Biawak

Artikel
Biawak
Satwa
1831
20 Agustus 2014
Penulis
widodo setyo
103
posting

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Sauropsida

Ordo: Squapmata

Family: Varanidae

Genus: Varanus

Species: Varanus Salvator

 

Biawak berkembang biak dengan bertelur. Sebelum mengawini betinanya, biawak jantan biasanya berkelahi lebih dulu untuk memperlihatkan penguasaannya. Pertarungan biawak ini unik dan menarik, karena dilakukan sambil ‘berdiri’. Kedua biawak itu lalu saling pukul atau saling tolak sambil berdiri pada kaki belakangnya, sehingga tampak seperti menari bersama.

Telur-telur biawak disimpan di pasir atau lumpur di tepian sungai, bercampur dengan daun-daun busuk dan ranting. Panas dari sinar matahari dan proses pembusukan serasah akan menghangatkan telur, sehingga menetas.

Biawak makan ikan-ikan mati Selain itu, mereka makan apa saja yang mereka dapat telan. Dari serangga kecil (jangkrik), kepiting, ular, telur (burung dan buaya), ikan termasuk belut. Mereka juga makan burung, tikus, kancil kecil, bahkan kadal lainnya. Mereka terutama menyukai bangkai. Mereka bahkan makan sampah, dan bahkan mayat.

Mereka makan mangsanya hampir sebesar badannya sendiri. Biawak termasuk makhluk berdarah dingin yang tidak mempunyai darah dingin. Sebaliknya, darah mereka cenderung cocok dengan suhu lingkungan sekitar mereka.

Biawak lebih aktif disiang hari, mereka dapat mempertahankan suhu tubuhnya terus-menerus. Mereka melakukan ini dengan memilih sesuai iklim dalam habitat mereka; bersembunyi ketika panas, dan memilih tempat-tempat yang hangat ketika tidur di malam hari.
Teknik berburu utama biawak adalah dengan mengejar mangsa yang telah dilihatnya. Seperti ular, mereka memiliki lidah bercabang yang tetap masuk dan keluar secara teratur untuk “mencium” mangsa lezat lainnya.

Biawak dapat berenang dengan baik (menjaga anggota badan ke sisi tubuh, dan mendorong diri mereka sendiri melalui liak-liuk badannya dan mendorong dengan ekornya). Biawak bahkan pernah terlihat berenang di laut jauh. Mereka dapat tetap di bawah air hingga setengah jam.

Biawak juga pelari cepat untuk ukuran mereka karena mereka memiliki otot kaki kuat. Pada kenyataannya, mereka lebih cepat daripada kebanyakan dari kita dapat berjalan.

Mereka juga memanjat dengan baik, untuk mencari makanan maupun untuk menghindari predator, menggunakan cakarnya yang melengkung kuat. Biawak muda kadang tinggal di pohon untuk keselamatan. Jika terpojok diatas pohon, mereka akan terjun langsung ke dalam sungai. Mereka biasanya bersembunyi di tepi sungai.

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *