Lebah Klanceng, Trigona spp., Lebah Kecil Manfaat Sangat Besar

Animal
Lebah Klanceng, Trigona spp., Lebah Kecil Manfaat Sangat Besar
25 June 2015
17673

Lanceng, Klanceng | Stingless Bee | Trigona spp.

 

Gambar 1. Lubang pintu masuk sarang lebah Trigona spp.

 

 

Gambar 2. Madu dari Trigona spp.

 

 

Gambar 3. Trigona spp.

 

 

Gambar 4. sarang budidaya Trigona spp.

 

 

 Gambar 5. sarang budidaya Trigona spp.

 

 

    Lebah klanceng atau Trigona spp. merupakan jenis lebah madu yang paling banyak dipelihara secara tradisional oleh masyarakat pedesaan sekitar kawasan hutan se-Indonesia. Lebah ini tidak memiliki sengat dan tidak ganas. Ukurannya sangat kecil dengan fungsi sebagai penyerbuk bunga-bunga kecil. Dalam bahasa Jawa, Trigona spp. disebut malam klanceng atau lonceng, teuweul (Sunda).

    Lebah Trigona spp. berwarna hitam, panjang tubuh 3–4mm, rentang sayap 8mm. Lebah pekerja berwarna hitam, kepala besar, dan rahang tajam. Lebah ratunya berwarna kecoklatan, berperut besar, berukuran 3–4 kali lebah pekerja, mirip laron namun sayap pendek. Salah satu serangga sosial yang hidup membentuk koloni di bawah pengaturan ratu lebah trigona. Lebah Trigona spp. tidak memiliki sengat sehingga dalam bahasa inggris di sebut Stingless Bee, Hidup secara berkoloni. Secara alami, serangga trigona sp membuat sarang di lubang-lubang pohon, celah-celah dinding dan lubang bambu di dalam rumah yang agak gelap. Untuk keamanan, tempat keluar masuk berbentuk lubang kecil sepanjang 1 cm yang diselimuti zat perekat. Sarang tersusun atas beberapa bagian buat menyimpan madu, tepung sari, tempat bertelur dan tempat larva. Di bagian tengah ada karangan bola berisi telur, tempayak dan kepompong. Di bagian sudut ada bola-bola kehitaman sebagai penyimpan madu dan tepung sari.

    Umumnya lebah "Klanceng" Trigona spp. dipelihara secara tradisional dengan gelodok yang pembuatannya meniru rumah-rumah lebah yang ada di ronga-ronga batang pohon besar atau gua yang terlindung dari terik matahari dan hujan. Rumah tiruan dibuat dari batang kelapa (pucuk), kayu randu (kapuk), kayu pucung atau batang pohon lain yang berkayu lunak.

    Lebah ini menghasilkan madu dan lilin yang diproduksi sangat kecil, rasanya asam dan sering dipakai untuk obat sariawan. Sedangkan lilinnya dipakai untuk membatik. Lebah pekerjanya berwarna hitam, berkepala besar dan berahang tajam untuk menggigit musuh bila diganggu. Perut lebah ratu sangat besar dengan sayap pendek. Ukurannya sebesar 3-4 kali lebah pekerja. Karena sangat gemuk dan tidak pandai terbang, lebah ini tidak suka berpindah-pindah tempat kecuali bila sarangnya terlampau tua dan buruk atau lilinnya keras.

    Madu klanceng merupakan madu yang paling istimewa diantara banyak madu-madu lainnya. Madu klanceng ini masih sulit di dapat karena belum ada yang membudidayakan, dan carinya hanya di tengah hutan belantara. Maka harganya beberapa lipat dari harga madu lain. Madu klanceng ini tersusun dari beberapa molekul gula, mineral, vitamin, protein dan asam amino. Dalam kehidupan sehari-hari, madu dari lebah Trigona spp. di jadikan sebagai obat tradisional karena dapat menurunkan tekanan darah tinggi, diabetes, antikanker, mencerdaskan daya pikir dan lain sebagainya. Dengan rutin minum madu klanceng, badan sehat dan awet muda.

Kandungan dari madu lebah Trigona spp. yaitu:

  1. Mengandung propolis dan bee pollen secara alami sebab sarang madu dan kantong bee pollen menyatu di satu tempat.
  2. Propolis  mengandung Resin yang mengandung senyawa flavonoid, asam, dan ester fenol (45 – 55%); Lilin lebah dan plant origin (25 – 35 %); Minyak volatil (10%); Polen yang terdiri dari protein (16 asam amino bebas > 1%), arginine danproline berjumlah 46% dari total(5%); 14 mineral mikro (Fe dan Zn yang terbanyak), keton, lacton, quinon,steroid, asam benzoat, vitamin, karbohidrat (5%).
  3. Kandungan Vitamin : Thiamin (B1), Riboflavin (B2), (B3), Asam Askorbat (C), (B5), Piridoksin (B6), Niasin, Asam Pantotenat, Biotin, Asamfolat dan vitamin K
  4. Mineral : Natirum (Na), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Alumunium (A1), Besi (Fe), Fosfor dan Kalium (K), Pottassium, Sodium Klorin, Sulfur.
  5. Enzim-enzim Utama : Diatase, invertasem glukosa oksidase, fruktosa, peroksidase, lipase juga mengandung sejumlah kecil hormon, tembaga, iodium dan zinc. Dengan kandungan vitamin, mineral dan enzim-enzim tersebut, tidak heran madu trigona sebab untuk mengatasi beragam penyakit dan meningkatkan daya kekebalan tubuh.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

 

Sumber :

  1. Bhargava, H. R., et al. 2014. Antioxsidan Analysis and Antagonis Activity of Apis and Trigona Propolis Collect from Different Different Geo Locations. Iranica Journal of Energy & Environment 5 (4): 461-468, 2014.
  2. Nallahalli Shivarajegowda Surendra,MusaiahBhushanam,and Hemagirigowda Ravikumar. 2012. Antimicrobial Activity of Propolis of Trigona sp. and Apis mellifera of Karnataka, India. Prime Journal of Microbiology (PJMR), Vol. 2 (2). pp/ 80-85. 24 February 2014.
  3. Milind, K.Choudharia, Sachin A. Punekara, Ramchandra V. Ranadeb, Kishore M.Paknikara,. Antimicrobial activity of stingless bee (Trigona sp.) propolis used in the folk medicine of Western Maharashtra, India.
  4. http://medikal.blogspot.com/2012/06/mengenal-madu-lebah-apis-trigona-sp.html
  5. http://www.burhanudin.com/2014/11/mengenal-lebah-apis-trigona-sp.html
About Author
Arif Rudiyanto
Yayasan Kanopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2015-07-08
Difference:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *