Sepenggal Cerita dari Flora Gunung Ipis, Jawa Barat

Artikel
Sepenggal Cerita dari Flora Gunung Ipis, Jawa Barat
Aktivitas, Ekowisata, Flora, Kehutanan
79
14 September 2022
Biologi
Penulis
Azmah N.
2
posting

Gunung Bukit Tunggul adalah satu dari sekian gunung yang ada di Jawa Barat. Menurut peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), gunung ini memiliki total ketinggian 2.206 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menjadi gunung tertinggi di kawasan Bandung Utara. Melalui perkebunan kina yang ada di kaki gunung bukit tunggul, terdapat jalur menuju gunung lainnya. Contohnya menuju Gunung Ipis dan Sanggara di Kabupaten Subang yang kerap kali menjadi lokasi pendidikan dan pelatihan dasar oleh berbagai komunitas pecinta alam. Salah satu komunitas tersebut adalah KPA Biocita Formica dari Universitas Pendidikan Indonesia yang pada bulan September 2022 kembali mengunjungi gunung ini dalam rangka rangkaian kaderisasi. 

Pemandangan kaki gunung bukit tunggul dihiasi oleh berbagai jenis perkebunan sayur, namun setelah memasuki hutan, pemandangan berganti menjadi pohon-pohon tinggi. Semakin ke dalam hutan menuju Gunung Ipis, hutan semakin rindang dan menyimpan berbagai keragaman flora yang melimpah. Salah satunya beragam species dari familia Orchidaceae. 

Calanthe flava (Dokumentasi pribadi Azmah N., 2022)

Beragam jenis anggrek, baik epifit dan terestrial sangat mudah ditemukan di sepanjang jalan di Gunung Bukit Tunggul dan Gunung Ipis. Anggrek-anggrek epifit menempel di batang pohon, bahkan ketika pohon tumbang, kemudian anggrek berjatuhan di atas tanah, anggrek-anggrek tampak berusaha bertahan hidup. Dari banyaknya anggrek epifit yang ditemui, beberapa yang teridentifikasi adalah; Bulbophyllum ovalium, Ceratostylis anceps, Dendrobium sp., Pinalia sp., Schoenorchis juncifolia, Dendrochilum sp..

Selama pengamatan di bulan September 2022, hanya satu anggrek epifit yang berbunga, yakni Ceratostylis anceps, dengan satu bunganya yang berukuran kecil dan berwarna putih. Sayangnya, individu yang berbunga ditemukan jatuh di tanah dengan kondisi bunga sudah layu. Selain itu, tidak terdapat individu anggrek epifit yang berbunga. Berkebalikan dengan anggrek terestrial yang sedang banyak berbunga dan berbuah. 

Cryptostylis arachnites (Dokumentasi pribadi Azmah N., 2022)

Cryptostylis arachnites (Dokumentasi pribadi Azmah N., 2022)

Selama perjalanan, anggrek terestrial yang sedang berbunga terhitung berjumlah lima individu. Diantaranya dua individu anggrek dari species Cryptostylis arachnites yang bunganya menyerupai laba-laba, satu individu anggrek Calanthe flava, satu individu anggrek dari genus Nevilia, dan satu individu anggrek yang sedang berbunga dan berbuah namun tidak teridentifikasi. Sedangkan anggrek terestrial yang ditemukan tidak dalam kondisi berbunga diantaranya; Anoectochilus setaceus dan Goodyera reticulata. kedua species ini memiliki urat daun yang tampak cantik. Bila Anoectochilus setaceus berwarna merah muda, Goodyera reticulata memiliki urat daun berwarna putih dengan dasar berwarna hijau. 

Goodyera reticulata (Dokumentasi pribadi Azmah N., 2022)

Goodyera reticulata (Dokumentasi pribadi Azmah N., 2022)

Selain anggrek, temuan menarik lainnya adalah anggota genus Medinilla yang sedang berbunga dan berbuah. Berdasarkan pengamatan, tanaman ini memiliki bunga yang berwarna putih ke-merah mudaan dan buah buni berwarna ungu kemerahan, dengan daun lebar dan berurat daun khas anggota Melastomataceae. Perdu ini dapat ditemukan hampir di setiap punggungan yang mendapat banyak cahaya matahari. Selain Medinilla sp. yang berbunga dan berbuah, tampaknya Begonia juga sedang berbunga dan berbuah. Begonia yang dapat ditemukan di Bukit tunggul dan Gunung Ipis, diantaranya Begonia robusta yang berambut kasar dan berwarna merah dan Begonia longifolia dengan buahnya yang berwarna hijau.

Menariknya perjalanan anggota KPA Biocita Formica di Bukit Tunggul-Gunung Ipis pada Bulan September dilengkapi dengan ditemukannya banyak buah dari Castanopsis argentea yang berjatuhan di area camp. Castanopsis argentea atau saninten adalah anggota dari familia Fagaceae yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Buah saninten disebut juga sebagai rambutan hutan sebab memiliki morfologi buah seperti rambutan. Hanya saja, bila ‘rambut’ rambutan halus, ‘rambut’ saninten sangat tajam. Buah saninten di sekitar camp berwarna coklat kehitaman dengan isi yang sudah kopong.

Castanopsis argentea (Dokumentasi pribadi Azmah N., 2022)

Castanopsis argentea (Dokumentasi pribadi Azmah N., 2022)

5
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *