Proses Kawin Capung Sambar Hijau

Artikel
Proses Kawin Capung Sambar Hijau
Satwa
1657
30 Juni 2014
Penulis
Apris Nur Rakhmadani
84
posting

Ketika telah dewasa sepenuhnya, capung atau capung jarum jantan akan mencari dan menetapkan suatu wilayah dalam kekuasaanya dimana ia akan mengusir pejantan lain yang datang. Di wilayah kekuasaannya ini ia akan mulai memproduksi sperma, yang disebut spermatophores, pada alat kelamin yang ada di ujung perutnya.
Ada satu hal yang cukup unik sebelum capung jantan mencari capung betina dan kawin. Capung jantan harus memindahkan spermanya tersebut dari alat kelamin primer yang memproduksinya (terletak di segmen 9, pada ujung perutnya) ke hamulus, alat kelamin sekunder yang terletak pada segmen 2 dan 3, di bawah perutnya. Di segmen ini terdapat sebuah penampungan sperma dan penis. Capung jantan melakukan pemindahan ini sendiri sebelum melakukan perkawinan dengan capung betina.
Ketika penampungan spermanya telah penuh, capung jantan akan menunggu capung betina datang dan masuk ke wilayahnya. Ia akan menghadangnya saat terbang, bahkan seringkali terbang diam tepat di depan capung betina.

Capung jantan lalu pertama kali akan memegang capung betina dengan kakinya, kemudian mengaitkan pengait yang ada di ujung perutnya ke belakang kepala capung betina. Setiap pengait pada capung jantan hanya sesuai dengan kepala capung betina dari spesiesnya sendiri.
Setelah capung jantan dapat mengaitkan seekor capung betina, mereka akan terbang bersama untuk beberapa saat. Biasanya capung jantan yang terbang sambil membawa capung betina yang diam saja (posisi terbang “tandem”). Setelah beberapa saat, capung betina akan mengaitkan alat kelaminnya (yang juga terletak di segmen 9 di ujung perutnya) ke alat kelamin sekunder capung jantan, dimana terdapat penis dan tempat penyimpanan sperma, untuk mengambil simpanan sperma capung jantan. Capung jantan akan menahan capung betina di kepalanya dengan pengaitnya, dan capung betina akan memegang perut capung jantan dengan kaki-kakinya. Mereka dapat terbang dalam posisi ini, meskipun lambat dan canggung, dengan capung jantan yang menarik capung betina.
elama proses ini, yang di sebut dengan “wheel formation”, kedua capung membentuk sebuah lingkaran atau bentuk hati. Mereka dapat berada dalam posisi ini sampai 15 menit lamanya sebelum capung betina melepaskan alat kelaminya dan kembali ke posisi “tandem”. Ordo odonata merupakan satu-satunya serangga yang kawin dalam bentuk “wheel formation” ini.
Setelah kawin, pada beberapa spesies, capung jantan akan tetap memegang capung betina dan mereka terbang “tandem” sambil capung betina melepaskan telurnya ke air, atau mereka hinggap didekat permukaan air dan capung betina akan meletakan telurnya pada tanaman, atau ranting tanaman yang berada di dalam air. Pada spesies lain, capung jantan akan melepaskan capung betina, tetapi tetap menjaganya dari capung jantan lain yang mungkin akan mencoba untuk mengawininya ketika capung betina akan bertelur. Kadangkala capung betina bertelur sendirian saja.

Rujukan

http://jujujitu.blogspot.com/2011/05/perkawinan-capung.html

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *