...

Artikel
...
Aktivitas
79
27 Juli 2022
Universitas Tanjungpura
Penulis
Ixua Irena Yora
1
posting

Hari Internasional Konservasi Ekosistem Mangrove 2022
“Peduli Mangrove, Selamatkan kehidupan yang berkelanjutan”

Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menyimpan karbon dalam jumlah yang besar. Mangrove juga menjadi habitat bagi satwa serta menjadi daerah pemijahan dan pembesaran bagi ikan. Mangrove juga berfungsi menjaga dan melindungi pantai agar dapat mencegah terjadinya abrasi. Mangrove di Kalimantan Barat terkhususnya di Kabupaten Kubu Raya merupakan yang terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Luas Mangrove di Kabupaten Kubu Raya sebesar 132.887,81 Ha atau 75,84% dari total luas mangrove di Kalimantan Barat. Namun sangat disayangkan, saat ini keberadaan hutan mangrove semakin terancam akibat aktivitas manusia . Agar mangrove tetap lestari tentunya dapat terwujud dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan dengan tindakan nyata yakni menjaga dan melakukan penanaman serta pemeliharaan terhadap mangrove. Karena satu tindakan pelestarian mangrove dapat memberikan berjuta harapan bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup.
Mahasiswa Pencinta Alam beserta Biodiversity Warriors Kehati merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang kepencintaalaman dan berkomitmen mendukung serta menjaga pelestarian lingkungan hidup yang dapat dilihat melalui pelaksanaan salah satu program yakni peghijauan dengan melakukan penanaman bibit mangrove. Dalam rangka memperingati hari Mangrove sedunia yang bertepatan pada tanggal 26 Juli 2022, Mapala Untan beserta BW Kehati Untan memperingatinya dengan melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove. sebanyak 300 bibit mangrove ditanam di kawasan Pesisir Ekowisata Equator Park, Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan serupa sebelumnya juga pernah dilaksanakan oleh Mapala Untan serta BW Kehati Untan pada tahun 2021 dengan menanam 250 bibit mangrove yang berlokasi di kawasan pesisir Ekowisata Telok Berdiri, Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan dihadiri oleh Pemerintah Desa Jeruju Besar, jajaran Pimpinan serta staf Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, CV Rohimus Tsulus serta Mahasiswa Pencinta Alam Se-pontianak. Pada pukul 09.15 WIB acara tersebut dimulai dengan doa serta kata sambutan dari Kepala Desa Jeruju Besar, serta Ketua Umum Mapala Untan/koordinator BW Kehati Untan. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan metode penanaman mangrove lalu dilanjutkan dengan penanaman mangrove. Antusiasme para peserta pada event ini sangat luar biasa terlihat dari antusiasme yang tak luntur dari wajah mereka, bahkan sejumlah peserta tampak tak sabar untuk segera memulai aksi penanaman bibit mangrove padahal sesi pembukaan acara belumlah usai. Sebanyak 300 bibit mangrove di tanam di lokasi ini.
Kelvin Pratama selaku Ketua Umum Mapala Untan sekaligus sebagai koordinator BW Kehati Untan menuturkan “ kegiatan penanaman mangrove ini tidak hanya akan putus sampai disini, menanam bukan hanya sekedar menanam tapi juga akan kami lakukan monitoring serta penyulaman terhadap bibit yang mati. Monitoring rutin ini akan dilakukan setiap sebulan sekali, selain itu harapan kedepannya semoga bibit yang telah ditanam ini semuanya dapat tumbuh semua sehingga kedepannya dapat bermanfaat bagi masyarakat serta untuk mencegah abrasi dan masij banyak fungsi mangrove lainnya”.
Pemerintah Desa Jeruju Besar sangat mengapresiasi langkah kongkrit yang telah dilakukan oleh Mapala Untan serta BW Kehati Untan dalam kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan di Desa mereka. Pemerintah Desa Jeruju Besar berharap kedepannya agar banyak dilakukan kegiatan penghijauan lagi di desa mereka, agar kelak Desa Jeruju Besar dapat terus lestari dan menjadi Desa yang mangrove nya dapat menjadi penopang kehidupan untuk anak serta cucu-cucu mereka.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *