HUMAN SUITE

Artikel
HUMAN SUITE
Lain-lain
4177
16 Desember 2014
Pusat Riset Konservasi Gajah dn Biodiversitas
Penulis
Achmad Zulfikar
68
posting

Jaringan

ZULFIKAR

Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh

  ABSTRAK

Praktikum  yang berjudul “Jaringan” telah dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2014. Praktikum bertujuan untuk mengamati berbagai macam jaringan. Praktikum dilakukan dengan metode pengamatan. Pengamatan dilakukan pada Epitel selapis pipih, Epitel selapis kubus, Epitel selapis silindris, Epitel berlapis banyak palsu, Epitel berlapis banyak pipih, Epitel berlapis banyak kubus, dan Epitel transisional. Data disajikan dalam bentuk tabel (gambar). Hasil praktikum ditemukan bahwa jaringan tersusun oleh sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama dan jaringan epitel merupakan jaringan penutup permukaan. 

PENDAHULUAN

Jaringan pengikat berkolagen terdiri dari serat, struktur. Ini selanjutnya tersusun atas fibril kolagen, yang Nampak seperti garis melintang, fibril ini terorganisasi dengan cara yang berbeda-beda, tergantung pada fungsi biologi jaringan itu (Katli, 2009: 21).

Lebih lanjut Suryawati (2013: 34) menjelaskan : Struktur hewan merupakan mata kuliah dasar dalam mempelajari oranisai tingkat jaringan dasar yang meliputi jaringan ikat, polos dan otot. Kemudian pada struktur hewan juga dipelajari tentang system integument, system rangka, dll.

Wahyuni (2012: 216) menyatakan : Pada sayatan melintang, duktus epididimis tersusun atas lapisan epitel silindris banyak baris yang dikelilingi oleh jaringan ikat longgar dan lapisan otot polos sirkular.

 

METODOLOGI 

   Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh pada tanggal 18 Oktober 2014.

Bahan dan Alat : Alat dan bahan yang digunakan adalah Mikroskop, Alat tulis menulis, Epitel selapis pipih, Epitel selapis kubus, Epitel selapis silindris, Epitel berlapis banyak palsu, Epitel berlapis banyak pipih, Epitel berlapis banyak kubus, dan Epitel transisional.

Metode Penelitian

UNTUK MENGENAL BAGIAN DARI SEL :

A.    Epitel selapis pipih              

  B.     Epitel selapis kubus          

C.     Epitel selapis silindris        

D.    Epiel berlapis banyak palsu    

  E.     Epitel transisional    

Dari hasil praktikum yang telah kami lakukan dapat kami jelaskan bahwa, jaringan epitel merupakan jaringan yang terdiri atas sel-sel yang membentuk suatu lapisan bersinambungan yang menutupi permukaan tubuh atau melapisi ruang-ruang didalam tubuh. Biasanya dapat ditemukan membran dasar nonseluler yang merupakan alas lapisan sel-sel epitel. Membran ini dihasilkan oleh sel yang terdiri atas benang protein yang halus yang terletak dalam suatu maktriks polisakarida. Sel-sel epitel tubuh melindungi sel yang ada dibawahnya. Sel-sel epitel tubuh melindungi tubuh dari berbagai macam ancaman mikroorganisme dan bakteri. Selnya dapat berbentuk pipih, kubus atau batang, dan dapat teratur dalam satu lapisan.

  1.   Pengamatan Epitel selapis pipih           

  Pada mammal kidney atau ginjal terdiri dari berbagai bagian. Pada bagian korteks ginjal mengandung banyak nefron sehingga permukaan kapiler ginjal menjadi luas. Setiap nefron terdiri atas badan  malphigi terdapat kapsul bowman. Kapsul boeman ini berbentuk seperti mangkuk atau piala yang berupa selaput jalinan kapiler arterial. Tubulus (pembuluh) pada badan malpighi adalah pembuluh proksimal yang bergulung dekat kapsul bowman dimana pada dinding selnya terdapat banyak sekali mitokondria. Tubulus yang kedua adalah tubulus distal.

2.   Epitel selapis silindris           

  Tampak terlihat adanya vili-vili yang berfungsi  memperluas permukaan usus untuk penyerapan nutrisi dan makanan, pembuluh kapiler yang berfungsi sebagai tempat alirran darah di usus, sel pengabsorbsi yang berfungsi untuk absorbsi, submukosa yang berfungsi sebagai pengatur kontraksi muskularis mukosa dan sekresi dari saluran pencernaan, dan muskular yang berfungsi sebagai otot usus.

3.   Epitel berlapis banyak            

 Jaringan epitel pipih berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel yang berbentuk pipih. Sel-sel pada jaringan epitel pipih berlapis banyak tersusun sangat rapat. Lokasi jaringan epitel pipih berlapis banyak terdapat pada jaringan epitelium rongga mulut, rongga hidung, esofagus, telapak kaki, dan vagina. Fungsi: berfungsi sebagai jaringan pelindung.

4.   Epitel transisional            

 Merupakan epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringan menggelembung, bentuknya berubah. Biasanya membran dasarnya tidak jelas. Epital transisional merupakan jaringan epithelium yang tidak dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya karena bentuknya berubah seiring dengan berjalannya fungsinya. Biasanya terdapat pada ureter, urethra.

5.     Epitel berlapis banyak palsu       

Sel basal berbentuk kubus dengan inti bulat serta ketinggian paling bawah.Sel selindris bersilia berbentuk selindris dan permukaannya bersilia. Inti berbentuk lonjong. Sel goblet atau sel lendir atau sel mukus berbentuk kerucut, inti tampak meruncing pada bagian bawahnya. Pada sitoplasmanya terdapat mucus. Sel goblet terdiri atas beberapa bagian, pangkal sel sempit dan mengandung banyak retikulum endoplasma (RE), bagian tengah sel melebar dan terdapat banyak badan golgi yang berbentuk mangkuk, dan puncak sel, yaitu bagian yang paling lebar dan terdapat banyak vesikula-vesikula yang berisi mucus.

6.   Epitel berlapis banyak palsu            

Epitel ini dikatakan berlapis banyak palsu karena pada penampang tegak lurus tampak seperti berlapis banyak. Hal ini disebabkan karena letak inti dari sel-sel yang membangunnya tidak sama tingginya.Epitel ini dibagi atas 3 macam sel, yaitu sel basal, sel selindris bersilia, dan sel goblet.              

SIMPULAN Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa, Jaringan epitel merupakan jaringan yang terdiri atas sel-sel yang membentuk suatu lapisan bersinambungan yang menutupi permukaan tubuh atau melapisi ruang-ruang didalam tubuh, selnya dapat berbentuk pipih, kubus atau batang, dan dapat teratur dalam satu lapisan. Pada epitel selapis silindris tampak terlihat adanya vili-vili yang berfungsi  memperluas permukaan usus untuk penyerapan nutrisi dan makanan, tubulus (pembuluh) pada badan malpighi adalah pembuluh proksimal yang bergulung dekat kapsul bowman dimana pada dinding selnya terdapat banyak sekali mitokondria. Tubulus yang kedua adalah tubulus distal. Jaringan epitel pipih berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel yang berbentuk pipih, lokasi jaringan epitel pipih berlapis banyak terdapat pada jaringan epitelium rongga mulut, rongga hidung, esofagus, telapak kaki, dan vagina. Fungsi: berfungsi sebagai jaringan pelindung. Epitel transisional merupakan jaringan epithelium yang tidak dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya karena bentuknya berubah seiring dengan berjalannya fungsinya. Biasanya terdapat pada ureter, urethra. Epitel ini dikatakan berlapis banyak palsu karena pada penampang tegak lurus tampak seperti berlapis banyak, epitel berlapis banyak palsu ini dibagi atas 3 macam sel, yaitu sel basal, sel selindris bersilia, dan sel goblet. Sel goblet terdiri atas beberapa bagian, pangkal sel sempit dan mengandung banyak retikulum endoplasma (RE), bagian tengah sel melebar dan terdapat banyak badan golgi yang berbentuk mangkuk, dan puncak sel, yaitu bagian yang paling lebar dan terdapat banyak vesikula-vesikula yang berisi mucus.            

DAFTAR PUSTAKA Katili, Abubakar. 2009. Struktur dan Fungsi Protein Kalogen. Jurnal Pelangi Ilmu. Vol.2. (5): 21.

Suryawati, dkk. 2013 Korelasi Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Struktur Hewan dengan Perkembangan Hewan. Jurnal Biogenesis. Vol.10. (1): 34.

Wahyuni, Sri, dkk. 2012. Histologi dan Histomorfometri Testis dan Epididimis Muncak (Muntiacus muntjak muntjak). Jurnal Veteriner. Vol.13. (3): 211-219.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *