6 Hal yang dapat Kamu Lakukan di Way Kambas

Artikel
6 Hal yang dapat Kamu Lakukan di Way Kambas
Lain-lain
1875
30 September 2015
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
932
posting

Belum pernah jalan-jalan ke Sumatera?

Kebanyakan orang yang tinggal di Pulau Jawa mungkin pernah pelesiran ke kota-kota besar seperti Bandung, Bogor, Jogjakarta, atau Malang. Tapi tidak banyak yang pernah berpelesir menyebrang ke pulau Sumatera. Padahal Provinsi Lampung yang paling dekat dengan Pulau Jawa memiliki banyak tempat menarik, salah satunya  Way Kambas. Taman Nasional Way Kambas terletak di Lampung Timur. Lalu apa saja yang bisa dilakukan di Way Kambas? Ini dia beberapa hal yang para warriors lakukan ketika Journey to Sumatera di Way Kambas.

Bertemu Gajah di PKG

Pusat Konservasi Gajah atau disingkat PKG, tempat ini dulunya bernama Tempat Latihan Gajah (PLG). Di PKG kita bisa melihat kegiatan usaha konservasi gajah di TN Way Kambas. Gajah-gajah liar yang tadinya terlibat konflik dilatih oleh pawang. Gajah-gajah tersebut sekarang diurus dan menjadi sahabat para pawang. Meski gajah di PKG sudah terlatih, kamu yang datang ke PKG harus tetap berhati-hati. Bermain dengan gajah sangat menyenangkan, asal selalu mengikuti instuksi pawang dan peraturan yang berlaku.

Mengintip Kecantikan Satwa Liar

Pernah melihat monyet di kebun binatang? Atau memotret burung di sangkar? Tentu berbeda rasanya dengan mengintip mereka di alam bebas. Keanekaragaman hayati TN Way Kambas menawarkan pengalaman hebat. Setidaknya ada sekitar 300 jenis burung yang terdata, 5 mamalia besar khas, dan beberapa diantaranya eksotik dan berstatus terancam. Misalnya dari jenis burung, ada si cantik Mentok Rimba yang sudah terancam keberadaannya. Keanekaragaman burung di Way Kambas banyak mengundang wisatawan mancanegara datang untuk melakukan bird watching.  Terkadang kalau “beruntung” kita juga bisa bertemu Badak Sumatera atau Harimau Sumatera?

Naik ke Rumah Pohon

Belum banyak yang tahu kan kita bisa naik ke rumah pohon di Way Kambas? Dengan menaiki lima anak tangga di samping pohon besar kamu bisa mencapai “kepompong” yang menggantung di pohon. Kepompong atau cocoon yang dimaksud adalah rumah pohon yang dibuat dari rotan yang menggantung di atas pohon. Di atas sana kita bisa mengamati satwa atau hanya menikmati pemandangan dari ketinggian.

Night Watching

Siapa berani bertualang malam hari? Kamu bisa bertualang malam di desa sekitar TN Way Kambas. Letak desa yang berdekatan dengan zona taman nasional membuat keanekaragaman hayati di desa menarik untuk dilihat. Kita bisa melihat burung hantu bertengger di atas pohon saat setelah senja. Bahkan jika beruntung kita bisa melihat si pemalu, Kukang. Hewan yang bergerak lambat ini statusnya sudah terancam punah. Hal yang menarik dari kukang adalah matanya yang menyala ketika malam hari. Karena itu kukang juga disebut dengan fire face.

Ikut Membuat Gula Merah

Siapa yang tidak suka dengan rasa manis dari gula merah? Ternyata pembuatan gula merah membutuhkan nira dari pohon kelapa sebagai bahan utama. Kegiatan produksi gula merah rumahan ini dilakukan oleh kelompok pengerajin di Desa Labuhan Ratu 9 Way Kambas, Lampung. Tidak hanya membuat lalu menjualnya, proses pembuatan gula merah ini juga menjadi destinasi wisata desa. Desa yang berbatasan dengan pintu TN Way Kambas ini memang sedang mengembangkan diri menjadi desa ekowisata.

Menyulap Sapi menjadi Api

Bukan sulap bukan sihir, tapi di Desa Labuhan Ratu 9 kita bisa melihat Api yang berasal dari kotoran sapi. Desa yang sedang mengembangkan diri jadi desa ekowisata ini sudah mulai memanfaatkan teknologi biogas. Limbah ternak dari kotoran sapi tidak dibiarkan membusuk begitu saja. Kotoran sapi ditampung di dan diolah, tampungan tersebut kemudian menghasilkan gas. Perangkat biogas kemudian menyalurkan gas ke kompor-kompor yang terhubung. 

Mengolah Sampah Menjadi Hadiah

Suka menyeduh kopi instan atau makan makanan ringan? Lalu kemana perginya sampah yang kita buang? Jika biasanya sampah dibuang begitu saja, di Desa Labuhan Ratu sampah memiliki nasib yang berbeda. Kelompok pengerajin di desa ini mengolah sampah bekas kemasan menjadi bahan kerajinan. Bekas bungkus kopi misalnya, dari lembaran-lemabaran sampah yang tidak berguna mereka olah menjadi tas atau benda cantik lainnya. Kerajinan ramah lingkungan yang mereka buat tidak terlihat dari sampah, bahkan cocok menjadi hadiah. 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *