Archives: Opini

Perubahan Iklim dan Gelombang Elektrifikasi Dunia Kedua

Guru besar Argo Dahono dari Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, dalam sebuah tulisan singkat menyampaikan keresahannya tentang kurangnya minat mahasiswa terhadap ilmu ketenagalistrikan. Kebanyakan mahasiswa STEI ITB memilih program studi terkait teknologi informasi, khususnya Teknik Informatika.   Sebetulnya ini bukan fenomena baru. Lebih seperempat abad yang lalu ketika saya menjadi mahasiswa ITB, program studi Perubahan Iklim dan Gelombang Elektrifikasi Dunia Kedua

Nilai Air di Tengah Pandemi COVID-19

Fenomena Krisis Air Bersih   Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi setiap makhluk hidup dan kehidupan. Ketersediaannya yang cukup dan memenuhi baku mutu, mutlak untuk menopang kehidupan dan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi suatu komunitas yang terus tumbuh dan berkembang. Sebagaimana kita ketahui beban populasi global sudah mencapai 7,8 miliar jiwa (Population Reference Bureau, 2020), dimana Nilai Air di Tengah Pandemi COVID-19

Di Balik Masalah Restorasi Lanskap Hutan

Restorasi lanskap hutan yaitu suatu proses untuk mendapatkan kembali fungsi ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh bentang alam hutan yang sudah terdeforestasi ataupun terdegradasi. Selain menanam pohon, restorasi juga bertujuan memulihkan seluruh bentang alam untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan, serta menawarkan banyak manfaat dan penggunaan lahan dari waktu ke waktu. Jenis Di Balik Masalah Restorasi Lanskap Hutan

Gerakan Masaro Polybag Farming Untuk Pengurangan 50% Sampah ke TPA

Sejak tahun 1980-an, Indonesia sudah menganut pola penanganan sampah “Kumpul – Angkut – Buang”, yaitu sampah dari warga dikumpulkan di TPS menggunakan gerobak sampah; lalu sampah dari TPS diangkut ke TPA dengan menggunakan truk. Pada umumnya, sampah di TPA dibuang dalam bentuk tumpukan terbuka sehingga tampak kotor, bau, dan menimbulkan polusi lingkungan. Biasanya ada banyak Gerakan Masaro Polybag Farming Untuk Pengurangan 50% Sampah ke TPA

Lahan Basah dan Air – Tak Terpisahkan dan Vital untuk Kehidupan

Cimahi adalah nama sebuah kota yang dulu merupakan bagian dari Kabupaten Bandung, dan sejak tahun 2001 menjadi Kota sendiri. Berdasarkan toponimi, Cimahi berasal dari dua kata dalam Bahasa Sunda, yaitu “Ci” yang merupakan kependekan dari kata “Cai” yang berarti “Air” serta kata “Mahi” yang berarti “Cukup”. Jadi secara harfiah, Cimahi berarti “Air yang cukup” (dalam Lahan Basah dan Air – Tak Terpisahkan dan Vital untuk Kehidupan

Sukarelawan Sains Warga AWC Indonesia: Agen Konservasi Burung Air dan Habitatnya

Bertujuan baik bagi lingkungan “Berawal dari perasaan maka akan muncul pemikiran untuk menjadi sukarelawan, selanjutnya akan diwujudkan dalam tindakan menolong orang lain”(Clary et al. 1992)   Kutipan seorang pakar psikologi massa terkemuka di dunia tersebut sejalan dengan dasar pemikiran para sukarelawan kegiatan Asian Waterbird Census di Indonesia (AWC Indonesia). Ketika seorang sukarelawan melihat pihak lain Sukarelawan Sains Warga AWC Indonesia: Agen Konservasi Burung Air dan Habitatnya

Menyelamatkan Pohon Langka untuk Masa Depan yang Lebih Baik

  Dewasa ini kita sering dihadapkan pada permasalahan bencana alam. Di saat musim hujan, banjir selalu terjadi di berbagai wilayah. Tidak saja merendam daerah permukiman, merusak jembatan, memutus badan jalan, juga merendam lahan pertanian dengan banyak menimbulkan kerugian. Sebaliknya di saat musim kemarau, kekeringan, kebakaran dan sulitnya mendapatkan air bersih senantiasa menjadi permasalahan yang selalu Menyelamatkan Pohon Langka untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Keanekaragaman Hayati, Ketahanan Pangan, dan Deforestasi

    Beberapa tahun yang lalu saya berkunjung ke sebuah desa di pulau Solor. Perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam dengan perahu motor dari Larantuka, dan dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan ojek. Setiba di desa tujuan, kepala desa langsung menyampaikan tantangan yang dihadapinya bersama masyarakat, yaitu alam yang kering dan gersang, tanah yang berbatu, Keanekaragaman Hayati, Ketahanan Pangan, dan Deforestasi

Taman Kehati dan Upaya Pelestarian Tumbuhan Lokal Indonesia

  Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi di dunia, baik tumbuhan, maupun satwa. Terkait tumbuhan, kontribusi keanekaragaman hayati Indonesia di sangat tinggi, dimulai dari Dipterocarpaceae (238 spesies) yang mencakup 34 persen Dipterocarpaceae dunia dan 2.197 spesies paku (21 persen paku dunia).   Juga sekitar 5.500 spesies anggrek (20,5 persen anggrek dunia), 477 spesies Taman Kehati dan Upaya Pelestarian Tumbuhan Lokal Indonesia

Bioprospeksi dan Pentingnya Perlindungan Plasma Nutfah di Taman Kehati

  Pada pertengahan 2019 di Korea Selatan, dua orang pelajar SMA dari Kalimantan Tengah berhasil memperoleh medali emas pada kompetisi ilmiah Life Science.  Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa akar bajakah, sejenis tumbuhan yang banyak dijumpai di hutan-hutan Kalimantan, memiliki senyawa yang dapat digunakan untuk mengobati kanker. Meskipun banyak ahli yang menyatakan klaim tersebut terlalu dini mengingat belum Bioprospeksi dan Pentingnya Perlindungan Plasma Nutfah di Taman Kehati