Meranti Tembaga

Artikel
Meranti Tembaga
Flora
4710
30 Juni 2015
Fakultas Kehutanan
Penulis
Abednego Togatorop
110
posting

Shorea leprosula

adalah dikenal dengan nama Meranti Tembaga. Nama ini juga digunakan di negara lain, Brunei Darussalam dan Malaysia. Di Thailand nama yang lazim adalah saya daeng atau ta yom.

Meranti tembaga tumbuh di lahan yang drainasenya cukup baik, yakni lahan yang kemiringannya relatif landai sampai curam. Tapak dengan genangan air tidak disukai. Dengan demikian Meranti tembaga lebih banyak dijumpai di perbukitan atau pegunungan . Untuk kondisi hutan Indonesia yang sebagaian besar areal hutan produksi memiliki kelerengan landai sampai vuram. Untuk lereng yang agak curam (25% ke bawah) cukup baik untuk tanaman Shorea leprosula.

Meranti tembaga merupakan pohon yang besar sampai sangat besar dengan tinggi pohon sampai 60m, dengan batang bebas cabang setinggi 35. Diameter berukuran sampai dengan 175 cm, dengan akar papan setinggi 2m.

Papagan berwarna agak kelabu kecoklatan, berlekang teratur. Tajuk berbentuk payung, warna keperakan, lebar. Daun menjangat, bentuk eliptik, dengan tulang daun sekunder sebanyak 15, domasia memanjang mengikuti tulang daun tengah sampai separuhnya.

Untuk tingkat semai, meranti tembaga sudah tidak tahan terhadap penutupan tajuk atau membutuhkan  cahaya,  walaupun belum penuh. Bila semai tertutup rapat, semai yang bersangkutan mati. Kemampuan pruning alami cukup baik, sehingga meranti tembaga ini pada waktu muda perlu ditanam lebih rapat, agar percabangannya dapat terkontrol. Meranti tembaga pada awal tumbuhnya sangat cepat , kerapuhan batang bisa terjadi karena ditimpa angin kencang.

sumber : www.natureloveyou.sg

 

1
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *