Perubahan Iklim

Bambu Mata Air Kehidupan

Bambu salah satu tanaman multi guna yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat terutama masyarakat pedesaan. Bambu juga sebagai sumber daya hayati yang cukup memiliki nilai ekonomi tinggi.  Bambu banyak ditanam di daerah yang beriklim tropis maupun sub tropis berupa tanaman berumpun. Tunas muda yang keluar dari rimpang atau akarnya akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Sagu Memenuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan

Menyambut Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, beberapa negara di dunia termasuk Indonesia ikut memperingatinya.  Begitu pentingnya pangan bagi manusia sehingga perlu diperingati untuk mengingatkan kita semua bahwa pangan merupakan hak asasi manusia yang mendasar.  Berbagai acara diselenggarakan untuk memperingati hari tersebut setiap tahunnya, dengan topik yang biasanya terkait dengan kondisi pangan

GRK Sebabkan Ozon Rusak dan Krisis Iklim

Gas-gas rumah kaca (GRK) selain memicu pemanasan global dan krisis iklim ternyata juga menyebabkan lapizan ozon menipis. Gas-gas di atmosfer Bumi itu memerangkap panas, yang berarti membiarkan sinar matahari melewati atmosfer, tetapi mencegah panas yang dibawa sinar matahari meninggalkan atmosfer.   Proses alamiah yang menghangatkan Bumi ini disebut efek rumah kaca, yang memang diperlukan agar

Mengisi Kemerdekaan dengan Konservasi Kehati: Surat Cinta Lintas Generasi

Hari Kemerdekaan, dan bahkan “merdeka belajar” dapat dimaknai dengan cara yang ril dan orisinil.   Upaya kerelawanan akan membuahkan hasil bagi bangsa, negara, dan diri sendiri.  Tulisan ini menjelaskan bagaimana Biodiversity Warrior dapat berkiprah dalam begitu banyak hal: sains warga, perhutanan sosial, program kampung iklim.   Mencari pekerjaan bukan hal mudah, apalagi yang sesuai dengan bidang

Paradigma Baru Pemulihan Ekosistem Mangrove

Hari Mangrove Sedunia Pada 26 Juli 2016 untuk pertama kalinya Hari Mangrove Sedunia diperingati secara global. Penetapan tanggal tersebut berdasarkan Resolusi 38C/66 yang dihasilkan oleh Sidang Umum UNESCO di Paris, pada tanggal 6 November 2015 sebagai jawaban atas usulan Ekuador. Dalam resolusi tersebut peringatan hari mangrove sedunia secara resmi disebut “International Day for the Conservation

Merestorasi, Memulihkan, dan Menyehatkan Lahan

Sejak 1994, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan tanggal 17 Juni sebagai Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (HPDLKD) (World Day to Combat Desertification and Drought) (WDCD) melalui Resolusi Sidang Umum PBB Nomor A/RES/49/115. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan bahaya degradasi lahan dan kekeringan bagi keberlangsungan hidup manusia.   Tema HPDLKD 2021 ialah restoration,

Mari Beri Feedback Baik Untuk Terumbu Karang

Melalui video ini aku ingin menyampaikan pesan dari terumbu karang yang saat ini sedang membutuhkan bantuan kalian untuk dijaga, diperbaiki, dan dilestarikan. Ayo simak ya! insyaAllah menambah pengetahuan kamu!

Tantangan dan Peluang Konservasi Kehati

Kaum muda umumnya sangat akrab dengan ngopi, kuliner dan wisata. Namun sebagian besar mungkin akan mengernyitkan dahi jika ditanya pemahamannya tentang keanekaragaman hayati atau kehati. Padahal, kehati atau biodiversity itu sebenarnya “nggak jauh-jauh amat dari kita”   Meski sudah cukup sering digaungkan, kata kehati tampaknya masih berjarak dengan benak kebanyakan orang. Banyak yang belum menyadari,