Archives: Opini

Eksplorasi Trip Dayeuh Luhur Sumedang: Potensi Primata Lokal yang perlu Dilestarikan

Setiap tanggal 30 Januari diperingati sebagai Hari Primata Indonesia. Pada peringatan Hari Primata tahun 2023, tema yang diambil adalah “Setiap Primata Itu Berarti”. Oleh karena itu,  perlu meningkatkan kesadaran pada masyarakat bahwa  semua jenis primata, baik yang dilindungi atau tidak dilindungi mempunyai arti penting dalam ekosistem sehingga perlu dijaga keberadaanya agar fungsi ekosistem suatu lingkungan Eksplorasi Trip Dayeuh Luhur Sumedang: Potensi Primata Lokal yang perlu Dilestarikan

Menelusuri Akar Krisis: Sebuah Refleksi Memperingati Hari Primata Indonesia

Tidak berlebihan jika peringatan Hari Primata Indonesia (HPI) tahun 2023 ini mengangkat tema “Setiap Primata itu Berarti”, sebuah kalimat pendek tetapi sarat makna. Ini barangkali ingin kembali mengingatkan bahwa selama ini mungkin saja kita lupa jika kita, manusia, dalam konteks taksonomi biologi merupakan salah satu bagian dari Ordo Primata. Ya. Pada dasarnya kita secara taksonomi Menelusuri Akar Krisis: Sebuah Refleksi Memperingati Hari Primata Indonesia

Begitu Banyak Jurus dan Peluang Sains Warga

Apakah sains warga itu Sains warga istilah yang mungkin belum terlalu dikenal, namun mungkin tanpa disadari kita telah bersinggungan dengannya.  Bahkan beberapa anggota Biodiversity Warrior KEHATI telah melakukannya. Istilah “sains warga” diajukan oleh Alan Irwin, seorang ahli sosiologi, berdasarkan bukunya yang diterbitan tahun 1995 : Citizen Science – A Study of People, Expertise and Sustainable Begitu Banyak Jurus dan Peluang Sains Warga

Karst, Ekosistem Penyangga Kehidupan Yang Semakin Kritis

Indonesia memiliki berbagai tipe ekosistem dari ekosistem laut dalam sampai ekosistem di puncak gunung. Salah satu tipe ekosistem yang belum banyak diperhatikan dan kondisinya semakin kritis adalah ekosistem karst. Ekosistem karst merupakan kondisi dimana interaksi biotik dan abiotik yang terjadi di batugamping dan/atau dolomit yang telah mengalami proses pelarutan. Sedikitnya, 134.000.000 km2 sebaran batu gamping Karst, Ekosistem Penyangga Kehidupan Yang Semakin Kritis

Bambu, Lingkungan dan Ekonomi

Bambu merupakan salah satu keanekaragaman hayati Indonesia yang memiliki peran sebagai tanaman konservasi dan nilai ekonomi yang cukup tinggi, dengan memiliki kurang lebih saat ini 1.700 Jenis, dimana 10 persennya tumbuh di Indonesia (170 jenis). Bambu memiliki manfaat besar dalam menahan terjadinya erosi di daerah aliran sungai (DAS), memiliki akar tunjang dan akar serabut yang Bambu, Lingkungan dan Ekonomi

Hubungan Keanekaragaman Bambu dan Fauna

Tidak asing lagi bagi kita kalau bambu dikenal sebagai tanaman rakyat karena memang hidupnya lebih banyak di sekitar perkampungan. Namun, ada beberapa jenis yang hidupnya di tepi hutan primer, tepi sungai maupun hutan sekunder. Berbagai usaha oleh pihak lain menyebabkan kebun bambu atau hutan bambu itu digusur atau dimusnahkan. Padahal, manfaat bambu sangatlah penting. Kurangnya Hubungan Keanekaragaman Bambu dan Fauna

Berdaulat dengan Pangan Lokal

Bumi kini dihuni lebih 7,9 miliar kepala. Setiap malam terdapat 219 ribu perut baru minta diisi makanan. Dunia terasa kian sesak. Kemajuan ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, dan kualitas pangan membuat harapan hidup bisa lebih dari 85 tahun. Di sisi lain, lahan pertanian yang kian sempit, degradasi lingkungan yang kian meluas, air yang kian terbatas, dan Berdaulat dengan Pangan Lokal

Sarang Orangutan Bukan Sembarang Sarang

Orangutan pada umumnya adalah satwa liar yang menghabiskan mayoritas aktivitasnya di atas pohon (arboreal), mulai dari pergerakan berpindah, makan, melakukan aktivitas sosial sampai dengan istirahat. Orangutan Sumatra lebih sering berada di atas pohon dibandingkan orangutan kalimantan. Hal ini merubakan adaptasi untuk menghindari predator-predator besar di Sumatra, adaptasi terhadap kondisi hutan dan evolusi perilaku. Orangutan selalu Sarang Orangutan Bukan Sembarang Sarang

Hari Konservasi Alam Nasional dan Jalan Terjal Pengelolaannya

Sejak tahun 2009 setiap tanggal 10 Agustus diperingati sebagai Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN). Perayaan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono, dengan tujuan untuk mengampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat, di samping untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam.   Tiga belas tahun sejak Hari Konservasi Alam Nasional dan Jalan Terjal Pengelolaannya

Gerakan Sains Warga: Gotong Royong Mendata Keanekaragaman Hayati di Sekitar Kita

Data biodiversitas, penting tapi tidak mudah dikumpulkan   Apa saja spesies yang hidup di sekitar kita? Di mana kita bisa menemukan satu spesies tertentu? Manakah daerah yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering tercetus oleh para pemerhati kehidupan liar. Pertanyaan-pertanyaan ini juga penting bagi para penentu kebijakan karena mempertahankan keanekaragaman hayati di Gerakan Sains Warga: Gotong Royong Mendata Keanekaragaman Hayati di Sekitar Kita