Cerita dari Flora Fauna Bumi Siliwangi, Universitas Pendidikan Indonesia

Artikel
Cerita dari Flora Fauna Bumi Siliwangi, Universitas Pendidikan Indonesia
Aktivitas, Ekowisata, Flora, Kehutanan
91
2 September 2022
Biologi
Penulis
Azmah N.
2
posting

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Bandung Utara salah satunya dapat ditemukan di lingkungan Kampus Universitas Pendidikan Indonesia. Selain berperan dalam meredam bising kendaraan, menyerap panas dan polusi udara, serta sarana relaksasi warga kampus, RTH di kawasan UPI, khususnya Kebun Botani, berfungsi sebagai laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian. Berbagai vegetasi yang tumbuh menjadi tempat berlindung dan penyedia nutrisi bagi beberapa jenis satwa, terutama  burung, mamalia kecil, amphibi, dan serangga. Awal bulan Juli 2022, anggota Kelompok Pecinta Alam Biocita Formica berkesempatan untuk melakukan pengamatan burung dan amphibi sekaligus melakukan pencatatan jenis tanaman yang ada di RTH kampus Bumi Siliwangi dengan lokasi utama Kebun Botani UPI, Taman Pasteur, dan Taman Bareti. Hasilnya terdapat 51 jenis tumbuhan dari berbagai habitus, dua jenis amphibi, serta delapan jenis burung yang berhasil diamati dan dicatat.

Pukul 7 pagi anggota Biocita berkumpul di meja bundar Kebun Botani UPI untuk memulai pengamatan. Pada mulanya seluruh anggota belajar cara menggunakan kamera DSLR untuk memotret fauna. Setelahnya, anggota melakukan pengamatan mandiri sesuai dengan minat pribadi. Selama pengamatan, suasana diramaikan nyanyian burung, kodok yang menguak, serta dua ekor tupai yang berkejaran di dahan pepohonan. Suasana damai yang serasi dengan pemandangan indah dari berbagai koleksi tanaman. 

parmentiera aculeata

Parmentiera aculeata

Tanaman yang pertama kali menarik perhatian pengamat flora adalah Parmentiera aculeata. Lokasi tanaman ini berada di dekat meja bundar dengan habitus pohon kecil, morfologi daun majemuk menjari tiga (trifoliolatus) dengan ukuran yang kecil, bunga muncul dari sisi lateral batang dan berkembang menjadi buah yang menyerupai cabai hijau besar. Sebab identitas tanaman tidak terbaca dengan jelas, maka dilakukan konfirmasi jenis melalui aplikasi iNaturalist dan PlantNet. Melalui kedua aplikasi ini, berdasarkan foto bunga dan buah, diketahui tanaman ini merupakan anggota dari suku Bignoniaceae dengan nama latin Parmentiera aculeata. Berdasarkan penelusuran lebih lanjut di internet, tanaman ini umumnya dikenal dengan candle tree sebab permukaan buah licin dan bentuknya menyerupai lilin.

Seraya menunggu pengamat herpetofauna menangkap katak di kolam tanaman air, pengamat aves mencoba melakukan pengamatan di luar Kebun Botani, sedangkan pengamat flora belajar fotografi bunga menggunakan HP. Terdapat dua tanaman yang ditambahkan ke dalam catatan; Ardisia elliptica dan Strobilanthes hamiltoniana. Kedua tanaman cantik ini letaknya berdampingan di tepi kolam. Setelah katak berhasil ditangkap, pengamatan di lanjutkan di Taman Pasteur. Di lokasi ini anggota dapat melihat dan mendokumentasikan burung cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), perkutut jawa (Geopelia striata), dan wiwik kelabu (Cacomantis merulinus), layang-layang asia (Hirundo rustica), serta tentunya burung gereja (Passer montanus).

Burung layang-layang asia (Hirundo rustica) (Sumber: Taufan N. S., 2022)

Berpindah lokasi, pengamatan dilanjutkan di Taman Bareti yang menjadi tempat tinggal Pohon Beringin besar (Ficus benjamina) selama bertahun-tahun. Selain beringin, di lokasi ini terdapat pohon Elaeocarpus yang sedang berbunga dan menjadi salah satu bunga favorit pengamat flora. Berjejer seperti lonceng peri, petal bunga tanaman ini berwarna putih dan dilindungi oleh sepalnya yang berwarna merah muda. Sambil beristirahat dan mengamati burung yang berterbangan di antara dahan, anggota Biocita belajar mengidentifikasi katak yang sudah ditangkap menggunakan eBook “Panduan Bergambar Identifikasi Amfibi Jawa Barat” oleh Mirza et al. Kedua jenis katak yang ditangkap adalah kongkang jangkrik (Hylarana nicobariensis) dan katak pohon bergaris (Polypedates leucomystax). Setelah diidentifikasi dan di foto dengan Background alam, katak dibawa ke basecamp Biocita untuk diawetkan. 

kongkang kolam (Hylarana chalconota)

Kongkang jangkrik (Hylarana nicobariensis)

Setelah pengamatan, dokumentasi flora dan fauna diidentifikasi jenisnya. Flora diidentifikasi menggunakan aplikasi iNaturalist dan PlantNet. Dari 51 nama ilmiah tanaman yang berhasil diidentifikasi, sebenarnya perlu dikonfirmasi ulang agar lebih tepat. Konfirmasi nama ilmiah tanaman salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan buku panduan identifikasi ataupun kunci determinasi, seperti identifikasi aves menggunakan ebook “Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan” oleh John MacKinnon et al. Menggunakan buku tersebut, dapat diketahui jenis burung lainnya yang terdapat di RTH Kampus Bumi Siliwangi UPI; Cabai jawa (Dicaeum trochileum), Tekukur (Spilopelia chinensis), dan burung madu sriganti (Nectarinia jugularis). 

Berdasarkan hasil dari kegiatan sederhana ini, dapat diketahui bahwa terdapat berbagai flora dan fauna yang ada di lingkungan Kampus UPI. Tentunya hal ini sangat berkaitan dengan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menjadi area tumbuh dan kembang berbagai vegetasi. Keberadaan vegetasi tersebut kemudian menyokong RTH untuk menyediakan ekosistem lokal bagi berbagai makhluk hidup, termasuk manusia sebagai warga kampus.

6
Bagikan:

Komentar (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *