Matoa

Artikel
Matoa
Flora
862
9 Desember 2014
Penulis
Nadia Putri Rachma
127
posting

Divisi       : Magnoliophyta
Kelas       : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo        : Sapindales
Famili       : Sapindaceae 
Genus      : Pometia
Spesies    : Pometia pinnata

Tumbuhan berbentuk pohon, tinggi 20 – 40 m. Akar tunggang. Batang silindris, tegak, warna putih kotor, permukaan kasar, percabangan simpodial, arah cabang miring hingga datar, bercabang banyak sehingga membentuk pohon yang rindang. Daun majemuk, tersusun berseling, 4 – 12 pasang anak daun, saat muda berwarna merah cerah – setelah dewasa menjadi hijau, bentuk jorong, panjang 30 – 40 cm, lebar 8 – 15 cm, helaian daun tebal dan kaku, ujung meruncing (acuminatus), pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus – berlekuk pada bagian pertulangan. Buah bulat atau lonjong, panjang 5 – 6 cm, buah berwarna hijau kadang merah atau hitam (tergantung varietas), bentuk biji bulat – berwarna cokelat muda, daging buah lembek, berwarna putih kekuningan. Perbanyaan generatif (biji)

uah matoa ini memiliki rasa seperti campuran antara kelengkeng dan rambutan yang tentu saja membuat buah ini sangat lezat dan segar. Buah ini juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Buah matao ini kaya akan vitamin C dan vitamin E, tetapi buah ini banyak sekali mengandung glukosa jenuh, jadi jika terlalu banyak di konsumsi bisa menyebabkan “mabuk”.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *