Kategori: Perubahan Iklim

Lahan Basah Dan Masa Depan Kita Bersama

Tanggal 2 Februari diperingati setiap tahunnya sebagai World Wetlands Day atau Hari Lahan Basah Sedunia. Adanya hari peringatan khusus ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat umum untuk mengapresiasi dan menjaga lahan basah sebagai tipe ekosistem yang unik, kompleks, dan berperan penting dalam menunjang kesejahteraan manusia. Namun sudah tercapaikah sasaran ini?   Memang upaya untuk menyebarkan Lahan Basah Dan Masa Depan Kita Bersama

Krisis Ekologi dan ”Bla Bla Bla” Elite

Ilustrasi Kompas/Cahyo Heryunanto Elite pemerintahan sering menyampaikan janji-janji kosong, meminjam istilah Greta Thunberg, sebagai ”bla bla bla” saat mereka berbicara tentang iklim dan ekologi.  =========================================================================================== ”We didn’t even realize we were destroying everything.” Anda yang menonton film The Day After Tomorrow (2004) mungkin masih ingat kalimat pendek Wakil Presiden Raymond Becker (diperankan Kenneth Welsh) setelah luluh lantaknya Krisis Ekologi dan ”Bla Bla Bla” Elite

Jika Pohon Mati, Kita Pun Mati

“If the trees die, we die”.   Jika Anda menonton film Avatar (2009), pasti paham bahwa kutipan itu menjadi inti dari narasi film tersebut. Pesan itu disampaikan melalui karakter Neytiri yang sering menekankan keterhubungan semua kehidupan di Pandora. Dari frasa itu, keseluruhan film tersebut hendak menegaskan bahwa menghancurkan alam—yang diwakili oleh pepohonan dan ekosistem Pandora—akan Jika Pohon Mati, Kita Pun Mati

Keanekaragaman Hayati Indonesia: Menjaga Warisan Alam di Tengah Perubahan Iklim

Negara kita, dengan kekayaan alamnya yang memukau, adalah rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna unik yang hanya bisa ditemukan di sini. Tapi sayangnya, perubahan iklim mengancam keberlangsungan keanekaragaman hayati kita, atau yang biasa disebut sebagai KEHATI. Melalui eksplorasi ragam satwa, ekosistem, pangan lokal, hingga kekayaan genetiknya, kita akan melihat bagaimana Indonesia berjuang untuk mempertahankan Keanekaragaman Hayati Indonesia: Menjaga Warisan Alam di Tengah Perubahan Iklim

Towards a Low Carbon Footprint: How to Create Change

Before delving further into this topic, it is important to understand the fundamental concept of the carbon footprint. Pemahaman ini sangat penting karena membantu kita menyadari bagaimana tindakan, pilihan, dan gaya hidup kita berkontribusi terhadap pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer. Dengan menyadari hubungan ini, kita dapat lebih memahami peran penting pengurangan emisi karbon dalam Towards a Low Carbon Footprint: How to Create Change

Inovasi Generasi Muda untuk Masa Depan Bumi di BW Camp 2024

Krisis iklim merupakan permasalahan genting yang mendesak kita untuk merespons dengan solusi yang inovatif. Untuk menjawab masalah tersebut, BW Kehati didukung oleh National Geographic Indonesia mengundang para inovator muda dari berbagai daerah untuk berkolaborasi dalam menemukan solusi kreatif di kegiatan BW Camp 2024. Diselenggarakan di New Ciputri Camping Ground pada 1-3 November 2024, kegiatan ini Inovasi Generasi Muda untuk Masa Depan Bumi di BW Camp 2024

Fenomena Laron di Musim Hujan

Setiap kali musim hujan tiba, banyak dari kita pasti melihat serangga bersayap yang berbondong-bondong beterbangan di dekat sumber cahaya. Begitupula saat malam, langit seringkali dipenuhi oleh serangga bersayap yang beterbangan kesana kemari. Mereka dikenal sebagai laron. Bagi sebagian orang, kehadiran laron menjadi pertanda perubahan musim. Apakah yang sebenarnya terjadi? mengapa laron hanya muncul saat hujan Fenomena Laron di Musim Hujan

Potensi Sengon ( Paraserioanthes Falcataria) Sebagai Revegetasi Dan Pemulihan Ekosistem Lahan Bekas Tambang Di Daerah Tropis

I.  PENDAHULUAN  A. Latar Belakang Aktivitas pertambangan telah memberikan dampak signifikan terhadap perubahan ekosistem dan degradasi lingkungan. Di Indonesia, luas lahan yang terdampak aktivitas pertambangan mencapai 626.000 hektar, dengan sekitar 44% berada di Kalimantan (Kementerian ESDM, 2019). Kegiatan pertambangan, khususnya tambang terbuka, mengakibatkan hilangnya vegetasi, perubahan topografi, dan penurunan kualitas tanah yang drastis. Karakteristik tanah Potensi Sengon ( Paraserioanthes Falcataria) Sebagai Revegetasi Dan Pemulihan Ekosistem Lahan Bekas Tambang Di Daerah Tropis

Listrik dan kehidupan: sumber energi dibalik sejuta cahaya

  Pendahuluan Saat malam tiba dan lampu-lampu di jalanan mulai menyala, kita mungkin jarang berpikir dari mana asal sinar terang yang memecah kegelapan itu. Listrik, yang telah menjadi kebutuhan dasar kita, seolah selalu ada untuk memberi kehidupan pada perangkat di sekitar. Bayangkan bila di suatu malam, tiba-tiba semua itu lenyap. Tak ada lampu, tak ada Listrik dan kehidupan: sumber energi dibalik sejuta cahaya

FITOREMEDIASI : Thlaspi Caerulescens Sebagai Hyperaccumulator Pada Lingkungan & Ekosistem Tanah Tercemar Polynuclear Aromatic Hydrocarbons Benzo[a]pyrene (C20H12) Akibat Aktivitas Pengeboran Minyak

ABSTRAK Polynuclear Aromatic Hydrocarbons (PAHs), seperti Benzo[a]pyrene (C20H12), merupakan polutan berbahaya yang sering ditemukan di tanah akibat aktivitas pengeboran minyak. Senyawa ini bersifat karsinogenik dan sulit terdegradasi secara alami. Artikel ini membahas potensi Thlaspi caerulescens, tanaman hyperaccumulator, dalam fitoremediasi tanah yang terkontaminasi PAHs. Tujuannya adalah mengeksplorasi kemampuan tanaman ini dalam menyerap senyawa berbahaya tersebut dan FITOREMEDIASI : Thlaspi Caerulescens Sebagai Hyperaccumulator Pada Lingkungan & Ekosistem Tanah Tercemar Polynuclear Aromatic Hydrocarbons Benzo[a]pyrene (C20H12) Akibat Aktivitas Pengeboran Minyak