Jamur Tudung Pengantin, š™‹š™š™–š™”š™”š™Ŗš™Ø š™žš™£š™™š™Ŗš™Øš™žš™–š™©š™Ŗš™Ø

Foto
Jamur Tudung Pengantin, š™‹š™š™–š™”š™”š™Ŗš™Ø š™žš™£š™™š™Ŗš™Øš™žš™–š™©š™Ŗš™Ø
Fungi
98
26 November 2021
IPB
Fotografer
Rahayunz_
5
foto

 

š™‹š™š™–š™”š™”š™Ŗš™Ø š™žš™£š™™š™Ŗš™Øš™žš™–š™©š™Ŗš™Ø biasa dikenal dengan nama jamur tudung pengantin, karena bentuknya yang terlihat menawan seperti cadar jaring pengantin wanita bangsawan Eropa. Bagian seperti cadar pengantin ini bernama Indusium.

 

Dibalik tampilannya yang menawan, ternyata jamur ini memiliki bau busuk yang berasal dari eksudat tudung berwarna cokelat yang menyerupai topi melonjong. Bau menyengat ini sangat bermanfaat bagi jamur, karena dapat mengundang serangga seperti lalat menghampirinya dan akan membantu dalam penyebaran spora sehingga jamur dapat berkembang biak.

 

 

Jamur tudung pengantin ini termasuk jamur saprob yang biasanya ditemukan pada serasah bambu, tanah terbakar, maupun di lantai hutan. Biasanya, jamur ini tumbuh menyendiri (soliter) maupun berkelompok. Siklus hidup jamur ini sangat sebentar, tubuh buahnya akan mudah gugur dan menghilang. Jadi, jika menemukan jamur ini harus segera diabadikan dengan memotretnya.

 

 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Habtemariam pada tahun 2019, menyebutkan bahwa jamur ini dapat dikonsumsi karena terdapat beberapa laporan terkait berbagai manfaatnya. Diantaranya, jamur ini memiliki senyawa terpenoid dan alkaloid yang bisa digunakan sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Bahkan berpotensi menjadi obat kanker, imunoterapi, dan penyakit inflamasi kronis.

 

 

Di negara cina, jamur ini dikonsumsi karena baik untuk kesehatan mata dan sistem kardiovaskular. Namun beberapa peneliti masih memperdebatkan boleh tidaknya untuk dikonsumsi , sehingga lebih disarankan untuk tidak mengonsumsinya jika belum memiliki pengalaman empiris.

 

 

Jamur pada foto ini ditemukan di hutan kampus IPB pada bulan Februari, 2020.

 

 

Hak Cipta: Rahayu Nurzakiah
2
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *