Archives: Opini

Nagari Ramah Harimau Wujud Nyata Keterlibatan Masyarakat Minangkabau Dalam Menjaga Eksistensi Harimau Sumatra

“Empat ekor sapi saya diserang Harimau. Dua ekor mati dan dua ekor lagi selamat. Itu kerugian nyata bagi saya. Belum lagi saya dan warga lain tak bisa berkebun. Takut kalau-kalau harimau itu tiba-tiba muncul,”demikian kata Rano, mengenang petaka interaksi negatif antara Harimau Sumatra dengan Manusia. Human Tiger Conflict (HTC) bahasa kerennya.   Rano merupakan warga Nagari Ramah Harimau Wujud Nyata Keterlibatan Masyarakat Minangkabau Dalam Menjaga Eksistensi Harimau Sumatra

Kembalikan Rasa Kepedulian Terhadap Lingkungan untuk Kelestarian Harimau Sumatera dari Usia Dini

Beberapa waktu terakhir, terdapat momen-momen pilu dalam pelestarian harimau sumatera. Bagaimana tidak, tersiar kabar harimau telah masuk ke pemukiman warga, bahkan ada pula yang memakan ternak warga. Kabar-kabar ini menyebabkan ketakutan dan keresahan bagi masyarakat sekitar hutan dan tak dapat dipungkiri bahwa hal ini memupuk momok negatif terhadap kemunculan harimau sumatera di desa sekitar hutan. Kembalikan Rasa Kepedulian Terhadap Lingkungan untuk Kelestarian Harimau Sumatera dari Usia Dini

Konflik Manusia dan Harimau, Kapan Berakhir?

Desa Seulekat merupakan salah satu Desa yang berada di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Desa ini langsung berbatasan dengan hutan Kawasan Ekosistem Leuser. Hampir seluruh masyarakat di desa tersebut bermata pencaharian sebagai petani. Namun, selama satu tahun terakhir masyarakat tidak lagi berani bekerja ke kebun. Hal ini disebabkan karena adanya harimau yang berkeliaran dan telah Konflik Manusia dan Harimau, Kapan Berakhir?

Hari Mangrove Sedunia 2023: Melestarikan yang tersisa dan memulihkan yang rusak

Perayaan Hari Mangrove Sedunia atau World Mangrove Day (WWD) pertama sekali dilakukan pada 26 Juli 2016 atau masih kurang dari 1 dekade. Peringatan tersebut menindaklanjuti resolusi 38C/66 UNESCO yang dihasilkan oleh Konferensi Umum UNESCO ke-38 di Paris pada tanggal 6 November 2015.   UNESCO atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization merupakan badan khusus Hari Mangrove Sedunia 2023: Melestarikan yang tersisa dan memulihkan yang rusak

Menghadirkan Kemakmuran Di Laut

i Pulau Morotai, pulau kecil di ujung utara beranda negeri ini, seorang petugas penginapan berkelakar bahwa ada 2 (dua) buah matahari yang Tuhan ciptakan di pulau berpenduduk 74.565 jiwa (2020) ini. Kelakar ini bertolak dari suhu udara di permukaan bumi yang terasa jauh lebih panas ketimbang lima tahun sebelumnya.   Tak hanya warga Pulau Morotai, Menghadirkan Kemakmuran Di Laut

Kelelawar dan tanaman eksotik di perkotaan: interaksi yang menarik sekaligus berbahaya

Kelelawar menempati urutan kedua setelah keluarga tikus (Rodentia) dengan jumlah jenis terbanyak dalam kelas Mamalia yang mampu bertahan di berbagai kondisi lingkungan. Hewan yang dianugerahi dengan sayap untuk dapat terbang dan kemampuan mencari makan di malam hari menjadi kunci mengapa jenis ini dapat bertahan dengan baik di lingkungan perkotaan. Tekanan dari aktivitas manusia yang rendah Kelelawar dan tanaman eksotik di perkotaan: interaksi yang menarik sekaligus berbahaya

Mikroalga Sang Penyelamat Masa Depan Bumi dan Manusia

Perubahan iklim telah menyebabkan planet bumi kita sedang tidak baik-baiknya. Pemanasan global secara nyata telah menghadirkan gelombang panas yang menimbulkan korban jiwa, seperti terjadi di Eropa dan baru-baru di India. Hilangnya hutan hujan tropis di Asia dan kawasan hutan Amazon di Brasil memparah dampak perubahan ikilim secara global. Berbagai upaya mitigasi dengan rehabilitasi dan pemulihan Mikroalga Sang Penyelamat Masa Depan Bumi dan Manusia

Derita Gajah Menuju Kepunahan

Dalam dunia satwa, gajah dikenal sebagai adalah mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea. Ada dua species gajah dari daratan Afrika sub-sahara yaitu (Loxondota Africana) yang menghuni hutan dan gajah semak (Loxondota cyclostis).  Sementara gajah asia (Elepas maximus) ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara masih bertahan dengan populasi terus menurun. Gajah satwa herbivora Derita Gajah Menuju Kepunahan

Makna Peringatan: Eling, Melakukan Perubahan dan Perbaikan

Hari Keanekaragaman Hayati tanggal 22 Mei 2023 diperingati tepat satu bulan setelah Hari Raya idul Fitri. Hari Fitri adalah hari yang fitroh, yang artinya lahir kembali dalam keadaan suci, membuka lembaran baru, dan mengisinya dengan yang lebih baik.  Makna memperingati, adalah muhasabah, introspeksi, evaluasi dan melakukan perubahan untuk perbaikan. Begitu banyak hari istimewa terkait keanekaragaman Makna Peringatan: Eling, Melakukan Perubahan dan Perbaikan

Arti Penting Air Bagi Burung Bermigrasi

Perayaan tahunan World Migratory Bird Day telah berlangsung semenjak 2006. Bebagai tema menarik diusung tiap tahunnya, termasuk untuk 2023. Di perayaan Hari Migrasi Burung Sedunia ke-17 kali ini, penyelenggara menyodorkan satu tema esensial, “Air: Mempertahankan Kehidupan Burung”. Tentu kita sama mafhum, air begitu penting dan mendasar. Tak hanya bagi burung yang bermigrasi, namun bagi seluruh Arti Penting Air Bagi Burung Bermigrasi