Cendrawasih Raja

Artikel
Cendrawasih Raja
Satwa
1599
14 Desember 2014
Penulis
Panji Azis
112
posting

Deskripsi
Sedang (16 cm.). Tubuh bagian bawah burung jantan berwarna putih, kepala dan punggung merah-terang, dengan dua kawat ekor yang masing-masing berujung piringan bulu hijau. Tubuh bagian bawah burung betina berpalang samar dan halus, muka sawo matang pucat, paruh kuning-gading dan bulu lonjong di dahi memanjang sampai paruh; ujung sayap kadru. Tungkai burung jantan dan betina berwarna biru.

Burung betina mirip Cendrawasih belah-rotan betina, bedanya tudung Cendrawasih belah-rotan betina lebih gelap dengan paruh dan garis mata kebiruan dan ujung sayapnya kusam.
Tubuh bagian bawah burung betina mirip Kedasi dan Kangkok, meski bentuknya berbeda dan lebih berkilauan pada Kangkok

Tempat hidup dan Kebiasaan
Mendiami tepi hutan, hutan dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 300 m, meski kadang dapat dijumpai di ketinggian 850 m. Burung jantan dapat berkicau secara terus-menerus dalam pasangan atau dalam kelompok sampai satu jam. Juga saat menari untuk memperagakan diri di cabang tumbuhan merambat yang tinggi (15 – 20 meter). Mencari makan bersama, terutama buah-buahan dan artropoda, dalam kelompok campuran berbagai jenis burung.
Musim berbiak setidaknya dari bulan Maret sampai Oktober, dimungkinkan berlangsung sepanjang tahun. Sifat perkawinannya poligini. Burung jantan menampilkan pertunjukkan berupa tarian dan beberapa pose diam untuk menarik pasangan, dimana terkadang sampai 4 betina berkumpul untuk menilai performa pejantan. Burung betina membangun dan merawat sarang tanpa bantuan burung jantan. Satu sarang tercatat berada di lubang pohon, dua meter diatas permukaan tanah, dengan jumlah telur 1-2 butir.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *