lichenes

Artikel
lichenes
Flora
15167
14 Desember 2014
Pusat Riset Konservasi Gajah dn Biodiversitas
Penulis
Achmad Zulfikar
68
posting

LICHEN (TUJUAN) :  Observasi kami lakukan bertujuan untuk  mengamti berbagai spesies lichen dan mengamti berbagai bentuk habitat dari lichen

LOKASI :  Adapun lokasi pengambilan sampel yang kami ambil di daerah kecamatan ujung pancu lebih tepatnya digunung ujung pancu yang berada  dekat dengan laut dan memilki hutan yang lebih padat .  

PENDAHULUAN

Lichen merupakan tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat. Keberadaanya yang melimpah pada  suatu tempat menandakan bahwa tingkat pencemaran udaranya masih tergolong rendah. Selain sebagai indikator kualitas udara,lichen juga berguna dalam pengobatan tradisional (Erri septiana, 2011)             ekstrak etanol lima jenis lichen yaitu Flavoparmelia caperata, Heterodermia leucomela, Everniastrum cirrhatum, Rimelia reticulata, dan Stereocaulon foliolosummampu menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosisstrain H37Rv dan H37Ra penyebab penyakit TBC (Gupta et all,. 2007)              Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur  dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina (mikobion) dengan clorophyta cynobacteria bersel satu (fikobion). Lumut kerak bersifat endolitik karena dapat masuk kedalam bagian batu (Tjitrosoepomo, G .2005)        

CIRI-CIRI.

–          Memilki thalus

–          Memilki bagian tubuh yang memanjang yang disebut Hifa –          Memilki tiga lapisan  yaitu lapisan luar (korteks), gonidium (lapisan untuk berfotosintesis), lapisan empulur (tempat terjadinya perkembanagan).

–           (lumut kerak)Bila diamati menggunakan mikroskop, lichen terlihat jelas terdiri atas hifa jamur dan sel ganggang. –          Interaksi antara kedua jenis organisme tersebut terjadi karena masing-masing organisme membutuhkan sesuatu yang tidak dapat dipenuhi sendiri.

–          Ganggang mampu menyediakan makanan untuk jamur. –           Ganggang biru dapat memfiksasi nitrogen bebas. Dan –          Mampu  menyediakan nitrogen organik untuk jamur. –          jamur dapat memberikan lingkungan dan perlindungan untuk kehidupan ganggang. –          Susunan hifa jamur memungkinkan terjadinya pertukaran udara, menahan air dan garam-garam mineral, serta melindungi ganggang dari sengatan cahaya matahari.  

Reproduksi

Tubuh talus Lichen sangat berbeda dari Fungi dan Alga lainnya. Jenis ini merupakan tumbuhan dengan bentuk dan pertumbuhan yang sederhana. Reproduksinya dapat melalui aseksual, vegetative, dan seksual. Reproduksi secara aseksuaa umumnya dilakukan oleh tipe Fructiose Lichen. Fructiose Lichen dapat dengan mudah melakukan fragmentasi. Sebagian besar fragmentasi tersebut dilakukan saat musim kering atau saat talus pada Lichen mengalami kekeringan dan memulai pertumbuhannya ketika mulai terdapat embun.             Lichen yang berkembang biak dengan cara vegetatif yaitu :                       Fragmentasi, Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan memisahkan bagian tubuh yang telah tua dari induknya dan kemudian berkembang menjadi individu baru. Bagian-bagian tubuh yang dipisahkan tersebut dinamakan fragmen. Pada beberapa fruticose lichenes, bagian tubuh yang lepas tadi, dibawa oleh angin ke batang kayu dan berkembang tumbuhan lichenes yang baru. Reproduksi vegetatif dengan cara ini merupakan cara yang paling produktif untuk peningkatan jumlah individu.                                        

  Perkembangbiakan melalui Soredia.

Soredia adalah kelompok sel-sel  ganggang yang sedang membelah diselubungi oleh hifa-hifa Fungi. Soredia ini sering        terbentuk dalam bagian khusus dari talus yang mempunyai batas-batas yang jelas yaitu        sorala.                          

Perkembangbiakan dengan Spora Fungi yang hanya menghasilkan Lichenes baru jika Fungi tersebut dapat menemukan partner alga yang cocok.      Lichen yang berkembang biak dengan cara genetatif yaitu :  Generatif spora yang dihasilkan oleh askokarp atau basidiokarp, sesuai dengan jenis jamurnya. Spora dapat tumbuh menjadi lumut kerak baru jika bertemu dengan jenis alga yang sesuai. Sel-sel alga tidak dapat melakukan perkembangbiakan dengan meninggalkan induknya, melainkan hanya dapat berbiak dengan membelah diri dalam tubuh lumut kerak.

