Ketam Kenari, Umang-umang Kenari | Birgus latro L.

Artikel
Ketam Kenari, Umang-umang Kenari | Birgus latro L.
Flora
5107
30 Juni 2015
Yayasan Kanopi Indonesia
Penulis
Arif Rudiyanto
50
posting

Ketam Kenari, Umang-umang Kenari | Birgus latro L.

 

 

 

 

Birgus Latro, atau Coconut Crab dan di Indonesia biasa kita kenal dengan sebutan Ketam kenari adalah artropoda darat paling besar di dunia.Meskipun sering disebut kepiting namun ini bukanlah kepiting, ini merupakan umang-umang yang sangat maju dalam hal evolusi, atau lebih tepatnya disebut dengan umang-umang kenari. Namun di Maluku mereka biasa menyebutnya dengan ketam kenari. Ketam kenari dikenal dengan kemampuanya sangat lihai dalam mengupas buah kelapa dengan capitnya yang kuat, dan dia juga merupakan satu-satunya spesies dari Genus Birgus.

Berat Keram kenari betina mencapai 4 kilogram dengan panjang mencapai 40 cm dan bentangan kak mencapai 2 meter, dan ukuran jantan biasanya akan lebih besar daripada ukuran betina. umur dari artropoda darat ini bisa mencapai 30-60 tahun. Sepasang kaki depan ketam kenari mempunyai capit besar yang berfungsi untuk mengupas kelapa cakarnya juga bisa mengangkat benda dengan berat 29 kilogram.

Meskipun Birgus latro adalah tipe turunan dari umang-umang, hanya ketam muda yang memakai kulit keong untuk melindungi perutnya yang lunak, dan kadang-kadang hewan dewasa memakai batok kelapa yang pecah untuk melindungi perutnya.

Tidak seperti umang-umang yang lain, ketam kenari dewasa tidak membawa kulit keong mereka, melainkan mengeraskan perisai perutnya dengan menumpuk kitin dan kapur. Mereka juga membengkokkan ekor mereka untuk melindungi diri. Seperti pada kepiting pada umumnya.

Ketam kenari kawin secara berulang dan cepat, biasanya pada bulan Mei sampai September, khususnya Juli dan Agustus. Ketam jantan dan betina berkelahi satu sama lain, lalu yang jantan berbalik ke punggung betina untuk kawin.

Seluruh proses perkawinan hanya berlangsung selama 15 menit, stelah itu betina akan bertelur dan melekatkan telur dibawah perutnya dan membawanya selama berbulan-bulan. Telur itu biasanya akan menetas apda bulan Oktober sampai November.

Ketam kenari betina melepaskan telur-telur tersebut ke lautan pada saat pasang naik.  Biasanya semua itu mereka lakukan pada malam yang sama dan pantai yang sama.

Kemudian Larva-larva itu mengapung di lautan selama 28 hari, selama itu banyak dari mereka dimakan pemangsa. Setelah itu, mereka hidup di dasar laut dan di pantai sebagai umang-umang, mereka biasa menggunakan cangkang siput yang kosong untuk berlindung selama 28 hari kedepan. Setelah 28 hari ini, mereka meninggalkan lautan secara permanen dan kehilangan kemampuan bernapas di air.

Makanan ketam kenari terutama terdiri dari buah, termasuk kelapa dan beringin. Tetapi, mereka akan memakan hampir semua yang organik, seperti daun, buah busuk, telur penyu, hewan mati, dan cangkang hewan lain, yang dipercaya menyediakan kalsium.

Ketam kenari hidup sendiri dibawah tanah atau celah-celah bebatuan. Mereka biasanya menggali tempat bersembunyi di pasir atau tanah gembur. Di siang hari, ketam kenari bersembunyi, untuk berlindung dan mengurangi hilangnya air karena panas.

Saat beristirahat di liangnya, ketam kenari menutupi jalan masuk dengan salah satu capitnya untuk menjaga kelembapan yang sangat penting untuk pernapasannya. Ketam kenari hidup di areal dari samudera Hindia hingga samudera Pasifik tengah. Pulau Christmas di samudera Hindia mempunyai populasi ketam kenari terbesar dan paling lestari di dunia. mereka juga ada di kepulauan Chagos milik Inggris, yang juga dikenal sebagai Teritori Samudera Hindia Inggris. Mereka dilindungi di pulau-pulau ini dari perburuan dan dimakan, dengan denda hingga 1500 poundsterling tiap ketam yang dikonsumsi. Di Mauritius dan Rodrigues mereka punah.

Kepiting kenari yang nama latinnya Birgus Latro ini, makanan utamanya adalah buah kelapa. Kepiting ini pun jago sekali memanjat pohon kelapa sampai 20 meter dengan ujung kakinya yang runcing sebagai tangan pemeluk batang kelapa dan alat pemetik buah kelapa. Konon, kalau sudah berhasil memetik buah kelapa, ia akan menjatuhkannya ke tanah. Setelah itu, ia baru turun dan menguliti buah dengan capitnya yang kuat.

Sesudah dikuliti, buah akan dibawa naik lagi ke pohon. Dan dari atas pohon, ia menjatuhkannya lagi ke tanah hingga kelapa itu pecah. Kemudian barulah ia turun untuk makan buah yang sudah pecah itu. Asal kamu tahu saja, kepiting kenari tidak pernah makan buah kelapa di atas pohon.

Kepiting kenari adalah jenis kepiting yang hanya bisa ditemukan di Provinsi Maluku  dan Sulawesi. Kepiting kenari ini adalah jenis yang bisa dimakan. Saking enaknya rasa kepiting ini, ia pun sering diselundupkan.

 

 

Sumber :

  • Eldredge, L.G. 1996. Birgus latro. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2015.2. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 30 June 2015.
  • http://www.arkive.org/coconut-crab/birgus-latro/videos.html
  • Altevogt, R. & Davis, T.A. (1975): Birgus latro: India’s monstrous crab. A study and an appeal. Bulletin of the Department of Marine Sciences, University of Cochin
  • Combs, C.A.N.; Alford, A.; Boynton, M. & Henry, R.P. (1992): Behavioural regulation of haemolymph osmolarity through selective drinking in land crabs, Birgus latro and Gecarcoidea lalandii. Biological Bulletin 182(3): 416-423.
  • Combs, C.A.N.; Alford, A.; Boynton, M. & Henry, R.P. (1992): Behavioural regulation of haemolymph osmolarity through selective drinking in land crabs, Birgus latro and Gecarcoidea lalandii. Biological Bulletin 182(3): 416-423
0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *