Pejuang Pendidikan Konservasi Dongi-Dongi

Artikel
Pejuang Pendidikan Konservasi Dongi-Dongi
Aktivitas
93
3 September 2020
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
7
posting

Beranjak dari keprihatinan terhadap sulitnya anak-anak mengakses pendidikan di Wilayah Dongi-Dongi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada tahun 2018, Abrar dan Tim Eksplorasi Pendidikan Negeri membina Sekolah Alam Dongi-Dongi. Sebelumnya, anak-anak disana harus menempuh perjalanan sejauh 2-3 km setiap hari untuk menuju ke sekolah formal.  Di sekolah alam ini, selain pendidikan formal, Abrar dan tim memasukan program pendidikan lingkungan seperti pertanian ramah lingkungan, dan konservasi yang berbasis kearifan lokal.

 

Pemilihan Duta Lingkungan Sekolah Alam Dongi-Dongi Sulawesi Tengah Tahun 2019 – 2021

 

Dalam perjalanannya, terdapat perkembangan dan capaian yang telah diraih oleh Sekolah Alam Dongi-Dongi. Dalam kegiatan Gelar Karya Anak Nusantara – siswa Sekolah Alam Dongi-Dongi dilatih kemampuan praktik lingkungan untuk mengikuti pemilihan duta lingkungan oleh beberapa duta nasional, antara lain duta lingkungan, duta bahari, duta baca, duta bahasa, dan duta lainnya.  Alhasil,  2 siswa Sekolah Alam Dongi-Dongi terpilih menjadi duta putra-putri lingkungan periode Tahun 2019 – 2021.

 

Di Tahun 2019, Sekolah Alam Dongi-Dongi juga telah menerapkan sistem pembelajaran dengan menggunakan Aplikasi Eduart yang dibuat oleh Tim Creator Kecil Kota Tarakan. Aplikasi Eduart dirancang untuk memudahkan akses pembelajaran bagi siswa dalam pengenalan Flora dan Fauna. Metode dan sistem pembelajaran menggunakan metode gambar 3D yang diterapkan di Smartphone. Aplikasi ini telah diterapkan di Sekolah Alam Dongi-Dongi dan telah mendapatkan penghargaan Tingkat Nasional.

 

Capaian lain yaitu,  Sekolah Alam Dongi-Dongi berhasil menghasilkan produk unggulan berupa kopi lokal yang dipasarkan ke café-café di Kota Palu dan sekitarnya.

 

“Saya berharap apa yang kami lakukan di Sekolah Alam Dongi-Dongi dapat mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukan pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum, dan menginspirasi para siswa sekolah untuk lebih mencintai lingkungan dan keanekaragaman hayati di Sulteng khususnya dan di Indonesia umumnya,” ujar Abrar.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *