Archives: Opini

BBNJ, the writings on the wall and we need to act fast

The threat to the long-term survival of our marine biodiversity is increasing, affecting both the waters within our national jurisdictional and the high seas. The Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ) agreement provides a vital opportunity for a unified rescue effort for sustainable biodiversity in these two areas. What should we do with the time limits BBNJ, the writings on the wall and we need to act fast

Jangan Biarkan Menara Pohon Air Terus Kerontang: Mata Air Menjadi Air Mata

Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah World Water Forum ke 10, atau Forum Air Sedunia yang diperingati setiap tiga tahun. Perhelatan akbar ini akan dilaksanakan selama beberapa hari dalam bulan Mei, di Pulau Dewata, Bali.   Tema yang dipilih adalah Water for Peace,  mengandung makna yang sangat luas dan dalam, Air untuk Perdamaian. Kepercayan Dunia kepada Jangan Biarkan Menara Pohon Air Terus Kerontang: Mata Air Menjadi Air Mata

Kepemimpinan Perempuan Dalam Praktik ESG

Sebagai perempuan, momen Hari Kartini (21 April) dan Hari Bumi (22 April) pasca pandemi Covid-19 yang mematikan di tahun 2020-2022, selalu membangkitkan refleksi mendalam. Bukan sekadar perayaan, momen ini mengingatkan kita tentang keterkaitan erat antara kesetaraan gender, kelestarian lingkungan, dan masa depan planet kita.     Seperti virus Covid yang dengan cepat melumpuhkan dunia dari Kepemimpinan Perempuan Dalam Praktik ESG

Tenun Pemulih Iklim

Era industrialisasi telah memanipulasi perilaku manusia menjadi sangat konsumtif untuk memenuhi kebutuhan sandang dalam waktu yang cepat dengan kualitas rendah dan harga murah. Perilaku konsumtif ini mendorong laju kerusakan lingkungan menjadi sangat pesat demi memenuhi permintaan pasar industri fesyen dalam jumlah banyak dan cepat. Akibatnya, industri yang tidak berkelanjutant tersebut berkontribusi terhadap polusi dan emisi Tenun Pemulih Iklim

Kawasan Karst Sebagai Tandon Air Utama Di Bumi Dan Ancaman Terhadap Kelestariannya

Kawasan bentang alam karst (batu gamping) adalah kawasan yang dicirikan dengan drainase permukaan yang langka, solum tanah yang tipis, terdapatnya cekungan-cekungan tertutup (doline), serta keberadaan sungai bawah tanah yang lebih dominan daripada aliran permukaannya. Kawasan karst sudah lama dikenal sebagai salah satu reservoir utama di dunia selain kawasan pesisir dan vulkanik. Kawasan ini melingkupi sekitar Kawasan Karst Sebagai Tandon Air Utama Di Bumi Dan Ancaman Terhadap Kelestariannya

Kenapa Hutan Berperan Penting Dalam Mitigasi Perubahan Iklim?

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), antara tahun 2011-2020, tingkat perubahan iklim melonjak sangat mengkhawatirkan. Pada tahun tersebut merupakan dekade terpanas yang tercatat dengan margin yang jelas untuk daratan dan lautan. Kenaikan suhu rata-rata global untuk periode 2011-2020 yaitu 1,10 ± 0,12 °C di atas rata-rata 1850-1900. Enam tahun terpanas yang tercatat secara global adalah antara Kenapa Hutan Berperan Penting Dalam Mitigasi Perubahan Iklim?

Pendekatan Ekologi Lanskap Dalam Mengelola Hutan

“Hanya hutan yang sehat dapat menghasilkan manusia yang sehat.“  Hidup di negara Indonesia dengan ekosistem hutan sudah seharusnya pembangunan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat dilakukan dengan memanfaatkan jasa ekosistem hutan secara bertanggung jawab bagi keberlanjutan hidup . Anugerah terbesar yang diberikan Sang Maha Pencipta untuk kelangsungan hidup manusia adalah hutan yang menghasilkan berbagai jasa ekosistem. Tema Pendekatan Ekologi Lanskap Dalam Mengelola Hutan

Bahaya Sampah Antropogenik: Biodiversity yang Tergerus Minimnya Simpati

“Ketidakpedulian manusia terhadap alam tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup spesies-spesies lain, termasuk manusia itu sendiri.” – Dr. Sylvia Earle, Ahli Kelautan dan Penjelajah Laut.   Indonesia sebagai negara kepulauan yang dilalui garis Wales & Weber, menjadikannya kaya akan keanekaragaman hayati dan termasuk ke dalam negara mega biodiversitas. Diperkirakan 17 persen satwa Bahaya Sampah Antropogenik: Biodiversity yang Tergerus Minimnya Simpati

Saatnya Lebih Peduli Dengan Lahan Basah

Hari Lahan Basah Sedunia diperingati pada setiap tanggal 2 Februari. Tanggal tersebut dipilih untuk mengingat penanda tanganan Konvensi Ramsar pada tanggal 2 Februari 1971 di kota Ramsar, Iran.  Konvensi Ramsar adalah perjanjian antarnegara yang menyediakan kerangka kerja Konservasi dan pemanfaatan lahan basah dan sumber dayanya secara bijaksana. Hampir 90 % anggota Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) Saatnya Lebih Peduli Dengan Lahan Basah

“Presbytis”, Primata Yang Indah Namun Kurang Diminati Peneliti di Bidang Ekologi

Keprihatinan dunia konservasi bukan hanya pada kelompok satwa prioritas tetapi pada spesies yang memang tidak ada update data dan informasi di bidang ekologi, prilaku, persebaran dan kondisi metapopulasi saat ini. Kita sangat bangga bahwa spesies dari kelompok Presbytis di Indonesia lebih dari 35 jenis. Namun berapa persen yang memiliki informasi dan data terhadap berbagai parameter “Presbytis”, Primata Yang Indah Namun Kurang Diminati Peneliti di Bidang Ekologi