan peningkatan mata pencaharian. Persemaian sebagai  tempat untuk memproduksi bibit pohon yang dibesarkan di dalam kondisi baik sampai semai siap untuk ditanam. Peluang bibit untuk bertahan dan dapat tumbuh dengan baik di lapanganan dipengaruhi oleh kesehatan dan kekuatan, ketika mereka ditanam. Bibit yang sehat, proporsi yang seimbang dan pertumbuhan yang bagus mempunyai peluang kelangsungan hidup yang tinggi dibanding bibit yang lemah dan stres.

Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah.Kegiatan ini dilaksanakan agar memahami proses pembuatan persemaian dalam bentuk bedeng tabur serta proses pemeliharannya.

 

TINJAUAN PUSTAKA

Benih adalah biji tanaman yang tumbuh menjadi suatu tanaman baru yang kemudian akan menghasilkan suatu hasil dari tanaman. Jadi bibit adalah tanaman yang tumbuh atau berasal dari biji atau benih. Benih yang akan ditanam ini harus melalui proses persemaian yang akan tumbuh menjadi tanaman baru, sehingga setelah persemaian memindahkan ke lahan yang sudah siap untuk ditanami dan tinggal melakukan perawatan tanaman tersebut. Benih yang akan ditanam harus melalui proses pemilihan benih agar benih yang ditanam akan tumbuh dengan optimal dan tanpa ada kelainan saat persemaian(Permana dan Rustiani, 2016).

Persemaian dilakukan 25 hari sebelum masa tanam, persemaian dilakukan pada lahan yang sama atau berdekatan dengan petakan sawah yang akan ditanami. Hal ini dilakukan agar bibit yang sudah siap dipindah, waktu dicabut dan akan ditanam mudah diangkut dan tetap segar. Bila lokasi jauh maka bibit yang diangkut dapat stress bahkan jika terlalu lama menunggu akan mati (Diniyati 2011).

Penyemaian adalah cara untuk mendapatkan bibit dengan cara penanaman benih melalui penyebaran dengan tempat yang telah di sediakan. Tempat yang di sediakan ini harus diolah dengan cara yang tepat agar tempat persemaian dapat menjadi tempat persemaian yang baik. Tempat yang paling cocok tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air agar bibit tidak kelebihan air sehingga bibit akan tumbuh dengan baik. Bibit akan muncul atau tumbuh 4 hari setelah dilakukan penyemaian, namun perawatan saat di persemaian harus rutin agar tidak terdapat penyakit ataupun hama yang menyerang bibit(Larios et al, 2014).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Diniyati, Dian 2011. Pengembangan Hutan Terung. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan. 8 (1):1-3

Larios., E, A. Bu´ Rquez, J. X. Becerra, And D. L. Venable. 2014. Natural Selection On SeedSize Through The Life Cycle Of A Desert Annual Plant. Ecology. 95(11): 3213-3220

Permana,. N. D, dan U. S. Rustiani. 2016. Identifikasi Cendawan Penyebab Penyakit Tanaman. Jakarta: Depublish.

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *