LAWALATA IPB MENGUNGKAP SURGA TERSEMBUNYI KAWASAN KARST SEKITAR TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

Artikel
LAWALATA IPB MENGUNGKAP SURGA TERSEMBUNYI KAWASAN KARST SEKITAR TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK
Aktivitas, Ekowisata, Kehutanan
39
14 Oktober 2020
IPB University
Penulis
Ziadatunnisa Ilmi Latifa
3
posting

Sejak tanggal 26 September hingga 6 Oktober 2020, Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Lawalata IPB melaksanakan sebuah eksplorasi kawasan karst di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tepatnya di wilayah Gunung Bongkok. Setelah sukses melangsungkan audiensi kepada Balai TNGHS, tim ekspedisi segera melancong ke kantor pengelolaan Resort Gunung Bongkok yang terletak di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Tim ekspedisi yang dikepalai oleh Beibi Widya Hutasoit (L-412) merupakan anggota Lawalata IPB yang masih aktif melakukan perkuliahan. Dengan adanya ekspedisi, perkuliahan tetap menjadi prioritas utama, cara mensiasatinya adalah membagi jadwal turun lapangan agar tidak mengganggu aktivitas perkuliahan.

 

Kawasan karst merupakan daerah yang memiliki batuan karbonat atau batuan lain yang memiliki sifat mudah larut. Kawasan ini identik dengan batuan kapur dan juga lubang-lubang tanah yang besar atau sering disebut gua. Fungsi kawasan karst di Indonesia adalah sebagai penyerap karbondioksida, daerah resapan air, media penyimpan air tanah, dan sebagai objek penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Eksplorasi yang dilakukan oleh tim Lawalata IPB adalah dalam rangka untuk menganalisis serta mendokumentasikan potensi kawasan karst yang berada disekitar kawasan TNGHS. Hal tersebut dilandasi oleh karena beredar informasi bahwa masyarakat setempat menemukan lubang yang diduga mulut gua dan belum ada penelitian yang dilakukan disana.

 

Kegiatan yang dilakukan dalam eksplorasi kawasan karst Lawalata IPB antara lain adalah melakukan invetarisasi atau pendataan lokasi mulut gua, melakukan penelusuran serta pemetaan gua, serta melakukan inventarisasi biota gua yang ditemukan. Selama eksplorasi, tim berhasil menemukan 56 titik persebaran gua yang tersebar di 4 desa yang berbeda. Didalam gua tim pun berhasil mendokumentasikan foto-foto ornamen gua seperti stalaktit dan stalakmit serta biota gua seperti jangkrik, kelalawar, dan kalacemeti. Hasil eksplorasi akan dibahas dalam Seminar Nasional Hasil Eksplorasi Kawasan Karst Lawalata IPB yang akan digelar secara daring melalui Zoom pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020 mendatang. Seminar tersebut turut mengundang Dr. Ir. Arzyana Sunkar, M.Sc selaku dosen dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB serta Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si selaku Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *