Kacang Gude

Artikel
Kacang Gude
Flora
3430
25 Januari 2015
Penulis
Nadia Putri Rachma
127
posting

Divisi            : Magnoliophyta
Kelas           : Magnoliopsida
Sub Kelas   : Rosidae
Ordo           : Fabales
Famili          : Fabaceae
Genus        : Cajanus
Spesies      : Cajanus cajan

Gude, kacang gude, atau kacang bali (Cajanus cajan) adalah sejenis tanaman kacang-kacangan yang bersifat tahunan (perenial). Bijinya dapat dimakan dan menjadi sumber pangan alternatif. Tanaman ini relatif tahan panas dan kering sehingga cocok sebagai tanaman penghijauan kawasan kering.

Deskripsi

Gude merupakan perdu dengan tinggi mencapai 3 m. Tumbuhan ini juga merupakan kacang tahunan dengan umur yang tidak terlalu panjang, hanya 1-5 tahun. Batangnya berbulu halus, dan bercabang banyak. Ia berbentuk bulat, beralur, berbulu, hijau kecokelatan. Daunnya ganda, beranak daun berjumlah tiga. Ada bulu-bulu halus baik pada bagian atas maupun bawahnya. Helai daun bulat telur sampai elips, tersebar, ujung dan pangkalnya runcing, tepinya rata, bentuk pertulangannya menyirip, dan warnanya hijau. Tangkainya pendek berwarna hijau. Bunganya berbentuk kupu-kupu, berwarna jingga, ataupun kecoklat-coklatan. berjumlah majemuk, karangan bunga sepanjang 15-30 cm, serbuk sarinya berwarna kuning, putiknya satu, bengkok, mahkotanya berwarna kuning dan juga berbentuk kupu-kupu.

Buahnya polong, lurus/membengkok seperti sabit, membulat, menjorong/agak persegi. Polong yang memecah, memperlihatkan biji. Biji berwarna putih, krim, coklat, ungu kehitaman dan juga kecil. Akarnya tunggang, dan berwarna putih kotor

Kegunaan dan Manfaat

Polongnya yang masih muda dipergunakan sebagai lalap, sayur ataupun rujak. Bijinya yang sudah tua digoreng dan bisa pula digunakan sebagai obat. Bisa pula polong tuanya ini dipergunakan untuk membuat tempe dan tahu sebagai pengganti kedelai, ataupun dipanggang.

Pada masa Heyne dahulu (1916), dhal dianggap kurang berguna; sehingga kacang gude dipergunakan sebagai makanan dessert dengan rasa manis dan gurih. Daun muda bisa dimakan mentah sebagai lalab, direbus atau dikukus. Di Anakbenua India, kacang gude diambil polongnya dan dijadikan suatu masakan bernama dhal, bijinya yang segar dan bahkan putiknya dipakai untuk sayur,. Cabang dan batang dipakai untuk bahan bakar dan keranjang. Sering dipergunakan sebagai tanaman peneduh sekaligus tanaman pangan, penahan angin (windbreak), atau tanaman peneduh bagi vanila.

Gude juga memperbaiki keadaan tanah karena sistem perakarannya yang lebar, mengikat nitrogen bersama Rhizobium dan yang disediakan oleh daun yang jatuh. Di Madagaskar, gude yang disebut gude ini pula digunakan untuk makanan ulat sutra dan pengusir kutu lak untuk di Bengal Utara, dan Thailand.

Dalam pengobatan, gude juga sangat berguna; rebusan daun dari kacang gude dimanfaatkan dalam pengobatan. Heyne mempelajari bahwa di Buitenzorg (sekarang Bogor) bahwa di sana ia dipergunakan untuk mengobati gatal-gatal. Daun kacang gude dipergunakan untuk mengobati sakit kuning, sakit pada mulut, pernafasan, dan gangguan perut. Di Jawa, daun memang dipergunakan untuk mengobati demam, dan herpes.

Akar dan biji juga tak kalah berguna; akar untuk mengobati cacingan, batuk berdahak, dan luka. Sementara, bijinya dipergunakan utnuk mengobati memar. Di beberapa wilayah di Afrika, tumbuhan ini dipakai untuk mengobati masalah pencernaan. Malahan, di Madagaskar tumbuhan ini dipakai untuk membersihkan gigi. Selain itu pula, tumbuhan ini dipakai untuk mengobati infeksi mata, sakit telinga, dan akarnya dipakai untuk pengobatan sipilis

 

 

Sumber :

  •  http://plantamor.com/index.php?plant=240
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Gude
0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *