Bersiap Menghadapi Musim Kemarau: Risiko dan Peluang

Aktivitas, Perubahan Iklim
Bersiap Menghadapi Musim Kemarau: Risiko dan Peluang
4 Mei 2023
580

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mempublikasikan Prakiraan Musim Kemarau 2023 pada 699 ZOM (Zona Musim) di Indonesia. Disampaikan sebanyak 430 ZOM (61,52%) mengawali musim kemarau pada periode bulan April – Juni, dan sebagian ZOM memasuki musim kemarau dengan periode sebelum atau setelahnya, atau bahkan tidak mengalami musim kemarau (Gambar 1). Puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Juli dan Agustus pada 507 ZOM (72,53%). Durasi musim kemarau di sebagian wilayah Indonesia atau pada 355 ZOM (50,8%) diprakirakan berlangsung antara 9-20 dasarian atau kurang lebih 3-6,5 bulan. Diperbandingkan dengan periode 1991-2020, 45 ZOM (6,14%) memiliki sifat musim kemarau di atas normal, 327 ZOM (46,78%) normal, dan 327 ZOM (46,78%) di bahwa normal. Lebih lanjut, ditekankan, pada semester kedua 2023 (Juli atau Agustus) terdapat peluang El Nino sebesar 50-60% dengan kondisi uap air kering di Indonesia.

 

Gambar 1. Peta Prakiraan Awal Musim Kemarau 2023 di Indonesia BMKG

 

So What dengan prakiraan musim kemarau tersebut? Setidaknya ada tiga hal yang perlu menjadi pemikiran bersama: (1) Pada kurun tiga tahun terakhir kita mengalami musim kemarau yang cenderung basah sehingga seolah tidak ada bedanya antara musim kemarau dan penghujan. Dengan pengalaman tersebut, masyarakat mudah berasumsi bahwa musim kemarau kali ini akan sama. (2) Indonesia punyak banyak pengalaman bencana hidrometeorologis kekeringan, kebakaran hutan, dan kekurangan air bersih pada saat musim kemarau yang intensitasnya diperkuat oleh faktor EL Nino. (3) Musim kemarau berarti kemudahan produksi bagi petani garam, penjual ikan kering, dan kesempatan lebih baik bagi nelayan untuk mencari ikan.

 

Dari tiga hal di atas, tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan pemikiran kepada pembaca pada risiko dan peluang yang dapat muncul dari musim kemarau, dengan harapan pembaca dapat bersiap dan bersikap antisipatif mensiasati kerugian yang dapat muncul atau mengambil peluang positif yang mungkin akan terjadi. Penulis juga berharap pembaca dapat menyebarkan informasi BMKG dan memberikan informasi pada masyarakat kecil akan risiko dan peluang yang dapat muncul untuk membantu kehidupan mereka agar terhindar dari kerugian.

 

Dalam pengelolaan lingkungan perspektif Pengelolaan Bencana dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dapat dilihat sebagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Demikian halnya dengan turunan dua perspektif tersebut, yaitu perpektif risiko dan peluang. Kerangka tulisan ini akan mendudukan informasi musim kemarau BMKG diinterpretasikan dalam perspektif risiko dan peluang dengan memberikan perhatian utama pada kehidupan ekonomi masyarakat bawah untuk memberikan makna pengelolaan lingkungan pada nasib rakyat kecil.

 

Makna musim kemarau dalam konteks iklim Indonesia adalah pergerakan semu matahari kearah lintang utara katulistiwa hingga wilayah Asia mendapatkan sinar matahari maksimal dengan tekanan udara relatif rendah, dan suhu udara relatif tinggi. Sebaliknya wilayah lintang selatan di Australia mengalami musim dingin dengan tekanan udara relatif tinggi dan suhu relatif rendah. Perbedaan tekanan dua wilayah tersebut memungkinkan arah angin bergerak dari wilayah Australia ke Asia atau dikenal dengan angin muson timur. Pada musim kemarau, curah hujan perdasarian kurang dari 50 mm, kelembaban nisbi udara rendah, awan sering terlihat lebih sedikit atau bahkan tanpa awan, suhu udara siang hari panas dapat mencapai 370, sementara suhu udara malam hari dingin dapat mencapai 140 bahkan untuk wilayah dataran tinggi seperti Dieng dapat mencapai -10.

 

Pada masyarakat umum, kesan musim kemarau berasosiasi dengan sifat ombak dan angin timuran yang lebih lemah, langit yang lebih cerah, matahari terbenam yang indah, siang hari terik dan malam yang dingin, debu jalanan, daun pepohonan yang mengering, angin kering yang sering berhembus, tanah-tanah yang merekah, dan kesulitan air bersih.

 

Dua aspek di atas, konteks iklim dan kesan masyarakat, hadir dan berada dalam kehidupan ekonomi masyarakat sebagai faktor risiko dan peluang yang lebih sering terkesan tidak disadari – setidaknya terlihat dari kejadian bencana kekeringan yang berulang mengisi berita media. Lalu apa saja faktor risiko dan peluang musim kemarau terkait kehidupan ekonomi masyarakat yang perlu menjadi perhatian? Tabel 1 mengurai beberapa hal yang dapat menjadi perhatian pembaca.

 

 

Selain beberapa aspek di atas, musim kemarau juga membawa risiko kebakaran hutan dan lahan yang bukan hanya berdampak negatif kepada pengelolaan lingkungan terutama terkait perubahan iklim, tetapi juga dapat membawa kerugian bagi ekonomi dan kesehatan masyarakat. Risiko kebakaran hutan akan lebih buruk jika terjadi di lahan gambut. Untuk menghindari risiko tersebut, para pihak terkait perlu melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan termasuk memantau ketinggian muka air di lahan gambut dan keberfungsian sumur-sumur air untuk penanggulangan kebakaran.

 

Untuk mengantisipasi kelangkaan air di musim kemarau, beberapa daerah yang belum memasuki musim kemarau atau masih pada musim peralihan dapat segera melakukan pemanenan air hujan untuk disimpan pada bak air, embung, kolam air dan tempat-tempat yang dapat digunakan untuk penyediaan air bersih dan mudah digunakan kembali saat diperlukan.

 

Tentang Penulis
Ahfi Wahyu Hidayat
Spesialis Konservasi dan Perubahan Iklim Program TFCA Kalimantan

Yayasan KEHATI

Syarat dan ketentuan

  1. Memuat hanya topik terkait keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup
  2. Panjang tulisan 5.000-6.000 karakter
  3. Tidak plagiat
  4. Tulisan belum pernah dimuat di media dan situs lain
  5. Mencantumkan nama, jabatan, dan organisasi
  6. Melampirkan foto diri dan biografi singkat
  7. Melampirkan foto pendukung (jika ada)
  8. Mengirimkan tulisan ke [email protected]
  9. Jika akan dimuat dimuat, pihak admin akan menghubungi penulis untuk menginformasikan tanggal pemuatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *