Edukasi dan Sosialisasi Pelajar untuk Cinta Keanekaragaman Hayati di Ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser

Artikel
Edukasi dan Sosialisasi Pelajar untuk Cinta Keanekaragaman Hayati di Ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser
Aktivitas, Flora, Kehutanan, Satwa
66
13 Oktober 2020
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
9
posting

Stasiun Riset Suaq Balimbing merupakan salah satu stasiun riset yang berada di Desa Pasie Lembang Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Area riset Suaq Balimbing berada di dalam ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang memiliki daya tarik berupa pengamatan satwa langka orangutan sumatra (Pongo abelii) dataran rendah, pengamatan burung (Bird Watching) serta flora fauna yang beranekaragam tinggal di dalamnya.

 

Keberadaan Stasiun Riset Suaq Balimbing menjadi wadah untuk para peneliti dan mahasiswa lokal maupun mancanegara untuk mempelajari beragam potensi flora dan fauna yang terdapat di dalam area riset. Peneliti dan mahasiswa yang pernah melakukan riset di Suaq Balimbing diantaranya dari Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta, Program Studi Magister Biologi Universitas Nasional dan Zurich University. Sebagai peneliti dan mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melakukan penelitian tetapi juga edukasi dan pengabdian kepada masyarakat. Beranjak dari motivasi dan tujuan untuk menumbuhkembangkan kepedulian terhadap kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati terutama yang berada di sekitar kawasan ekosistem TNGL, Tri yang merupakan bagian dari mahasiswa dalam tim peneliti dan tim Suaq Balimbing melakukan beberapa program edukasi yaitu sosialisasi dan edukasi lingkungan (Suaq Goes to School) kepada pelajar Sekolah Dasar (SD) dan program kunjungan edukasi (Education Visit) ke stasiun riset Suaq Balimbing kepada beberapa pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah kecamatan Kluet Selatan.

 

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi edukasi lingkungan dan kunjungan edukasi dilakukan oleh para mahasiswa dan staf peneliti di Stasiun Penelitian Suaq Balimbing bersama petugas TNGL Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tapaktuan, mitra Society Orangutan Conservation Program (SOCP), mitra Forum Konservasi Leuser (FKL), para siswa SD dan SMA, serta guru pendamping dari masing-masing sekolah yang diikutsertakan.

 

Sosialisasi edukasi lingkungan dilaksanakan selama bulan Mei – Oktober 2019 di dua Sekolah Dasar, yaitu SD Durian Kawan dan SD Indra Damai. Siswa yang diikutsertakan dalam program ini terdiri dari kelas 1-5 didampingi oleh beberapa guru. Setiap kelas terdiri dari 10-20 siswa dengan 1-2 orang guru. Rangkaian acara dalam sosialisasi ini terdiri dari kegiatan sosialisasi berupa presentasi, tanya jawab dan games berkaitan dengan topik konservasi. Selama berlangsungnya kegiatan, terlihat para siswa sangat antusias dan bersemangat untuk belajar lebih jauh tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. Capaian dari hasil kegiatan ini adalah para siswa dapat memberikan jawaban yang benar di games/kuis seputar konservasi yang diberikan.

         

Sosialisasi Edukasi Lingkungan di Indra Damai, Kluet Selatan, Aceh

 

 

Program kunjungan edukasi ke stasiun riset Suaq Balimbing dilaksanakan pada bulan Desember 2019 selama 3 hari kepada beberapa pelajar SMA di dua sekolah, yaitu SMA 1 Kluet Selatan dan SMA 1 Kluet Timur. Siswa yang diikutsertakan dalam program ini dipilih dari kelas 1-3 didampingi oleh guru. Setiap sekolah terdiri dari 5 siswa terseleksi dengan 1 orang guru. Rangkaian acara dalam kunjungan edukasi ini terdiri dari perkenalan dan orientasi kegiatan, observasi flora dan fauna di Stasiun Riset Suaq Balimbing, diskusi hasil observasi dan presentasi dari peserta, pemutaran film konservasi, penanaman pohon di belakang camp Stasiun Riset Suaq Balimbing, dan praktik sambung pucuk tanaman.  Selama berlangsungnya kegiatan, terlihat para siswa sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti setiap kegiatan untuk belajar lebih jauh tentang konservasi kelestarian alam dan keanekaragaman hayati yang berada di sekitar tempat tinggal mereka yang berdampingan dengan TNGL

 

Capaian dari hasil kegiatan ini adalah para siswa dapat mempresentasikan hasil observasi flora fauna di kawasan ekosistem TNGL, menanam 40 pohon buah di belakang camp Stasiun Riset Suaq Balimbing dan membuat tanaman hasil sambung pucuk.

 

         

1
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *