Kodok darah

Artikel
Kodok darah
Satwa
2020
9 Januari 2015
Universitas Sumatera Utara
Penulis
David Pasaribu
171
posting

Kodok darah adalah salah satu hewan endemis Indonesia artinya hewan tersebut hanya ada di Indonesia. Kodok merah termasuk hewan langka dan dilindungi karena keberadaannya sudah hampir punah. Daerah yang disenangi kodok darah adalah daerah perbatasan antara dataran rendah lembab dengan hutan pegunungan.

Pengrusakan hutan di daerah Cikeris berupa penebangan pohon yang dilakukan penduduk sekitar taman nasional untuk kebutuhan akan papan dan kayu bakar, menjadi salah satu penyebab penurunan populasi Kodok Merah. Karena ketergantungan Kodok merah pada habitat hutan primer yang tidak dirusak oleh aktivitas manusia, salah satu penyebab utama menurunnya populasi kodok di dunia akhir-akhir ini adalah pengrusakan habitat alami oleh aktivitas manusia.

Kodok Merah mempunyai penyebaran yang sangat sempit, maka tindakan konservasi tidak dapat ditunda lagi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meminimalkan gangguan terhadap habitatnya di Taman Nasional Gunung Halimun. Marilah kita mulai untuk menyadari dan melestarikan keanekaragaman yang terdapat pada negeri Indonesia ini.

Sayangnya, meskipun populasinya sangat sedikit dan sebarannya yang sangat sempit,hewan langka, hewan endemik sekaligus hewan unik ini tidak termasuk dalam satwa yang dilindungi di Indonesia.

Sahaba Wrriors , mungkin pemegang kebijakan di negeri ini terlalu menganggap remeh seekor kodok. Padahal kodok dan katak mempunyai peran penting sebagai indikator perubahan lingkungan. Dan yang tak kalah pentingnya, Kodok Merah merupakan salah satu aset negeri ini yang dititipkan kepada kita.

 

SALAM RIMBA

DAVID PASARIBU

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *