Kelelawar dan tanaman eksotik di perkotaan: interaksi yang menarik sekaligus berbahaya

Aktivitas, Satwa
Kelelawar dan tanaman eksotik di perkotaan: interaksi yang menarik sekaligus berbahaya
5 Juni 2023
612

Kelelawar menempati urutan kedua setelah keluarga tikus (Rodentia) dengan jumlah jenis terbanyak dalam kelas Mamalia yang mampu bertahan di berbagai kondisi lingkungan. Hewan yang dianugerahi dengan sayap untuk dapat terbang dan kemampuan mencari makan di malam hari menjadi kunci mengapa jenis ini dapat bertahan dengan baik di lingkungan perkotaan. Tekanan dari aktivitas manusia yang rendah di malam hari dan kemampuan terbang melintasi fragmen menjadi fitur unggulan bagi kelelawar untuk memperoleh makanan dari berbagai matriks perkotaan. Salah satu kelompok yang memperoleh keuntungan tersebut adalah kelelawar pemakan buah dimana jenis-jenis kelelewar ini bahkan dapat memanfaatkan bermacam sumber daya yang terdapat di sekitar pemukiman atau perkantoran. Dengan demikian, kelelawar di perkotaan tidak memiliki kendala dalam memperoleh pakan yang terdapat di lingkungan perkotaan. Sebagai kompensasinya, tumbuhan dan manusia juga memperoleh keuntungan melalui peran kelelawar yang dapat membantu pemencaran tumbuhan ke habitat lain, sehingga komposisi tanaman di perkotaan dapat terpelihara dengan baik yang secara tidak lansung memberikan pelayanan ekosistem yang baik di perkotaan.

Kelelawar diketahui merupakan pemencar biji yang sangat baik dikarenakan perilaku dari kelelawar yang umumnya membawa biji jauh dari pohon induknya baik secara epizoochory (tidak melalui sistem pencernaan) maupun endozoochory (tertelan dan melewati sistem pencernaan). Selain itu, hewan ini umumnya memiliki perilaku yang tidak invasif dalam hal mengkoleksi buah dari pohon induknya dimana buah yang termakan dikoleksi satu persatu dengan perlahan sehingga tidak banyak buah yang terbuang atau terjatuh dari pohon induk. Buah atau biji yang jauh dari pohon induk memiliki peluang untuk dapat tumbuh dengan lebih baik dibanding buah yang jatuh dibawah pohon induk. Selain memencarkan biji tanaman, kelelawar juga memiliki fungsi sebagai polinator beberapa jenis tumbuhan di perkotaan sehingga meningkatkan peluang keberhasilan reproduksi tanaman di perkotaan dan memfasilitasi aliran gen antar matriks.

Lingkungan perkotaan identik dengan populasi manusia yang sangat tinggi. Salah satu dampak dari populasi manusia yang tinggi adalah perubahan komposisi vegetasi yang juga sangat tinggi dan dinamis. Perubahan komposisi vegetasi disebabkan oleh berbagai fakor salah satunya adalah tumbuhan eksotik yang ditemukan dalam jumlah melimpah dan liar, contohnya adalah kersen (Muntingia calabura) dan glodokan tiang (Polyalthia longifolia). Kelimpahan jenis ini di perkotaan cukup tinggi dan tersebar hampir di seluruh ekosistem. Keberadaan jenis tanaman ini sangat menguntungkan bagi kelelawar karena dapat digunakan sebagai pakan alternatif, terutama pada saat musim kelangkaan buah. Namun di sisi lain, kelelawar juga membantu pemencaran dan polinasi dari jenis tanaman ini sehingga dapat mengancam keberadaan jenis tanaman asli melalui persaingan secara langsung dan tidak langsung. Persaingan secara lansung terjadi jika tanaman ini berhasil germinasi dan memonopoli suatu kawasan sehingga menghambat pertumbuhan dari jenis tanaman asli. Persaingan secara tidak langsung terjadi dikarenakan preferensi kelelawar yang sangat tinggi pada tanaman eksotik dapat berakibat berkurang peluang tanaman asli untuk termakan dan dipencarkan oleh kelelawar.

Interaksi antara kelelawar pemakan buah dan tanaman eksotik telah diketahui di berbagai kota di dunia. Di Jakarta, terdapat 5 jenis kelelawar yang diketahui memiliki peran sebagai pemencar buah dan polen, yaitu Cynopterus brachyotis, Cynopterus titthaecheilus, Cynopterus sphinx, Macroglossus sabrina, Eonecterys spelea berdasarkan kajian yang dilakukan oleh tim riset dari Universitas Negeri Jakarta. Diantara jenis tersebut, Cynopterus brachyotis merupakan jenis yang paling umum ditemukan. Hampir seluruh jenis kelelawar di perkotaan diketahui mengonsumsi kersen dan glodokan tiang. Frekuensi biji dan polen yang dipencarkan dari dua jenis tamanan ini menjadi sangat tinggi dikarenakan asosiasi yang sangat kuat antara Cynopterus brachyotis dengan kedua jenis tanaman ini, terutama kersen, dimana hampir 55% individu ditemukan biji kersen didalam fesesnya. Upaya konservasi perlu dilakukan untuk mengurangi pemencaran jenis ini di perkotaan, salah satunya adalah pengendalian pertumbuhan tanaman ini di lingkungan perkotaan. Hal ini perlu untuk dilakukan mengingat dari hasil kajian studi diketahui bahwa kelelawar seringkali berpindah lokasi dari fragmen ke fragmen dalam satu malam, termasuk hutan kota, setelah mengkonsumsi buah dari tanaman eksotik yang berada dekat pemukiman manusia. Dengan kata lain, aktivitas pemencaran biji di lingkungan perkotaan sangat tinggi dengan siklus yang cepat.

Terlepas dari peran negatif kelelawar sebagai pemencar tanaman eksotik, kelelawar juga diketahui membantu memencarkan dan membatu penyerbukan tanaman asli serta tanaman bernilai ekonomis yang tinggi di perkotaan, seperti mangga, pisang, rambutan, dan lain sebagainya. Hewan ini juga diketahui sebagai penyerbuk tunggal jenis tanaman tertentu yang bernilai ekonomis tinggi, seperti durian dan kapuk yang berbunga di malam hari. Mengingat pentingnya peran kelelawar di perkotaan, maka upaya pelestarian hewan ini sangat penting untuk dilakukan untuk menjaga layanan ekosistem di perkotaan agar tetap dalam kondisi yang baik.

Tentang Penulis
Mohamad Isnin Noer
Dosen Biologi FMIPA UNJ

Universitas Negeri Jakarta

Syarat dan ketentuan

  1. Memuat hanya topik terkait keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup
  2. Panjang tulisan 5.000-6.000 karakter
  3. Tidak plagiat
  4. Tulisan belum pernah dimuat di media dan situs lain
  5. Mencantumkan nama, jabatan, dan organisasi
  6. Melampirkan foto diri dan biografi singkat
  7. Melampirkan foto pendukung (jika ada)
  8. Mengirimkan tulisan ke [email protected]
  9. Jika akan dimuat dimuat, pihak admin akan menghubungi penulis untuk menginformasikan tanggal pemuatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *