Zombie is Really Exist?? Walking Corpse Syndrome Namanya

Artikel
Zombie is Really Exist?? Walking Corpse Syndrome Namanya
Lain-lain
1230
20 Desember 2014
Penulis
Nadia Putri Rachma
127
posting

Pernah nonton Walking Dead kan?? Atau mungkin fil-film zombie lainnya. Dari mulai yang horror sampe yang romance gitu deh. Nah ternyata beneran ada loh syndrom yang mirip-mirip zombie gitu. Yaa walaupun bukan seperti zombie beneran, tapi syndrom ini menyebabkan sang ‘pasien’ merasa dirinya berbau busuk!

Walking Corpse Syndrome atau Sindrom Cotard adalah gangguan neuropsikiatri biasa dimana seseorang mengalami delusi atau keyakinan palsu bahwa mereka telah mati, tiada, dan membusuk atau kehilangan organ vital mereka.

Dalam beberapa kasus, mereka bahkan bisa mencium bau daging yang membusuk pada tubuhnya. Kondisi ini hanya dapat digambarkan sebagai ‘eksistensi penyangkalan’.

Gejala

Berikut gejala yang sering dirasakan oleh penderita Walking Corpse Syndrome:

· Selalu cemas

· Depresi

· Selalu merasa bersalah

· Negatif

· Tidak peka terhadap nyeri

· Merasa dirinya lumpuh

· Memiliki halusinasi pendengaran atau berbasis bau

· Tidak bisa mengenali wajah mereka sendiri

· Tidak menunjukkan minat dalam kehidupan sosial atau kesenangan,

· Selalu paranoid

· Mengabaikan kebersihan mereka sendiri

· Memiliki kecenderungan bunuh diri atau mungkin merugikan diri mereka sendiri

· Kehilangan rasa realitas dan telah terdistorsi pandangan dunia.

Penyebab

Penyebab pasti untuk Walking Corpse Syndrome belum juga diketahui. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penyebabnya dikarenakan lesi atau terlokalisir di daerah frontal dan temporal belahan kanan otak.

Pengobatan

Pengobatan Walking Corpse Syndrome meliputi:

· Antidepresan

· Antipsikotik

· Obat penstabil mood

· Disertai terapi electroconvulsive(ECT)

Beberapa penderita sembuh dengan pengobatan-pengobatan tersebut. Ada beberapa penderita juga yang malah mati karena kelaparan. Bagaimanapun kondisinya, penderita harus selalu diawasi. Karena, penderita walking corpse syndrome atau sindrom cotard memiliki keinginan besar untuk bunuh diri

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *