HUTAN TESSO NILLO- Hutan yang terisolasi di Indonesia menurut WWF

Foto
HUTAN TESSO NILLO- Hutan yang terisolasi di Indonesia menurut WWF
Lain-lain
788
15 Oktober 2014
Fotografer
erwin prakoso asmoro
2
foto

Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Puslit Biologi LIPI) berkerjasama dengan WWF Indonesia telah melakukan survey potensi keanekaragaman hayati di kawasan hutan di Tesso Nilo. Lokasi penelitian yang dipilih adalah areal hutan yang masih merupakan kawasan konsesi perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Informasi keanekaragaman hayati di Tesso Nilo tersebut merupakan kekayaan alam yang selama ini belum diangkat dan disosialisasikan.

Dari hasil survey tersebut ditemukan 360 jenis tumbuhan vascular/pohon yang tergolong dalam 165 marga dan 57 suku. Diantaranya terdapat jenis yang dilindungi dan terancam punah seperti kayu bata Irvingia malayana, Kempas Koompasia malaccensis, Jelutung Dyera polyphylla, Sindora sumatrana, Sindora brugemanni, Sindora leiocarpa, Sindora velutina, kayu Kulim Scorodocarpus borneensis, Tembesu Fagraea fragrans.

Jenis-jenis lainnya yang sudah masuk dalam Red List IUCN adalah, gaharu Aquilaria malaccensis, ramin Gonystylus bancanus, jenis-jenis keranji Dialium spp., jenis-jenis meranti Shorea spp., keruing Dipterocarpus spp. serta beberapa jenis durian Durio spp. masih dijumpai di Tesso Nilo namun populasinya sudah mengkhawatirkan. 82 jenis tumbuhan obat yang selama ini dimanfaatkan untuk mengatasi 38 macam penyakit, 644 jenis serangga, 107 jenis burung diantaranya adalah Lophura erythropthalma, Lophura ignita, Aceros corrugatus dan Setornis criniger yang statusnya sudah rentan tetapi masih belum dilindungi. Temuan burung kipas Rhipidura albicollis di Tesso Nilo merupakan catatan baru bagi daerah sebarannya, 23 jenis mamalia beberapa jenis seperti harimau Sumatera, gajah Sumatera, Tapir, beruang madu, dan trenggiling merupakan jenis-jenis yang dilindungi, 3 jenis primata antara lain ungko dan siamang yang merupakan jenis-jenis dilindungi, 14 jenis ektoparasit dan 50 jenis ikan serta 33 jenis herpetofauna (jenis-jenis reptil dan amfibi). Salah satu reptil yang dijumpai dan sangat dilindungi adalah buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii).

Hasil survey tersebut telah disosialisasikan di Jakarta dan Pekanbaru sebagai masukan bagi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam perencanaan pemanfaatan ruang di kawasan tersebut. 

Hak Cipta:
0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *