Pendidikan Konservasi Pengenalan Capung Kepada Siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Togopakis, Pekalongan, Jawa Tengah

Artikel
Pendidikan Konservasi Pengenalan Capung Kepada Siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Togopakis, Pekalongan, Jawa Tengah
Aktivitas, Kehutanan, Lain-lain, Satwa
33
9 Juni 2021
Komunitas
Penulis
Plutonesia
2
posting

Hari minggu 6 juni 2021 kami dari Tim Plutonesia melalui Biodiversity Warriors Sponsorhip Program 2021 dengan dukungan dari Yayasan KEHATI, telah melaksanakan kegiatan Pendidikan Konservasi Pengenalan Capung pada Siswa-Siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Tlogopakis, Petungkriyono, Pekalogan. Pendidikan konservasi sendiri merupakan suatu pembelajaran sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan pendidikan konservasi melalui pengenalan capung sebagai salah satu biodiversitas yang terdapat di Hutan Petungkriyono ini, bertujuan untuk menanamkan kesadaran anak-anak terhadap lingkungan dan ekosistemnya, dalam rangka menjaga keberlangsungan biodiversitas yang ada di sekitar Hutan Petungkriyono.

Kegiatan ini berhasil diikuti oleh 27 siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Tlogopakis, Petungkriyono. Kegiatan diikuti oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 4 Sekolah Dasar. Dalam kegiatan ini kami bekerjasama dengan pihak Sekolah Dasar setempat dan Genau Indonesia selaku fasilitator edukasi di lingkungan Petungkriyono. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Tlogopakis dan Karangsrity.

Kegiatan mulanya dilakukan di aula balai desa untuk melakukan perkenalan dengan anak-anak dan memberikan pemahaman mengenai capung dan pentingnya menjaga habitat dan ekosistemnya di Hutan Petungkriyon. Pemberian materi juga dilakukan melalui tayangan video animasi yang telah dibuat oleh Tim Plutonesia sebelumnya. Hal ini dilakukan agar dapat terlebih dahulu memperkenalkan hal-hal yang berkaitan mengenai habitat capung dan konservasi lingkungannya kepada anak-anak.

Setelah penayangan video animasi tersebut, beberapa siswa mencoba menceritakan kembali isi dari video dan beberapa siswa menceritakan pengalamannya bertemu berbagai jenis capung yang ada di Petungkriyono. Anak-anak tersebut biasa menyebutnya sebagai kinjeng kebo, kinjeng dom, dan kinjeng pengantin. Kinjeng kebo adalah jenis-jenis capung yang berukuran besar dari subordo Anisoptera, sedangkan kinjeng dom sebutan bagi jenis-jenis capung jarum subordo Zygoptera, dan kinjeng pengantin merupakan sebutan bagi jenis-jenis capung dari Genus Neurothemis yang memiliki warna-warna sayap mencolok merah dan kuning.

Kami membagi anak-anak menjadi 4 kelompok yang masing-masing didampingi oleh Tim Plutonesia yakni kak Nur Apriatun Nafisah dan Kak Muh.Solikhin serta dari Genau Indonesia yakni kak Amelia Nugrahaningrum dan Kak Tariyo. Anak-anak ini diajak untuk berjalan menuju Karangsrity sekaligus mengamati berbagai biodiversitas terutama jenis-jenis capung yang dijumpai. Mereka cukup antusias ketika bisa melihat berbagai jenis capung secara langsung di lapangan dan mencocokannya dengan buku identifikasi yang kami bawakan. Sehingga mereka dapat mengetahui nama-nama dari beberapa jenis capung yang dijumpai. Setiap kali menemukan capung jenis baru mereka sangat antusias menunjukannya dan mencoba mengidentifikasi ciri-ciri morfologi umum untuk dapat mengetahui nama spesiesnya.

Perjalanan kami sambil melakukan pengamatan di lingkungan sekitar berakhir di Karangsrity. Disini kami dan anak-anak berkumpul untuk menceritakan jenis-jenis capung yang mereka jumpai selama di perjalanan. Kami dari Tim sudah menyiapkan beberapa Doorprize yang akan dibagikan kepada anak-anak. Doorprize yang kami bagikan berupa doorprize untuk kelompok dan doorprize untuk individu. Mereka sangat semangat untuk memenangkan doorprize tersebut. Dan pada akhir kegiatan, kami melakukan sesi foto bersama di lokasi.

Kegiatan Pendidikan Konservasi yang telah terlaksana ini diharpkan mampu membuat anak-anak di sekitar Hutan Petungkriyono menjadi lebih mengenal dan memahami lingkungan sekitar mengenai keberadaan jenis-jenis capung endemik dan habitatnya di Hutan Petungkriyono, serta memahami pengaruh aktifitas manusia yang dapat mengganggu atau mengancam keberadaan dan keberlangsungan biodiversitas yang ada di Petungkriyono.

2
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *