Khasiat Daun Pirdot

Artikel
Khasiat Daun Pirdot
Flora
2056
24 Desember 2014
Universitas Sumatera Utara
Penulis
David Pasaribu
171
posting

PIRDOT, sebuah nama yang cukup aneh mungkin bagi kita semua. Pirdot itu adalah nama tanaman liar yang tumbuh di dekat aliran air atau ditempat lembab/teduh. Pirdot ini berbentuk pohon namun memiliki dahan yang gampang patah. Daunnya berukuran lebar dan memiliki dua sisi warna yang berbeda. Sisi daun bagian atas berwarna hijau, dan sisi daun bagian bawah berwarna kecoklatan. Pirdot memiliki buah kecil yang jika sudah matang dapat dimakan. Buah yang matang akan berisi lendir bening dan biji-biji kecil halus (seperti biji dalam buah naga). Sewaktu kecil admin menyebut buah Pirdot ini dengan buah ingus (mommon) karena lendir yang ada dalam buahnya ūüôā Nama lain dari Pirdot ini di daerah desa Girsang sering disebut dengan GARUAN.

Cara menjadikan daun Pirdot ini menjadi obat, pertama-tama daunnya harus dikeringkan terlebih dahulu. Rebuslah 7 lembar daun Pirdot yang telah kering tersebut dalam wadah yang berisi 3 gelas air. Rebuslah daun tersebut sampai air yang tersisa tinggal satu gelas, lalu ademkan dan konsumsi. Lakukan 2 kali sehari, pagi dan sore. Dengan rutin mengkonsumsi air rebusan daun pirdot yang sudah dikeringkan, kadar gula dalam tubuh anda akan normal kembali. Jika kadar gula sudah normal, ada baiknya anda memperhatikan pola makan anda dengan mengurangi makanan yang mengandung gula. Selain memperhatikan pola makan, tetaplah rajin berolahraga.

Nah.. sudah tau ciri-ciri tanaman Pirdot kan? Tanpa diduga ternyata daun tanaman Pirdot ini memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang dapat diobati menggunakan daun Pirdot ini dan sudah banyak yang membuktikannya adalah penyakit DIABETES (Penyakit Gula). Banyak orang datang dari kota ke daerah Girsang dan Sipangan Bolon (desa diseputaran Parapat) untuk  mencari tanaman ini. Tanaman ini  sangat jarang ditemukan karena hanya tumbuh di daerah-daerah tertentu. Beruntung sekali tanaman Pirdot ini banyak ditemukan di daerah Girsang Sipangan Bolon Sumatera Utara.

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *