Tapak limaun “si penyembuh”

Artikel
Tapak limaun “si penyembuh”
Flora
2059
21 Desember 2014
Pusat Riset Konservasi Gajah dn Biodiversitas
Penulis
Achmad Zulfikar
68
posting
Tapak liman (Elephanthopus scaber) merupakan tanaman terna. Ketinggian tumbuhnya 10 – 80 cm. Batangnya kaku dan bercabang. Akarnya tunggang, daunnya tunggal, berbentuk bulat telur. Tapak liman mempunyai bunga yang mahkotanya berwarna putih sampai ungu kemerahan. Sementara itu, buahnya berambut.
 
Dalam pengobatan, seluruh bagian tanaman bisa dimanfaatkan. Namun, yang paling sering digunakan adalah daunya. Daun tapak liman digunakan sebagai obat batuk, obat sariawan, obat panas dalam, obat diare, obat bisul, obat eksim, obat keputihan, pelembut kulit kaki, obat untuk mengatasi gigitan binatang berbisa, dan obat pembengkakan. Dari penelitian diketahui bahwa tapak liman antara lain mengandung zat antiradang, antijamur, dan antipiretik (penurun panas).
 
Seluruh bagian tanaman ini terutama daun, akar, dan batang tanaman dapat digunakan sebagai obat tradisional. Salah satunya sebagai pemacu gairah seksual sehingga tanaman ini dikenal dengan sebutan Viagra Jawa. Tanaman ini mengandung senyawa stigmaterol yang membentuk hormon progesterone sehingga dapat sebagai pemacu gairah. Di samping sebagai pembangkit gairah, tanaman ini juga berkhasiat untuk melancarkan air seni, melancarkan peredaran darah, menyembuhkan berbagai jenis radang (termasuk radang rahim alias keputihan), antianemia, mengatasi perut kembung, hingga hepatitis.
 
Daun pada tumbuhan ini mengandung zat semacam glukosida. Ekstrak daun berkhasiat sebagai antibiotik terhadap Staphylococcus, dan pada daunnya juga telah ditemukan suatu zat pahit dan glikosid berupa kristal putih.
Cara untuk menjadikan tanaman ini sebagai obat yaitu dengan cara mengambil ekstrak nya atau dengan menumbuk mwnjadi bubur halus yang kemudian kita lapisi pada bagian yang sakit. seperti yang saya sering lakuka ketika di kampung halaman saya di Aceh utara.
Dan tanaman  sering kita jumpai di halaman -halaman rumah kita tanpa kita sadari.
0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *