Inggu | Ruta angustifolia (L.) Pers.

Flora
Inggu | Ruta angustifolia (L.) Pers.
27 June 2015
7139
Inggu | Ruta angustifolia (L.) Pers.
 
 
 
 
 

Klasifikasi Tanaman Inggu | Ruta angustifolia (L.) Pers

             Kingdom: Plantae 
                    Kelas: Magnoliopsida 
                         Ordo: Sapindales
                             Familia: Rutaceae
                                 Genus: Ruta
                                     Spesies: Ruta angustifolia (L.) Pers

 

Inggu disebut Ruta angustifolia (L.) Pers  termasuk ke dalam Familia Rutaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama inggu (Sunda), godong minggu (Jawa), aruda (Melayu), anruda busu (Makasar). Inggu merupakan tanaman semak, tinggi dapat mencapai 1,5 meter. Batang berkayu, bulat, percabangan simpodial, warna hijau muda. Daun majemuk, anak daun berbentuk lanset atau bulat telur, pangkal runcing, ujung tumpul, tepi rata, panjang 8-20 mm, lebar 2-6 mm, warna hijau. Bunga majemuk, mahkota bentuk mangkok, warna kuning. Buah kecil, lonjong, terbagi atas 4 kotak, warna cokelat. Tanaman inggu dapat tumbuh pada dataran rendah 100-1000 mdpl.

Tanaman herba ini memiliki rasa pedas, agak pahit, dingin, berkhasiat sebagai pereda demam (antipiretik), penglihang nyeri (analgesik), anti radang, penawar racun (anti toksik), membuyarkan pembekuan darah, pereda kejang (anti konvulsan), peluruh haid (emenagog), stimultan pada sistem saraf dan kandungan (uterus).

Tanaman ini memiliki kandungan minyak atsiri yang mengandung  metil nonilketon sampai 90%, ketone, pinena, 1-limonena, cineol, asam rutinat, kokusaginin, edulinine, skimmianine,  beragapten, graveoline, graveolinine, asam rudic, rutin, rhammo glikosid, quersetin flavenol, xanthotoxin, dan sedikit tianin. Minyak atsiri digunakan juga pada industri kosmetik, pembuatan sabun, krem, dan wangi-wangian. 

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

  1. Sejumlah percobaan pada binatang menunjukkan bahwa zat berkhasiat furoquinoline alkaloid skimmianine dapat menyebabkan keguguran. Hal ini diduga akibat efek stimulasi langsung pada otot kandungan (uterus).
  2. Dari penelitian perkembangan folikel ovarium mencit pada periode pasca-lahir yang diberikan suntikan ekstrak daun inggu dengan dosis 8 mg/100 g bb, temyata pada ovarium mencit berumur 21, 35, dan 49 hari terjadi penurunan jumiah folikel primer, sekunder dan de Graaf, sedangjumlah folikel atresia meningkat. Hal ini diduga karena inggu bersifat estrogenik (Maria Esti Taruni, Fakultas B iologi UGM, 1993).
  3. Pemberian ekstrak daun inggu subkutan pada mencit dengan kehamilan 4 - 5 hari dengan dosis 0,08 mglg bb, pada uterus tampak peningkatan vaskularisasi, hemoragi, hiperplasia endometrium, perubahan glandula uterina, edema lamina propria endometrium, tidak terbentuknya sel raksasa, dan tebal miometrium bertambah. Keadaan tersebut hampir sama dengan pemberian estradiol benzoas (Flora Rumiati, Fakultas Biologi UGM, 1993).
 
 

Sumber :

  • Setiawan Dalimartha. Atlas tumbuhan obat Indonesia
  • http://natudays.blogspot.com/2012/02/rue.html
  • http://repository.unand.ac.id/3351/
  • http://www.proseanet.org/prohati2/browser.php?docsid=467

 

 
About Author
Arif Rudiyanto
Yayasan Kanopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2015-07-08
Difference:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *