Tanaman Andes yang subur di tanah Indonesia

Artikel
Tanaman Andes yang subur di tanah Indonesia
Flora
2004
8 Desember 2014
Penulis
Irvan Rizki
4
posting

Pepaya gunung adalah salah satu jenis pepaya yang tumbuh di Indonesia. Pepaya gunung atau yang sering disebut carica merupakan salah satu jenis tumbuhan yang hanya dapat tumbuh di daerah dataran tinggi. Oleh karena itu, carica di Indonesia lebih terkenal di daerah Dieng, Wonosobo, Jawa tengah. Hal tersebut dikarenakan letak geografis wilayah dieng yang berada diatas 1500 mdpl yang merupakan tempat yang sesuai untuk carica. Pepaya gunung atau carica berasal dari daerah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan.Carica mulai berkembang di Indonesia sejak masa kolonial Belanda. Selain di dataran tinggi Dieng, pepaya gunung lainnya yang tumbuh di Indonesia terletak di daerah Bali. Di Bali carica milik dieng disebut dengan “Gedang Memedi”.

Carica termasuk pohon yang mudah sekali ditanam dan dipelihara, sehingga para petani di dataran tinggi Dieng sering menanam pohon carica di pematang kebun, bersama-sama dengan tanaman sayur mayur lainya. Bulan juni – juli atau menjelang musim kemarau merupakan masa panen buah carica, untuk satu pohon carica mampu menghasilkan sekitar 10-20  Kg buah.

Di daerah dataran tinggi Dieng hampir semua desa mampu menghasilkan produk olahan carica, namun desa Sembungan mampu memproduksi carica terbesar di daerah Dieng. Masyarakat Dieng biasa mengolah carica menjadi sebuah manisan. Selain dapat diolah menjadi manisan, carica juga dapat diolah menjadi jus, sirup, dodol, dan lain-lain.      

*Produk olahan pepaya gunung, manisan carica.      

Tanaman pepaya gunung merupakan pohon kecil atau perdu yang tidak berkayu, mirip dengan pepaya biasa (Carica papaya L.) tetapi mempunyai cabang yang lebih banyak dan ukuran semua bagian tanaman lebih kecil. Tinggi rata-rata adalah 1-2 meter, bunga jantan memiliki tangkai yang panjang hingga 15 cm dan bunga betina berukuran lebih besar dengan tangkai yang keras dan pendek. Buah pepaya gunung berbentuk bulat telur dengan ukuran panjang 6-10 cm dan diameter 3-4 cm. Buah matang berbentuk telur sungsang dengan ukuran 6-15 cm x 3-8 cm, dagingnya keras, berwarna kuning-jingga, rasanya agak asam tetapi harum, di sekeliling rongganya terdapat banyak sekali biji yang terbungkus oleh sarkotesta yang putih dan berair. Buah yang belum matang memiliki kulit yang berwarna hijau gelap dan akan berubah menjadi kuning setelah matang. Biji buah berwarna hitam dengan jumlah yang banyak dan padat . Buahnya mengandung getah, dan getah ini akan semakin berkurang dengan semakin mendekati kematangan. Getah ini mengandung papain yang bersifat proteolitik.

Carica  banyak mengandung enzim  Papain, yaitu enzim yang berfungsi mempercepat proses pencernaan Protein. Enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri, itulah kenapa meski kandungan Protein dalam buah Carica tidak terlalu tinggi (4-6 gr) namun hampir selurunya dapat diserap oleh tubuh dan sangat berpengaruh pada produksi hormon pertumbuhan manusia. Bahkan penelitian baru-baru ini menunjukan kandungan Arginin pada buah carica dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker Payudara.

  Kandungan Papain dalam buah Carica juga memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Membantu menormalkan pH usus sehingga keadaan flora usus pun menjadi normal.

  Kandungan Vitamin C dalam buah Carica lebih tinggi dari kandungan Vitamin C pada jeruk. Carica juga memilik kandungan Vitamin A yang lebih tinggi daripada Wortel. Selain itu  Carica juga kaya dengan vitamin B kompleks dan Vitamin E yang tentunya baik untuk kesehatan.            

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *