Cucak Kerinci, Burung Endemik Sumatera Yang Gemar Membully

Artikel
Cucak Kerinci, Burung Endemik Sumatera Yang Gemar Membully
Satwa
1918
5 Januari 2015
Penulis
Bagus Satrio
173
posting

Budaya membully yang marak belakangan ini, terutama di sosial media, ternyata sudah ada sejak dulu dalam dunia burung. Tentu bukan di sosial media, melainkan di alam liar. Salah satu burung yang gemar membully adalah cucak kerinci / cream-striped bulbul (Pycnonotus leucogrammicus). Selain suka membully burung lain, burung endemik di Gunung Kerinci dan Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera, ini juga rajin berkicau.

Di pasar burung, kita sering menjumpai burung cucak kerinci. Beberapa pedagang kerap menyebutnya sebagai burung siri-siri, padahal jelas sekali perbedaan antara cucak kerinci dan siri-siri. Tetapi apabila tidak teliti, Anda mungkin akan terkecoh. Baik siri-siri maupun cucak kerinci memiliki bulu bercorak garis-garis di bagian dada hingga perut. Namun jika dicermati, sebenarnya banyak perbedaan di antara kedua jenis burung tersebut, terutama bagian kepala cucak kerinci yang tampak berjambul dengan warna bulu tubuh yang lebih gelap dan tegas.

Suara kicauan cucak kerinci sangat berbeda dari burung siri-siri. Karena itu pula, cucak kerinci jarang digunakan sebagai burung masteran, melainkan lebih tepat dijadikan burung kelangenan.

Sebagai burung klangenan atau burung rumahan, cucak kerinci termasuk sangat aktif dan cerewet, dengan suara kicauan yang ramai.

Kecerewetannya inilah yang kerap digunakannya untuk mengganggu atau mengintimidasi burung-burung lainnya. Berikut ini suara kicauan burung cucak kerinci yang bisa didengar dan download untuk memancing bunyi burung kicauan di rumah:

Photo by : Google

Source : Burung Indonesia, Kutilang Indonesia

 

1
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *