Kategori: Tumbuhan Obat

Studi Etnobotani Tumbuhan Obat di Pulau Sangiang, Banten, Jawa Barat

STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI PULAU SANGIANG, BANTEN, JAWA BARAT   ABSTRAK Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki 40.000 lebih jenis tumbuhan, beberapa diantaranya berpotensi bagi bidang pengobatan tradisional. Penelitian ini membahas studi etnobotani tumbuhan obat di Pulau Sangiang yang terletak di Selat Sunda, Banten. Tumbuhan obat memiliki bagian yang mengandung zat aktif berkhasiat bagi Studi Etnobotani Tumbuhan Obat di Pulau Sangiang, Banten, Jawa Barat

Ki Tolod – Hippobroma longifora

Ki tolod termasuk ke dalam herba menahun yang umum dijumpai di sekitar kita seperti di selokan atau semak-semak. Ciri daunnya lanset dengan pinggiran daun bergerigi. Bunganya berwarna putih dengan tangkai bunga yang panjang.

Nanas Danas Naneh I Ananas comosus

Ananas comosus merupakan tumbuhan menahun dari famili Bromeliaceae (suku nanas-nanasan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Ananas comosus ini berasal dari bioma beriklim tropis kering dengan rentang sebaran mulai dari Kosta Rika hingga kawasan tropis Amerika selatan.   Source: https://plantamor.com/species/profile/ananas/comosus.

Bidens alba | Ketul / Ajeran / Hareuga

Bidens alba, dikenal dengan sebutan Ketul, Ajeran, Hareuga. Merupakan tanaman gulma yang bisa dijumpai di area kebun perkarangan rumah atau lahan kosong di pinggir jalan. Karakteristik batang hijau sedikit berbulu, daun hijau lanset tepi bergerigi dan bagian bawahnya berbulu, serta bunganya kecil – mirip daisy – dengan bunga pita berwarna putih dan bunga cakram berwarna Bidens alba | Ketul / Ajeran / Hareuga

Calotropis gigantea | Widuri / Biduri

Calotropis gigantea dikenal dengan sebutan Widuri atau Biduri, merupakan tanaman perdu kaya manfaat. Karakteristik batang hijau keputihan berlapis lilin, daun hijau berbulu, dan bunganya yang berwarna putih atau putih keungu-unguan.

Mangrove api-api putih (Avicennia marina)

Avicennia marina adalah jenis mangrove yang dapat tinggal pada lingkungan dengan minim cahaya dan suhu. Kemampuan itu didorong dengan bentuk adaptasi tumbuhan mangrove secara fisiologi, morfologi serta anatomi. Dan umumnya masyarakat Indonesia lebih mengenal tanaman ini dengan sebutan api-api putih.

Sejuta Pandawara Saja Tidak Cukup Untuk Membasmi Sampah di Indonesia

Kalimat Soekarno tentang: beri aku sepuluh pemuda untuk mengguncang dunia, tampaknya tidak relevan lagi hari ini. Dari masa Angling Dharma hingga Pandawara, dari masa Tan Malaka hingga Bule Sampah. Sampah-sampah tetap menumpuk di Indonesia, dari bawah rumah panggung, sungai, laut, gunung, bahkan Bantar Gerbang yang sudah menggunung. Apakah mungkin dengan sepuluh pemuda cukup untuk membebaskan Sejuta Pandawara Saja Tidak Cukup Untuk Membasmi Sampah di Indonesia

Rumput Teki (Cyperus Rotundus) : Tanaman Gulma Dengan Banyak Manfaat

  Rumput teki (Cyperus Rotundus) berasal dari Afrika, Asia Selatan, Eropa Tengah dan Selatan. Rumput teki memiliki sifat yang mudah beradaptasi sehingga mudah dan banyak ditemukan di daerah tropis, subtropis, dan sedang. Rumput teki cenderung dianggap gulma yang merugikan bagi pertanian dan perkebunan karena sering tumbuh di area lahan tanam budidaya. Tumbuhan ini sangat mudah tumbuh dan Rumput Teki (Cyperus Rotundus) : Tanaman Gulma Dengan Banyak Manfaat

Dukung Program Ekopesantren, KEHATI Resmikan Greenhouse di Ponpes Daarul ‘Uluum

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) meresmikan pembuatan greenhouse di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Daarul ‘Uluum Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peresmian ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Ekopesantren yang dilaksanakan KEHATI bersama Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (PPI UNAS). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung peningkatan kesehatan santri, guru, dan masyarakat sekitar melalui Dukung Program Ekopesantren, KEHATI Resmikan Greenhouse di Ponpes Daarul ‘Uluum

Jangan Sentuh Aku!: Pesona Unik Tanaman Putri Malu

Putri malu (Mimosa pudica) adalah tanaman herba unik yang dikenal karena reaksinya yang khas terhadap sentuhan, getaran, panas, dan cahaya, di mana daun-daunnya akan segera mengatup dan layu seolah malu. Gerakan seismonasti ini merupakan mekanisme pertahanan diri terhadap herbivora dan perubahan lingkungan. Selain keunikan geraknya, putri malu juga memiliki ciri khas daun majemuk yang kecil Jangan Sentuh Aku!: Pesona Unik Tanaman Putri Malu