Owa Jawa Primata Endemik Indonesia Kini Populasinya Memiliki Kecenderungan Menurun

Artikel
Owa Jawa Primata Endemik Indonesia Kini Populasinya Memiliki Kecenderungan Menurun
Satwa
410
10 Oktober 2019
Universitas Negeri Terbuka
Penulis
Hazman yusron
3
posting

Owa jawa (Hylobates moloch Audebert, 1798) adalah jenis primata endemik Indonesia yang sebaran alaminya hanya berada di Pulau Jawa. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), owa jawa merupakan satu dari tujuh jenis owa (gibbon) dalam suku Hylobatidae yang terdapat di Indonesia dan Asia Tenggara (IUCN, 2016). Owa jawa adalah anggota dari marga Hylobates dan nama lokal owa lainnya di Indonesia mencakup ungko (H. agilis dan H. albibarbis) di Kalimantan dan Sumatera, siamang kerdil atau bilou (H. klossii) di Kepulauan Mentawai, owa tangan putih atau sarudung (H. lar) di Sumatera, dan kalaweit (H. muelleri) di Kalimantan.

Satwa ini hidup secara arboreal, yaitu melakukan sebagian besar aktivitas hariannya pada lapisan kanopi atas dan jarang turun ke tanah. Pergerakan dari pohon yang satu ke pohon yang lain dilakukan dengan bergelayutan (brachiasi). Luas wilayah teritori owa jawa sekitar 16–17 ha dan jarak jelajah hariannya dapat mencapai 1.500 m (Supriatna &Wahyono,2000). Owa jawa hidup di hutan tropik, mulai dari dataran rendah dan pesisir hingga pegunungan pada ketinggian 1.600 m di atas permukaan laut (dpl). Kepadatan populasi tertinggi ditemukan pada dataran rendah hingga ketinggian 1.300 m dpl (Wedana et al., 2010). Sebagai primata pemakan buah (frugivore), hutan tropis dataran rendah merupakan habitat utama owa jawa karena memiliki keanekaragaman jenis pohon pakan yang tinggi untuk menjamin buah yang melimpah sepanjang tahun.

Hasil penelitian dan sensus yang dilakukan oleh beberapa peneliti menunjukkan bahwa populasi jenis primata tersebut memiliki kecenderungan menurun. Survei yang dilakukan Kappeler (1984) pada 40 lokasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah memperkirakan populasi owa jawa sekitar 8.000 individu. Namun, hasil survei  yang pernah dilakukan pada tahun 1992–1994 menunjukkan tidak ditemukan lagi populasi owa di 16 lokasi yang pernah disurvei sebelumnya. Bahkan,hasil survei di 9 tempat lainnya menunjukkan kondisi populasi yang kritis karena berada pada kawasan hutan dengan luasan habitat yang sangat kecil (0,5–5 km²) dan terfragmentasi. Berdasarkan laporan Conservation Assessment and Management Plan Primata Indonesia, ukuran populasi owa jawa diperkirakan sekitar 400–2.000 individu (Supriatna et al.,2001). Data populasi terakhir menyebutkan bahwa populasi owa jawa sekitar 4.000–4.500 individu (Nijman, 2004) dan 2.600–5.304 individu (Djanubudiman et al.,2004). Beberapa populasi owa jawa saat ini diduga berada di luar kawasan konservasi yang pada umumnya berupa hutan produksi alam dan hutan tanaman (Djanubudimanet al., 2004).

Owa jawa merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi berdasarkan  Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. Menurut The IUCN Red List of Threatened Species, owa jawa dikelompokkan ke dalam kategori endangered(E)atau genting(Andayani et al., 2008). Bahkan, IUCN pernah memasukkan status keterancaman spesies ini sebagai critically endangered(CR) atau kiritis pada tahun 1996 dan 2000. Ancaman terbesar terhadap keberadaan owa jawa berasal dari kerusakan habitat dan perburuan untuk dijadikan satwa pelihara. Lebih dari 96% habitat owa jawa di alam telah rusak (MacKinon,1980).

Sumber :Bioekologi dan Konservasi Owa Jawa, Sofian Iskandar 2016.FORDA PRESS.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *