๐Ž๐ฐ๐š ๐Š๐ž๐ฅ๐ž๐ฆ๐ฉ๐ข๐š๐ฎ ๐”๐ญ๐š๐ซ๐š/๐๐จ๐ซ๐ญ๐ก๐ž๐ซ๐ง ๐†๐ซ๐š๐ฒ ๐†๐ข๐›๐›๐จ๐ง (๐ป๐‘ฆ๐‘™๐‘œ๐‘๐‘Ž๐‘ก๐‘’๐‘  ๐‘“๐‘ข๐‘›๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘ข๐‘ )

Photo
๐Ž๐ฐ๐š ๐Š๐ž๐ฅ๐ž๐ฆ๐ฉ๐ข๐š๐ฎ ๐”๐ญ๐š๐ซ๐š/๐๐จ๐ซ๐ญ๐ก๐ž๐ซ๐ง ๐†๐ซ๐š๐ฒ ๐†๐ข๐›๐›๐จ๐ง (๐ป๐‘ฆ๐‘™๐‘œ๐‘๐‘Ž๐‘ก๐‘’๐‘  ๐‘“๐‘ข๐‘›๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘ข๐‘ )
Animal
291
3 April 2022
Universitas Kuningan
Photographer
Hillmn
6
photo

.

๐Ž๐ฐ๐š ๐Š๐ž๐ฅ๐ž๐ฆ๐ฉ๐ข๐š๐ฎ ๐”๐ญ๐š๐ซ๐š/๐๐จ๐ซ๐ญ๐ก๐ž๐ซ๐ง ๐†๐ซ๐š๐ฒ ๐†๐ข๐›๐›๐จ๐ง (๐ป๐‘ฆ๐‘™๐‘œ๐‘๐‘Ž๐‘ก๐‘’๐‘  ๐‘“๐‘ข๐‘›๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘ข๐‘ )

.

Uwa-uwa biasa orang sebut, owa ini masih termasuk ke dalam suku Hylobatidae. H. funereus terutama menyebar di Pulau Kalimantan bagian utara: di wilayah Sabah, ke barat hingga wilayah Saribas di Sarawak, dan ke selatan ke wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur hingga ke batas S. Karangan (Berau). Namun ada pula yang menyatakan hingga sekitar Sungai Mahakam. Owa ini menghuni hutan-hutan primer dan sekunder semi gugur-daun, hutan dipterokarpa, dan hutan hujan tropika yang selalu hijau. *KataWikip

.

IUCN menempatkanya ke redl list dengan status Endangered/Terancam, sedangkan CITES memasukkan semua spesies Hylobatidae, termasuk H. funereus ini, ke dalam Apendiks I, yang berarti bahwa hewan-hewan itu dikategorikan terancam kepunahan.

Copyright: Hilman Fauzi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *