Indonesia Negara dengan Berbagai Keanekaragaman Hayati

Artikel
Indonesia Negara dengan Berbagai Keanekaragaman Hayati
Flora, Satwa
140
28 April 2022
Desain Komunikasi Visual
Penulis
feliciaangeline
1
posting

Pada hari Jumat, 22 April 2022 yang lalu diadakan sesi diskusi dan sharing bersama Bapak Syarief, selaku PR and Education Outreach Manager dari Yayasan KEHATI pada mata kuliah Media and Environment yang berfokus pada isu-isu mengenai keanekaragaman hayati di Indonesia. Sesi tersebut berlangsung kurang lebih selama 2 jam dan banyak sekali informasi menarik seputar satwa yang didapatkan.

 

Keanekaragaman hayati di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Dengan berlokasi di daerah tropis, menyebabkan Indonesia memiliki tingkat curah hujan yang cukup tinggi, sehingga keanekaragaman hayati juga jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah subtropis (iklim sedang) dan kutub. Tidak hanya itu, Indonesia juga disebut sebagai negara mega biodiversity yang artinya memiliki banyak keunikan genetiknya, tinggi keragaman jenis spesies, serta ekosistem dan endemisnya. Namun, permasalahannya keanekaragaman hayati mulai mengalami berbagai erosi yang mengancam keberadaannya.

 

Keanekaragaman hayati merupakan istilah yang digunakan untuk keanekaragaman sumber daya alam, meliputi jumlah maupun frekuensi dari ekosistem, spesies, maupun gen di suatu tempat. Keanekaragaman hayati dapat diartikan sebagai keanekaragaman atau keberagaman mahkluk hidup yang bisa terjadi akhibat adanya perbedaan-perbedaan mulai dari bentuk, ukuran, warna, jumlah tekstur, penampilan, dan sifat-sifatnya. Keanekaragaman hayati terbagi menjadi 3 tingkatan mulai dari organisme yang rendah hingga yang tinggi, yaitu gen, spesies, dan ekosistem.

 

Keanekaragaman hayati berperan sebagai indikator dari sistem ekologi dan sarana untuuk mengetahui adanya perubahan spesies. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian mahkluk hidup. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati yang ada di bumi dengan baik. Keanekaragaman hayati berperan menyumbang sebesar 40% terhadap ekonomi dunia. Tidak hanya itu, sekitar 80% kebutuhan berasal dari sumber daya hayati. Semakin tinggi tingkat keanekaragaman hayati suatu daerah, semakin besar juga peluang untuk melakukan pembangunan.

 

Beberapa flora dan fauna yang hanya bisa ditemukan di Indonesia, yaitu badak bercula satu, komodo, jalak Bali, harimau sumatera, cenderawasih, dan lain-lain. Namun, selain dari seleksi alam banyak faktor yang menyebabkan keanekaragaman hayati yang sudah langka ini menjadi semakin terancam. Berkurangnya habitat akan mengganggu ekosistem yang akan mengancam berbagai spesies dan sedihnya hal ini tidak hanya disebabkan oleh kondisi alam tetapi juga oleh ulah manusia. Eksploitasi spesies flora dan fauna secara berlebihan juga akan menimbulkan kelangkaan dan kepunahan spesies. Pak Syarief juga sempat menyinggung bahwa di Taman Nasional Ujung Kulon pun badak bercula satu sudah sangat jarang bahkan hampir tidak pernah terlihat.

 

Deforestasi dan peralihan fungsi lahan menjadi pemukiman juga merupakan salah satu penyebab utama berkurangnya habitat mahkluk hidup. Hutan merupakan tempat tinggal bagi banyak hewan dan tumbuhan. Apabila hal tersebut hilang, maka semua kehidupan yang dulunya ada disana terpaksa mencari tempat lain untuk ditinggali dan inilah yang menyebabkan banyak insiden hewan liar memasuki kawasan warga. Hewan-hewan yang tidak lagi  memiliki tempat tinggal ini dilihat sebagai ‘ancaman’ dan tidak sedikit yang harus ditangkap dan dibunuh.

 

Tidak hanya yang di darat saja yang terancam punah, namun yang di laut pun juga demikian. Ancaman terbesar bagi biota laut tidak lain dan tidak bukan adalah sampah. Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik di lautan terbanyak kedua di dunia setelah China. Hal ini berdampak buruk bagi kehidupan bawah laut. Ikan-ikan termakan micro plastik, terjerat oleh sampah, karang memutih karena tertutup plastik, dan banyak ikan yang mati karena habitatnya terpapar polusi dan tidak memungkinkan untuk ditinggali.

 

Maka dari itu, pada tahun 2014 Yayasan KEHATI membentuk Biodiversity Warriors (BW) sebagai gerakan anak muda yang bertujuan memopulerkan keanekaragaman hayati Indonesia, baik dari sisi keunikan, potensi, manfaat, dan pelestariannya.

1
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *