Kentang hitam

Artikel
Kentang hitam
Flora
3649
14 Desember 2014
Penulis
Nadia Putri Rachma
127
posting

Kentang hitam (Plectranthus rotundifolius) adalah terna yang menjalar yang bisa juga digunakan sebagai pengganti nasi. Bagian yang sering dipergunakan adalah umbinya. Sering digunakan sebagai campuran sayur lodeh, sayur asem, hingga jajanan sore. Petani menanam kentang hitam tatkala sesudah menanam padi.

Dikenal dengan nama macam-macam nama gombili (Gy.), dan kěntang jawa (Melayu), hombili (Batak), kěmbili (Aceh dan Sumatera Barat), kĕntang jawa (Betawi), huwi kěntang (Sunda), kambili, dan daun sabrang (Jatim), gombili, dan obi sola (Madura), sabrang (Bali), gěmbili, kěntang irěng, kumbili jawa, kěntang klici (Jawa), kombili (Maluku), sěbrang (Lombok), kĕntang jawĕ, kĕntang kĕmbili (Pontianak dan Kubu Raya) dan lain-lain di seluruh Indonesia

Sebagai sumber zat pati, kentang hitam bisa dipergunakan sebagai penganan sore untuk direbus dan dimakan. Kentang hitam kadang dimakan langsung untuk lalapan. Penggunaan umbi yang muda dan umbi yang tua dibedakan; yang muda dipakai untuk sayur lodeh, sayur asam, dan lain-lain. Sementara itu, umbi dewasa kentang hitam direndam dulu dalam larutan kapur, direbus, baru dimakan. Karena diperlakukan seperti itulah, kulit permukaan kentang hitam menjadi hitam. Itu sebabnya, orang Jawa menamai tumbuhan ini dengan kěntang irěng.

H. Keng mencatat (1978) dalam “Flora Malesiana”, disebutkan bahwa umbi kentang yang dewasa dipakai sebagai pengganti kentang dan dipakai sebagai bakso cacah. Apabila kentang ini dimakan berlebihan, dikhawatirkan kentang ini bisa tidak dapat dicerna.

Dalam pengobatan, umbi kentang hitam berguna sebagai obat bengkak. Caranya, ambil 25 gram umbi kentang hitam, dicuci, diparut, kemudian ditempel ke bagian badan yang bengkak dan kemudian dibalut dengan kain bersih. Sedangkan, menurut penelitian, diketahui umbi dan daun kentang hitam mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol.

Namun, menurut penelitian, telah dikabarkan bahwa kentang hitam mempunyai antioksidan yang natural dan antikanker yang terdapat pada ekstrak etanol daging dan kulit permukaan kentang hitam serta antioksidan yang tinggi dan aktifitas antiproliferatif yang terbuat dari ekstrak etanol kulit dengan cara yang bergantung dengan dosis. Asam ursolat dan asam oleanolat mungkin bisa pula digunakan sebagai anti-kanker dan antioksidan

Bunga dari kentang hitam

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *