Cerek Jawa Penghuni Pantai Marina

Artikel
Cerek Jawa Penghuni Pantai Marina
Lain-lain
1828
18 Juni 2014
Penulis
Indeka Dharma Putra
2
posting

Jika kita mendengar kata “cerek” apa yang terlintas dibenak kita? Ya, suatu benda yang berfungsi untuk menyimpan air. Tetapi, cerek yang satu ini sangat berbeda. Dia bukanlah benda untuk menyimpan air seperti bayangan kita. Dia memiliki kaki dan mampu berjalan dengan lincahnya.

Cerek ini adalah Cerek Jawa (Charadrius javanicus) atau Javan Plover. Burung ini merupakan burung pantai dimana kehidupannya bergantung pada ekosistem pantai dalam bersarang dan tempat mencari makan. Paruhnya kecil dan panjang ramping, sangat cocok digunakan untuk mencari makanan berupa crutacea kecil yang terbenam di dalam pasir pantai. Kaki ramping burung ini membantunya untuk dapat berjalan lincah diatas permukaan pasir pantai maupun lumpur. Bulu khasnya berupa bulu coklat yang setengah melingkar di leher dan topi kepalanya. Cicitan kecilnya yang berisik seringkali digunakan untuk mengusir para pemangsa menjauhi sarang tempat anak-anaknya bernaung.

Seperti namanya, burung ini merupakan burung pantai yang endemik dan umum ditemukan di pesisir pantai Jawa, termasuk di pantai Marina, Ancol, Jakarta Utara. Terletak di dalam kawasan perumahan elite Ancol, pantai ini seakan seperti surga tersembunyi burung pantai di tengah hiruk pikuk Jakarta. Tempat ini dahulunya merupakan sebuah tambah ikan yang kemudian beralih fungsi sebagai lahan kosong karena kegiatan pembangunan yang diadakan di lokasi ini. Kontur lokasi berlumpur disana sangat cocok bagi burung-burung pantai seperti kuntul, pecuk, termasuk cerek Jawa ini.

Populasi cerek Jawa ini terbilang cukup banyak untuk ditemukan di daerah ini. Lumpur dan genangan air yang ada menjadi tempat yang pas bagi burung ini membuat sarang untuk anak-anaknya. Jika ingin kita memasuki kawasan ini, persiapkan sepatu boots untuk melalui lumpur yang ada dan nikmati atraksi yang dapat mereka suguhkan-kelompokan cerek Jawa yang bersuara dan terbang kesana kemari bagaikan kupu-kupu di padang bunga. Dan jika cukup sabar, kita bisa berada dekat dengannya, melihat perilaku makannya yang unik dan lucu.

Sayangnya, kini lokasi tersebut sudah semakin sempit dan sulit untuk diakses akibat pembangunan tempat tinggal yang dilakukan. Dampak aktivitas tersebut menyebabkan wilayah jelajah maupun tempat bersarang cerek Jawa semakin sempit. kompetisi yang ada semakin kuat sehingga memaksa hukum alam untuk berlaku. Dan jika ini terus berlanjut maka anak cucu kita akan kehilangan kesempatan untuk melihat pemandangan unik nan menarik burung kecil ini di ujung utara pantai Jakarta.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *