Archives: Opini

Derita Gajah Menuju Kepunahan

Dalam dunia satwa, gajah dikenal sebagai adalah mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea. Ada dua species gajah dari daratan Afrika sub-sahara yaitu (Loxondota Africana) yang menghuni hutan dan gajah semak (Loxondota cyclostis).  Sementara gajah asia (Elepas maximus) ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara masih bertahan dengan populasi terus menurun. Gajah satwa herbivora Derita Gajah Menuju Kepunahan

Makna Peringatan: Eling, Melakukan Perubahan dan Perbaikan

Hari Keanekaragaman Hayati tanggal 22 Mei 2023 diperingati tepat satu bulan setelah Hari Raya idul Fitri. Hari Fitri adalah hari yang fitroh, yang artinya lahir kembali dalam keadaan suci, membuka lembaran baru, dan mengisinya dengan yang lebih baik.  Makna memperingati, adalah muhasabah, introspeksi, evaluasi dan melakukan perubahan untuk perbaikan. Begitu banyak hari istimewa terkait keanekaragaman Makna Peringatan: Eling, Melakukan Perubahan dan Perbaikan

Arti Penting Air Bagi Burung Bermigrasi

Perayaan tahunan World Migratory Bird Day telah berlangsung semenjak 2006. Bebagai tema menarik diusung tiap tahunnya, termasuk untuk 2023. Di perayaan Hari Migrasi Burung Sedunia ke-17 kali ini, penyelenggara menyodorkan satu tema esensial, “Air: Mempertahankan Kehidupan Burung”. Tentu kita sama mafhum, air begitu penting dan mendasar. Tak hanya bagi burung yang bermigrasi, namun bagi seluruh Arti Penting Air Bagi Burung Bermigrasi

Bersiap Menghadapi Musim Kemarau: Risiko dan Peluang

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mempublikasikan Prakiraan Musim Kemarau 2023 pada 699 ZOM (Zona Musim) di Indonesia. Disampaikan sebanyak 430 ZOM (61,52%) mengawali musim kemarau pada periode bulan April – Juni, dan sebagian ZOM memasuki musim kemarau dengan periode sebelum atau setelahnya, atau bahkan tidak mengalami musim kemarau (Gambar 1). Puncak musim kemarau Bersiap Menghadapi Musim Kemarau: Risiko dan Peluang

Hutan Larangan, Sebuah Harapan Menjaga Bumi

Kedatuan Sriwijaya, salah satu kerajaan di Indonesia yang menghormati alam. Salah satu buktinya Prasasti Talang Tuwo [1]. Prasasti yang dibuat pada 684 Masehi, menyebutkan pembuatan taman [lanskap] bernama Sri Ksetra, berisi beragam tanaman, seperti pinang, aren, kelapa, bambu, yang diperuntukan semua makhluk hidup. Tujuannya, semua makhluk hidup itu hidup sejahtera dan bahagia.   Artinya, raja Hutan Larangan, Sebuah Harapan Menjaga Bumi

Ketahanan Pangan dan Peran Perempuan

Ketahanan  pangan  akan selalu menjadi  isu  global  yang  mendapat  perhatian  serius  dari  berbagai  negara internasional, tidak terkecuali di Indonesia. Pangan akan selalu menjadi kebutuhan dasar yang penting bagi manusia untuk mempertahankan kehidupannya. Kecukupan pangan merupakan hak asasi untuk semua orang. Definisi ketahanan pangan dalam  rumah  tangga  menurut  FAO  (1992) didefinisikan sebagai kecukupan pangan secara kuantitas Ketahanan Pangan dan Peran Perempuan

Pak Arsyad si Penjaga Komodo

Oleh: Tenaga Ahli Menteri Bidang Restorasi & Jemitraan Konservasi Dr Ir Wiratno M.Sc dan Kepala Bagian TU BBKSDA NTT Mulyo Hutomo S.Pi M.Si   Namanya singkat Arsyad, lelaki paruh baya umur 55 tahun, dan mantan kepala desa. Alih-alih  mau memperpanjang masa jabatan, pria asal Pota  Kabupaten Manggarai Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur  ini malah mengundurkan Pak Arsyad si Penjaga Komodo

Gerakan Perempuan Indonesia untuk Kurangi Sampah

Persoalan sampah tidak hanya menjadi isu nasional tapi sudah menjadi isu global. Di Indonesia, rata-rata setiap orang menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari. Dalam Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Pemerintah menetapkan target pengelolaan sampah yang ingin dicapai adalah 100% Gerakan Perempuan Indonesia untuk Kurangi Sampah

Monster Sampah

Masalah lingkungan hidup sangat bisa memunculkan konflik dan ketegangan yang kompleks baik di ruang publik maupun ruang domestik. Hal ini bisa sangat mempengaruhi pola pikir dan paradigma kita menghadapi kehidupan dan masalah sehari-hari, seperti udara yang tercemar, perubahan iklim, berkurangnya lahan hijau atau lahan serapan, dan juga sampah mulai dari sampah rumah tangga sampai sampah Monster Sampah

Mengoptimalkan Manfaat Jasa Lingkungan Melalui Integrasi Konservasi Biodiversitas dan Geodiversitas

Pengelolaan kawasan berbasis konservasi sumber daya hayati (biodivesitas) telah memiliki sejarah panjang. Di Indonesia, perlindungan keanekaragaman hayati diatur melalui UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya. Konservasi sumber daya hayati di Indonesia dilakasanakan melalui penetapan kawasan suaka alam (cagar alam, suaka margasatwa) dan pelestarian alam (taman nasional, taman hutan raya, Mengoptimalkan Manfaat Jasa Lingkungan Melalui Integrasi Konservasi Biodiversitas dan Geodiversitas