  Reproduksi Aseksual:

a)      Metode reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan spora yang sepenuhnya bergantung kepada pasangan jamurnya. b)      Spora yang aseksual disebut pycnidiospores. Pycnidiospores itu ukurannya kecil, spora yang tidak motil, yang diproduksi dalam jumlah yang besar disebut pygnidia.

c)      Pygnidia ditemukan pada permukaan atas dari thallus yang mempunyai suatu celah kecil yang terbuka yang disebut Ostiole. Dinding dari pycnidium terdiri dari hifa yang subur dimana jamur pygnidiospore berada pada ujungnya. Tiap pycnidiospore menghasilkan satu hifa jamur. Jika bertemu dengan alga yang sesuai terjadi perkembangan menjadi lichenes yang baru.   Reproduksi Seksual : Perkembangan seksual pada lichenes hanya terbatas pada pembiakan jamurnya saja. Jadi yang mengalami perkembangan secara seksual adalah kelompok jamur yang membangun tubuh lichenes. Perkembangbiakan secara seksual umumnya terjadi pada Basidiolichen. Perkembangbiakan ini melalui spora yang dihasilkan oleh hifa-hifa Fungi yang kemudian bertemu dengan partner alga yang cocok maka akan terjadi sexual fusion dan pembelahan meiosis.  

  HABITAT             Lichennes dikenal dengan istilah lumut kerak, karena bentuknya menyerupai kerak yang menempel (epifit) di pohon-pohon, tebing, diatas tanah terutama didaerah kutub utara,diatas batu cadas, di tepi pantai atau gunung-gunung yang tinggi. Tumbuhan ini tergolong dalam tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Beberapa jenis dapat masuk pada bagian pinggir batu-batu, oleh karenanya disebut bersifat endolitik

  KLASIFIKASI Lichenes sangat sulit untuk diklasifikasi karena merupakan gabungan dari alga  dan jamur  serta memilki perkembangan yang berbeda. Ada perbedaan pandapat diantaran kalangan ilmuan mengenai lichen ini ada yang berpendapat bahwa lichenes tergolong kedalam jamur dan ada yang mengelompokkan nya kedalam kelompok sendiri. Adapun dasar dari klasifikasi lichenes didasari pada pengamata secara umum dari bentuk nya. –          Jenis jamur yang bersimbiosis –          tipe pembentukan tubuh buahnya –          tipe thalusnya   Dan adapun jika diklasifikasikan berdasarkan tipe –           komponen cendawan (Ascholichenes, Basidiolichenes, Lichen imperfet). –            Alga yang menyusun thalusnya (Homoimerus, Heteromerous,                               

   Ascolichenes          Cendawan penyusunnya tergolong pyrenomycetales, maka tubuh buah yang dihasilkan berupa peritesium. Contoh : Dermatocarpon dan Verrucaria. Jika cendawan penyusunya tergolong dalam Discomycetales, lichenes membentuk tubuh buah yang berupa  apotesium. Dalam golongan ini termasuk Usnea yang berbentuk semak kecil dan banyak terdapat pada pohon-pohon dalam hutan. Contoh : Usnea dasypoga. Terdiri atas 5 ordo : Caliciales, Graphidales, Cyanophilales, Lechanorales,Caloplacales.               

Basidiolichenes         Berasal dari jamur basidiomycetes dan alga mycophyceae. Basidiomycetes yaitu dari family : thelephoraceae, dengan tiga genus Cora, Corella, dan Dyctionema. Mycophyceae berupa filamen  yaitu Scytonema dan tidak berbentuk filament yaitu Chrococcus.              

Lichen Imperfect       Deutromycetes fungi, steril. Contoh : Cystocoleus, Lepraria, Leprocanlon, Normandia, dll.               Berdasarkan alga yang menyusun thallus         

Homoimerus       Sel alga dan hifa jamur tersebar merat pada thallus. Komponen alga mendominasi dengan bentuk seperti gelatin, termasuk dalam Mycophyceae. Contoh : Ephebe, Collema. Collema coccophorum (contoh homolmerus)         

Heteromerous       Sel alga berbentuk terbatas pada bagian atas thallus dan komponen jamur menyebabkan terbentuknya thallus, alga tidak berupa gelatin Chlorophyceae. Contoh : Parmelia. Rhizocarpon geographicum(contoh crustaceus)              Berdasarkan Berdasarkan bentuknya lichenes dibedakan atas empat bentuk:         Foliose (bentuk daun) Thallusnya berbentuk lembaran dan mudah dipisahkan dari substratnya. Lichen ini melekat pada batu-batu, membentuk bercak pada batu, ranting dengan rhizenes. Rhizenes berfungsi sebagai alat untuk mengabsorbsi makanan.Permukaan bawah melekat pada substrat dan permukaan atas merupakan tempat fotosintesis. Jenis ini tumbuh dengan garis tengah mencapai 15-40 cm pada lingkungan yang menguntungkan. Foliose lumut di batu tumbuh keluar dan mati di tengah. Contoh:  Xantoria, Physcia, Peltigera, Palmelia.   Crustose         Bentuknya datar seperti kerak. Lichenes yang memiliki thallus yang berukuran kecil,         datar, tipis. Contoh : Graphis scipta, Haematomma puniceum, Acarospora atau             Pleosidium. Lichen crustose yang tumbuh terbenam di dalam batu hanya bagian         tubuh buahnya yang berada di permukaan disebut endolitik, dan yang tumbuh         terbenam pada jaringan tumbuhan disebut endoploidik atau endoploidal

. Lichen   yang longgar dan bertepung yang tidak memiliki struktur berlapis disebut leprose.   Squamulose Campuran bentuk kerak dan daun. Lichen ini memiliki lobus-lobus seperti sisik, lobus ini disebut squamulus yang biasanya berukuran kecil dan saling bertindih dan sering memiliki struktur tubuh buah yang disebut podetia.   Fruticose Thallus tegak mirip perdu. Tumbuh menempel pada substrat oleh satu atau lebih akar. Beberapa jenis dari lumut ini mempunyai kandungan antibiotik dan anti kanker. Hidup bergelantungan di udara, menempel pada pohon-pohon di pegunungan, Usnea australis, suatu bentuk fruticose, tumbuh di cabang pohon      

MANFAAT BAGI KEHIDUPAN –          Sebagai indikator pencemaran lingkungan (karena liken sangat  peka terhadap polusi). –          Sebagai bahan dasar pembuatan kertas lakmus  celup indikator pH –          Sebagai alat untuk  menyeburkan tanah atau sebagai pupuk. –          Membantu fiksasi nitrogen di alam bebas. –          Dapat dijadikan obahan untuk membuat obat.  

METODE JELAJAH Metode jelajah yang kami lakukan dengan berjalan mengitari gunung dan melakukann pengamatan langsung terhadap sampel-sampel yang kami dapatkan di gunung ujung pancu, Aceh Besar.    

Metode Penelitian dan penjelajahan              

HASIL DAN PEMBAHASAN

Black lichenes Kingdom        :           TIDAK DIKETAHUI Divisio             :           TIDAK DIKETAHUI

Kelas               :           TIDAK DIKETAHUI

Ordo               :           TIDAK DIKETAHUI

Famili             :           TIDAK DIKETAHUI

Genus              :           TIDAK DIKETAHUI

Spesies            :           TIDAK DIKETAHUI                

 Ciri morfologi Merupakan liken  yang memilki morfologi thalus  berbentuk foliose dan berwarna hijau keputihan namaun apothea nya tidak terlihat. Liken ini ditemukan pada batang tanaman. Kingdom        : Pnlatae

Divisio             : Lichenes

Kelas               : Ascholichenes

Famili             : Parmeliaceae

Genus              : Parmotrema

Spesies            :  parmeliopsis sp                                

Ciri morfologi Merupakan lichenes yang memilki morfologi thallus berbentuk foliose  dan berwarna hijau keputihan namun apothecia nya tidak terlihat. Jenis dari spesies ini hanya ditemukan pada batang pohon

  KLASIFIKASI

Kingdom   : Plantae

Divisi        : Lichenes

Class         : Ascolichenes

Famili        : Parmeliaceae

Genus        : Parmotrema

Spesies      : Parmetoma dilatum .  

  Ciri morfologi

Merupakan jenis lichenes yang memiliki morfologi  berbentuk crustose dan berwarn a agak kecoklatan dengan permukaan thalus yang sedikit retak. Jenis ini memilki apothecia yang berwarna hitam dan menonjol. Jenis iniditemukan pada permukaan batan dan permukaan batu dengan diameter 3-8 cm. Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Divisio             :Thallophyt

a Kelas               : Ascholichenes

Ordo                : Verucariales

Famili              :  Verucaciae

Genus              : Verrucaria

Spesies            : Verrucaria mucosa      

  Ciri morfologi              Merupakan jenis lichen  yang memilki morfologi thalus berbentuk crustose. Jenis ini memilki thallus yang sedikit tebal dan berwarna putih kekuningan. Habitat nya biasa di batang pepohnan.

Klasifikasi

Caloplaca sp.

Kingdom         : Plantae

Divisio             :Thallophyta

Kelas               : Ascholichenes

Ordo                : Ostorophales

Famili              : Grapidaciae

Genus              :  Graphis

Spesies            :  Caloplaca sp    

Ciri morfologi

cryptothecia striata memilki bentuk morfologi thalus berbentuk crustose. Warna thalus  nya terbagi kedalam tiga zona yang berbeda yaitu putih, dibagian tengah dan pinggir, serta hijau diantara keduanya dan tidak terlihat adany apothecia. Pola pertumbuhannya membulat. Jenis ditemukan pada sebahgian permukannkulit tumbuhan dan dibebatuan  yang berada di derah gunung ujung pancu.

Klasifikasi cryptothecia striata

Kingdom   : Plantae

Divisi        : Thallophyta

Class         : Ascholichenes

Famili        : Arthoniaceae

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *