Hiu Macan

Artikel
Hiu Macan
Satwa
2850
28 Desember 2014
Penulis
Bagus Satrio
173
posting

Harus dikatakan di awal, bahwa hiu jenis ini juga merupakan salah satu hiu yang termasuk dalam “daftar merah”. Hiu macan yang bernama latin Galeocerdo cuvier ini, berdasarkan hasil pengamatan tim monitoring dari Conservation International, sudah masuk dalam kategori hampir terancam punah.

Hiu macan berasal dari genus Galeocerdo, famili Carcharinidae. Genus ini hanya terdiri dari satu spesies, yaitu Galeocerdo cuvier. Hiu ini pertama kali dideskripsikan oleh Peron dan Lessueur pada 1822, dan diberi nama Squalus cuvier. Muller dan Henle pada 1837 menamai ulang hiu macan menjadi Galeocerdo tigrinus. Nama genusnya, Galeocerdo berasal dari bahasa Yunanigaleos yang berarti hiu dan bahasa Latin cerdus yang berarti rambut kaku dari babi.

Hiu ini mudah dikenali dari jauh karena motif kulitnya yang belang-belang gelap, menyerupai motif macan. Namun, motif ini akan semakin memudar seiring dewasanya sang hiu. Kulitnya bervariasi, dari biru ke hijau muda, dengan perut berwarna putih atau kuning muda. Kepalanya berbentuk seperti taji yang memudahkannya berpaling dengan cepat ke satu sisi.

Hiu macan biasa hidup di sekitar Kepulauan Pasifik Tengah, atau di banyak perairan hangat (tropis). Ia biasa menyantap banyak ragam makanan, mulai dari ikan, anjing laut, burung, cumi-cumi, kura-kura, hingga lumba-lumba. Bersama dengan hiu putih, hiu Pasifik, hiu Greenland, dan hiu enam insang, hiu macan adalah salah satu hiu yang terbesar. Pertumbuhannya bisa mencapai hingga 5 meter dengan bobot hingga 635 kg. Jenis ini mencapai kedewasaan ketika berukuran 2-3 meter.

Ia memiliki organ sensor bernama lateral di sepanjang sisi tubuhnya. Fungsi utamanya, mendeteksi getaran dalam air yang memungkinkan hiu macan dapat berburu dalam kegelapan dan mendeteksi mangsa bahkan yang bersembunyi sekalipun.

Secara anatomi, hiu macam memiliki sirip panjang dan ekor yang juga panjang. Sirip punggung dan dorsal tinggi berfungsi sebagai sumbu, memungkinkannya berputar cepat pada sumbunya walaupun sirip dorsal cukup dekat dengan ekor. Rahangnya lebar dan keras berpadu dengan gigi tajam. Karena itu, ia mampu untuk menyantap hewan-hewan besar, seperti lumba-lumba atau paus.

Yang menarik, hiu macan adalah satu-satunya spesies di familinya yang merupakan hewan ovovivipar. Artinya, telurnya menetas di dalam dan hiu muda lahir ketika telah terbentuk sempurna. Pembentukan hiu di dalam tubuh induk berlangsung hingga 16 bulan. Kabarnya, hiu api dapat hidup lebih lama dari 12 tahun.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *