Way Kambas Kampung Kimung

Way Kambas Kampung Kimung
18 Oktober 2015
1660

Matanya terlihat senang begitu kami datang ke salah satu pos penjagaan Taman Nasional Way Kambas. Meski terkesan sedikit malu-malu bercampur takut Kimung tidak menghindar ketika kami datang mendekati.

Seluruh tubuhnya ditumbuhi rambut berwarna hitam gelap, begitu juga dengan telapak tangan dan kakinya yang berwana legam. Hanya mukanya yang berwarna hitam kecoklatan, dan dihiasi mata bulat berwarna coklat muda.

Dia adalah Kimung, seekor wau-wau yang kami temui di pos menuju hutan Way Kanan, TN Way Kambas. Melihatnya bergelantungan di pos tentu bukan hal yang alami. Normalnya seekor satwa liar seperti wau-wau hidup arboreal, bergelantungan di pohon dan jauh dari manusia.

Keberadaan Kimung si Hylobates agilis di pos ini bukan tanpa sebab. Ternyata sebelum "pulang kampung" ke TN Way Kambas Kimung pernah menjadi hewan peliharaan. Hal tersebut menyebabkan Kimung tidak berperilaku alami lagi. 

Satwa yang lama dipelihara dan hidup di luar habitat alaminya akan kehilangan kemampuan dan perilaku alami. Seperti yang dialami Kimung ini, dia tidak terbiasa hidup di hutan meski sudah kembali ke habitat alaminya. Kimung lebih suka datang ke pos untuk sekedar mengambil buah mangga, hingga mendekati manusia.

Mesin mobil sudah kembali bergemuruh, air radiator kembali penuh. Saat beberapa langkah menuju mobil, tidak disangka Kimung justru mengikuti kami di belakang. Buah mangga yang ia genggam ditinggalkan di tanah. Ah, sampai jumpa Kimung.

Meski beruntung bisa bertemu dengan Kimung di Way Kambas, sebenarnya kami juga merasa sedih. Betapa egoisnya manusia menangkap satwa liar mengikuti kemauannya. Tanpa mau tahu apa akibatnya untuk Kimung, untuk satwa liar, bahkan untuk alam.

Biodiversity Warriors, 2015.

Tentang Penulis
Admin BW
Biodiversity Warriors

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel
Terkait
Tidak ada artikel yang ditemukan
2020-07-30
Difference:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *