Suweg

Article
Suweg
Flora
3294
6 January 2015
Author
Nadia Putri Rachma
127
posting

Divisi           : Magnoliophyta
Kelas           : Liliopsida
Sub Kelas     : Arecidae
Ordo            : Arales
Famili           : Araceae
Genus          : Amorphophallus
Spesies        : Amorphophallus campanulatu

Suweg (dari bahasa Jawa) adalah tanaman anggota marga Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (A. titanum) dan iles-iles (A. muelleri). Suweg sering dicampurbaurkan dengan iles-iles karena keduanya menghasilkan umbi batang yang dapat dimakan dan ada kemiripan dalam morfologi daun pada fase vegetatifnya. Nama lainnya adalah porang, meskipun nama ini juga dipakai untuk iles-iles.

  • Habitus

Mempunyai tangkai yang  belang putih hijau, berbintil-bintil, tangkai daun tunggal utama seringkali dianggap “batang” oleh awam, tumbuh tegak, lunak, dan berwarna hijau (mulai dari muda hingga gelap) berbelang-belang putih panjangnya 60 – 150 cm.

Bunga muncul apabila simpanan energi berupa tepung di umbi sudah mencukupi untuk pembungaan. Sebelum bunga muncul, seluruh daun termasuk tangkainya akan layu. Bunga tersusun majemuk berupa struktur khas talas-talasan, yaitu bunga-bunga tumbuh pada tongkol yang dilindungi oleh seludang bunga. Kuntum bunga tidak sempurna, berumah satu, berkumpul di sisi tongkol, dengan bunga jantan terletak di bagian distal (lebih tinggi) daripada bunga betina.

Struktur generatif ini pada saat mekar mengeluarkan bau bangkai yang memikat lalat untuk membantu penyerbukannya.Perbungaannya terjadi setelah daun hilang dari permukaan tanah. Tangkai berwarna hijau dengan noda pucat setinggi 50 – 120 cm. Tongkolnya mengeluarkan bau tidak enak, dan tertiri dari tiga bagian; yang bawah bunga betina, tengah bunga jantan, dan atas bunga mandul.

Fase vegetatif tampak sebagai dedaunan bercabang-cabang dengan “batang” lunak. Batang sejati tidak ada tetapi berupa umbi yang selalu berada di bawah permukaan tanah. Umbi batang membentuk anakan umbi dari samping dan dapat memunculkan daun sehingga kadang-kadang tampak seperti berumpun, umbi mengandung pati yang komposisinya didominasi oleh mannan; warna umbi putih, sering dengan semburat warna merah jambu atau ungu. Warna umbi ini berbeda dari iles-iles maupun walur (acung), yang warna umbinya kuning.

Permukaan tangkai daun suweg kasar bila diraba, berbeda dari iles-iles yang halus; tangkai daun pada ketinggian tertentu (dapat mencapai 1,5 m) menjadi tiga cabang sekunder dan akan mencabang lagi sekaligus menjadi tangkai helai daun, helai daun ada yang menyatu pada tangkai daun. Suweg tidak memiliki tonjolan berwarna cokelat kehitam-hitaman (disebut bulbil) pada bagian percabangan tangkai daun, sebagaimana iles-iles

Perbanyakan secara generatif dengan biji atau secara vegetatif dengan anakan umbi.

  • Manfaat

Suweg biasanya ditanam untuk dimakan umbinya. Parutan umbi yang segar juga dimanfaatkan sebagai obat luka. Seperti jenis talas, umbi tanaman ini juga mengandung kristal kalsium oksalat yang membuat rasa gatal. Senyawa ini bisanya dihilangkan dengan cara direbus

 

BUNGA SUWEG

Sumber: 

http://www.satuharapan.com/read-detail/read/suweg-tanaman-hias-atau-sumber-karbohidrat

Sumber Gambar:

 http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Suweg_inflorescence.JPG&filetimestamp=20110811014059&

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *