Waru

Artikel
Waru
Flora
927
6 Januari 2015
Penulis
Nadia Putri Rachma
127
posting

Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Sub Kelas    : Dilleniidae
Ordo           : Malvales
Famili          : Malvaceae
Genus         : Hibiscus
Spesies       : Hibiscus tiliaceus

Deskripsi Umum

Tumbuhan tropis berbatang sedang, terutama tumbuh di pantai yang tidak berawa atau di dekat pesisir. Waru tumbuh liar di hutan dan di ladang, kadang-kadang ditanam di pekarangan atau di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Pada tanah yang subur, batangnya lurus, tetapi pada tanah yang tidak subur batangnya tumbuh membengkok, percabangan dan daun-daunnya lebih lebar. Pohon, tinggi 5-15 m. Batang berkayu, bulat, bercabang, warnanya cokelat.

Daun bertangkai, tunggal, berbentuk jantung atau bundar telur, diameter sekitar 19 cm. Pertulangan menjari, warnanya hijau, bagian bawah berambut abu-abu rapat. Bunga berdiri sendiri atau 2-5 dalam tandan, bertajuk 8-11 buah, berwarna kuning dengan noda ungu pada pangkal bagian dalam, berubah menjadi kuning merah, dan akhirnya menjadi kemerah-merahan. Buah bulat telur, berambut lebat, beruang lima, panjang sekitar 3 cm, berwarna cokelat. Biji kecil, berwarna cokelat muda. Daun mudanya bisa dimakan sebagai sayuran. Kulit kayu berserat, biasa digunakan untuk membuat tali. Waru dapat diperbanyak dengan biji.

Pemanfaatan dan Khasiat

Bagian yang digunakan adalah daun, akar, dan bunga.

  • Daun waru digunakan untuk pengobatan : TB paru-paru, batuk, sesak napas, Radang amandel (tonsilitis), Demam, Berak darah dan lendir pada anak, muntah darah, Radang usus, Bisul, abses, Keracunan singkong, Penyubur rambut, rambut rontok,
  • Akar digunakan untuk mengatasi : terlambat haid, demam.
  • Bunga digunakan untuk pengobatan : radang mata.

Sumber:

http://tumbuhanektum.blogspot.com/2011/12/waru-hibiscus-tiliaceus-l.html

http://nandagokilz1.wordpress.com/2013/02/05/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-waru-hibiscus-tiliaceus-l/

http://scienceandri.blogspot.com/2012/11/klasifikasi-hibiscus-tiliaceus-l-waru.html

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *