Saknati Nono | Rubus niveus Thunb.

Article
Saknati Nono | Rubus niveus Thunb.
Flora
2083
29 June 2015
Yayasan Kanopi Indonesia
Author
Arif Rudiyanto
50
posting

Saknati Nono | Rubus niveus Thunb.

 

 

Saknati nono merupakan nama bahasa Meto, Timor Barat, untuk jenis tumbuhan dataran tinggi yang nama ilmiahnya adalah Rubus niveus, Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli kawasan Malasiana, terdapat di seluruh Indonesia kecuali di Sumatera. Di luar kawasan Malesia terdapat di Afghanistan, Bhutan, India, Kashmir, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam. Di Timor Barat, tumbuhan ini dapat ditemukan tumbuh liar di tepi kawasan hutan Gunung Mutis, biasanya di pinggir aliran sungai kecil, tetapi ada juga penduduk yang menanamnya sebagai tanaman pekarangan. Dikenal dengan nama umum lain, di antaranya kala kucet (Jawa), conco poco (Flores), dan hill raspberry, snowpeak raspberry (Inggris).

Klasifikasi Tanaman Saknati nono | | Rubus niveus Thunb.

             Kingdom: Plantae 
                     Ordo: Rosales
                             Familia: Rosaceae
                                 Genus: Rubus
                                     Spesies: Rubus niveus Thunb.

 

Saknati nono atau Rubus niveus merupakan perdu merumpun dan memanjat, tinggi 1-2,5 m. Cabang ungu atau hijau, berambut pendek rapat saat muda, kemudian menjadi halus, berduri jarang. Daun majemuk menyirip, jumlah anak daun 5-7 sampai 9-11, panjang tangkai utama 1,5-4 cm, panjang tangkai anak daun terminal 0,5-1,5 cm, anak daun lateral dapat gugur, tangkai anak daun dan sumbu daun berambut pendek tebal, dengan duri-duri kecil melengkung jarang, daun seludang lurus atau berbentuk lanset, panjang 5-8 mm, berambut halus; anak daun berbentuk eliptik, eliptik-ovate, atau eliptik-rhombic, bentuk anak daun terminal ovate sampai eliptik, sedikit lebih panjang daripada anak daun lateral, 2,5-6(-8) cm x 1-3(-4) cm, permukaan atas berambut pendek rapat, permukaan bawah berambut halus sepanjang tulang daun, bentuk pangkal cuneat-bulat, tepi serrate atau serrate ganda, anak daun terminal kadang-kadang berlekuk tiga, bentuk ujung anak daun kadang-kadang acuminate. Perbungaan di ujung ranting atau di ketiak daun, bunga majemuk cawan, kadang-kadang thyrses pendek, panjang 4-6 cm; tangkai utama dan cabang berambut pendek rapat, seludang berbentuk lanset atau lurus, tidak berambut. Tangkai bunga 5-10 mm, diameter bunga 1 cm. Seludang berambut pendek rapat di bagian luar, bercampur dengan rambut halus; kelopak tegak, triangular-ovate atau triangular-lanset, 5-8 mm x 2-3 mm, ujung tajam atau meruncing pendek; mahkota merah, suborbicular, diameter 3-5 mm, lebih pendek dari kelopak, bagian dasar agak berkait. Benang sari banyak, sama panjang dengan kelopak, tangkai sari membesar di bagian dasar. Putik kira-kira 55-70, hampir sama panjang dengan benang sari; ovarium berambut pendek rapat, kepala putik merah keunguan, bagian dasar berambut pendek rapat. Buah merupakan buah agregat, bulat gepeng, diameter 0,8-1,2 cm, merah bila belum matang, hitam setelah matang.

Biasa tumbuh sebagai belukar di lereng, hutan berpohon jarang, tebing aliran, pada ketinggian 500-2800 m dpl. Dapat ditanam sebagai tanaman pekarangan di dataran tinggi. Buah dapat dimakan segar, dijadikan bahan salad, atau diolah untuk membuat selai.

 

Sumber :

  • https://www.hort.purdue.edu/newcrop/morton/mysore_raspberry.html
  • http://www.issg.org/database/species/ecology.asp?si=1232
  • http://www.tradewindsfruit.com/content/mysore-raspberry.htm
  • http://davesgarden.com/guides/pf/go/32049/
  • http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0048106
  • http://www.darwinfoundation.org/datazone/checklists/706/
  • http://www.biolib.cz/en/taxonimage/id107031/
  • http://luirig.altervista.org/naturaitaliana/viewpics2.php?rcn=46287

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *