Hering Raja, Nasar Raja, Ruak-ruak Bangkai Raja

Artikel
Hering Raja, Nasar Raja, Ruak-ruak Bangkai Raja
Satwa
2427
9 Januari 2015
Universitas Sumatera Utara
Penulis
David Pasaribu
170
posting

Burung ini berukuran besar dan sebagian besar tubuhnya berwarna putih, dengan bulu-bulu punggung, sayap dan ekor berwarna abu-abu atau hitam. Kepala dan lehernya botak, dengan warna kulit berubah-ubah, termasuk kuning, jingga, biru, ungu, dan merah. Burung Hering Raja memiliki gelambir kuning yang sangat kelihatan menyolok pada paruhnya. Spesies burung ini merupakan burung pemakan bangkai dan sering menjadi burung pertama yang mendatangi bangkai segar. Hering Raja juga kerap mengusir jenis-jenis burung hering Dunia Baru yang lebih kecil dari bangkai. Burung ini dapat bertahan hidup sampai dengan 30 tahun dalam penangkaran.

Hering Raja adalah spesies Hering Dunia Baru yang terbesar. Panjang tubuh keseluruhan mencapai 67–80 cm dan bentangan sayapnya selebar 1.2–1.7 meter. Bobot tubuh Hering Raja sekitar 2.7–4.5 kilogram.

Hering raja amat pandai melayang, kadang-kadang dapat membumbung tinggi selama berjam-jam tanpa mengepakkan sayapnya.

Nasar ini memiliki perilaku urohidrosis, yakni membuang kotoran atau fesesnya di kaki untuk menurunkan suhu tubuhnya. Meskipun memiliki paruh dan tubuh yang besar, nasar ini relatif tidak agresif dan biasanya akan lebih memilih mundur daripada berkelahi.

Hering Raja memakan hanya daging bangkai, dan tidak seperti beberapa Hering Dunia Baru lainnya, burung ini tidak membunuh binatang lain yang sakit atau hampir mati untuk mendapat makanan.

Hering Raja dewasa matang secara seksual ketika berusia sekitar empat atau lima tahun. Hering ini biasanya berbiak selama musim kemarau. Burung hering memiliki perilaku tarian perkawinan yang rumit. 

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *