harimau sumatera

Artikel
harimau sumatera
Satwa
2338
20 Desember 2014
Pusat Riset Konservasi Gajah dn Biodiversitas
Penulis
Achmad Zulfikar
68
posting
Di Aceh, dari penelusuran penulis sepanjang lintas barat-selatan yang memiliki banyak kasus hubungan manusia dengan harimau terdapat banyak kisah tentang binatang ini. Di sini penulis bisa menyimpulkannya dari hasil wawancara dengan beberapa orang yang dikenal di wilayahnya sebagai pawang harimau.

 
Ada tiga klasifikasi harimau. Pertama, harimau liar asli. Harimau ini hidup di hutan-hutan Aceh yang kemudian masyarakat di lintas barat selatan sering menyebut dengan istilah “nek” (bahasa Aceh), “ninik” (bahasa Jamee) atau “Poe Gurak Sah”.
Hampir seluruh masyarakat percaya bahwa harimau hewan mulia yang tak dapat disumpahi. Apabila disumpahi maka hal buruk akan terjadi padanya.
Bagi masyarakat yang kehidupannya dekat dengan habitat harimau, mereka memiliki semacam aturan khusus yang tidak boleh dilanggar jika masuk hutan. Di antaranya tidak boleh menyumpahi harimau, tidak boleh berkata kotor, tidak boleh ke hutan dengan kondisi leher yang tampak. Saat melihat jejak kaisan harimau apabila menyilang jalan, maka tidak boleh dilewati. Apabila kaisannya lurus mengikuti jalan maka jalan tersebut dapat dilewati. Lalu juga tidak boleh menunggui pohon durian yang sering didatangi oleh harimau.
Yang sangat menarik adalah aturan yang tidak memperbolehkan orang yang memiliki pusar di tekuknya atau biasa disebut pusar harimau untuk masuk ke hutan karena kemungkinan besar akan diterkam harimau. Mereka percaya bahwa di dalam pusar seperti itu terdapat darah harimau dan harimau menginginkannya kembali.
Oleh sebab itu pawang harimau harus mencabut pusar harimau agar mereka yang memiliki pusar itu aman saat pergi ke hutan. Setiap orang yang pergi ke hutan harus selalu mawas sambil melihat ke belakang karena katanya harimau pasti menyerang dari belakang dan tak akan pernah menyerang ke depan karena di dahi manusia ada kalimah yang tak bisa dipandang oleh harimau.
Salah satu wilayah di dunia yang memiliki habitat asli harimau liar adalah Sumatera. Di pulau ini ada Harimau Sumatera atau Panthera Tigris Sumatrae, subspesies harimau termungil dan paling berwarna dalam jenisjenis harimau di dunia.

 
 
Aceh yang merupakan bagian dari Sumatera tentu merupakan basis habitat Harimau Sumatera. Terdapat banyak wilayah konservasi di Aceh seperti Taman Nasional Gunung Leuser, wilayah konservasi
ulu Masen, dan beberapa wilayah lain yang dibentuk untuk melestarikan Harimau Sumatera yang kini jumlahnya di ambang kepunahan, hanya tersisa sekitar 400-500 ekor lagi.
0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *